Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Sudah menahannya selama satu bulan.


__ADS_3

Episode 143 : Sudah menahannya selama satu bulan.


***


Kiara yang merasa sangat aneh itu akhirnya mengantuk juga, dia tidak tahu jika rollercoaster dalam hidupnya belum juga berakhir.


Dia tidak bisa menolak lelaki ini, dia juga sedang bingung, dia tidak bisa menolak atau dia tidak mau menolak, tetapi apapun itu masalah bisa dipikirkan besok saja, sekarang dia sudah terlalu lelah.


Waktu berlalu begitu saja, sepertinya sudah pagi, dia merasa ada yang aneh di dalam tubuhnya, dibagian dadanya ada sebuah benda tumpul yang menempel disana.


“Apakah ini bantal? Kenapa bantalnya keras sekali?”


Kiara terbangun oleh gangguan disana.


Pagi itu ia segera mengusap-usap apa yang sebenarnya menempel di dadanya itu, lalu saat ia raba-raba barulah ia sadar jika itu bukanlah bantal melainkan ….


“Aaaaa!” Kiara berteriak hebat pagi itu, membuat suasana menjadi ramai seketika.

__ADS_1


“Ssst! Kau berisik sekali, aku sudah memanggil pelayan kesini, kau mau mereka melihat kita melakukan ini?” bisik Alexander yang sekarang sedang asyik bermain dengan gunung kembar kesukaan nya.


Kiara menarik nafasnya dalam lalu dia tegang sekali, 'Aku mau pingsan, tidak, tidak, ini tidak nyata, aku pasti hanya bermimpi kan? Hahaha, pasti iya, aku tidur saja dulu pasti semuanya hanyalah mimpi saja, iya pasti!' ketus Kiara mencoba menolak kenyataan yang ada di depan matanya ini.


'Astaga, kenapa rasanya semakin nyata, tidaaakkk, dia membuat tubuhku seolah menjadi miliknya,' geram Kiara hendak mendorong Alexander yang masih melekat dalam tubuhnya.


Setelah ditinggalkannya oleh Alex beberapa saat, membuat Kiara merasakan hal mengejutkan ini.


Dan dia tidak akan pernah siap untuk hal nakal seperti ini.


“Sayang, sudah satu bulan lebih kita tidak bertemu, aku sudah menahan ini terlalu lama, aku merindukan si kembar kesukaan ku ini, biarkan aku bermain sedikit lebih lama,” goda Alexander tidak melepaskan Kiara sedikitpun, bahkan sekarang tangan Alexander sudah melingar di tubuh Kiara membuat Kiara sudah tidak bisa bergerak lagi.


“Kenapa kau melakukan ini? selalu saja seperti ini, memangnya aku wanita murahan apa? selalu kau perlakukan seperti ini, aku tidak suka, kau dengar? Aku tidak suka,”


Kiara sudah tidak bisa apa-apa, mungkin karena tidak ada hubungan terikat seperti pernikahan dan janji suci membuat Kiara merasa dia sangat rendah dan murahan.


Setiap Alex menyentuhnya, dia merasa jadi tidak memiliki harga diri dan yang membuat dia kesal sekali adalah bagaimana hatinya selalu berdetak untuk Alex dan tubuhnya menginginkan lelaki ini.

__ADS_1


Dia hanya bisa menangis sebagai pertahanan diri terakhir, hal itu membuat Alexander sedikit panik saat melihat kekasihnya ini menangis.


“Kenapa kau menangis? Aku kan hanya bermain sebentar, tidak akan melakukan itu kok,” balas Alexander dengan matanya yang begitu kebingungan.


“Tetap saja, kau bermain-main dengan tubuhku, ini tubuhku, milikku!” Kiara mengeluarkan segala emosi yang ia miliki, dia mengeluarkan kekesalannya, bagaimana mungkin Alexander dengan seenaknya bermain-main dengan tubuhnya seperti ini.


“Ini milikku, kau lupa ya kita masih terikat kontrak!” Alexander tidak mau kalah, dia juga meng klaim jika tubuh Kiara adalah miliknya.


Kiara ingin membalas tetapi dia sama sekali sudah tidak bisa membela dirinya lagi, dia hanya bisa menggigit bibirnya dan menahan emosinya.


Baru juga pagi mansion itu sudah ramai seperti itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2