
Episode 173 : Aku akan menjadi seorang Ibu.
***
Sesampainya Alex dan Kiara di kediaman mereka, Alex meminta Kiara untuk beristirahat lebih banyak, karena Kiara baru saja mengalami gejala kekurangan gizi.
Yang mana hal itu sangat mencoreng harga diri Alex, akan tetapi karena istrinya tenaga hamil muda, Alex kelihatan tengah belajar menangani amarahnya khusus untuk istrinya seorang.
Dan sekarang, setelah mengetahui dia akan menjadi ayah, Alex akan melancarkan misi terakhir nya secepat mungkin.
Dia tentu tidak ingin, istri dan calon bayi nya dalam bahaya nantinya.
***
Di ruangan kerja Alexander Grey,
"Tring ... Tring ... Tring!"
Yuza yang tengah menghubungi Bosnya memberikan laporan mengenai kemajuan misi mereka
Sebab Sin dan Fin hanya bisa menghubungi Yuza saja menggunakan alat khusus agar tidak dideteksi oleh musuh.
Karena jika Sin dan Fin memberikan laporan secara langsung ke bos mereka maka pasti penyamaran mereka akan terbongkar dan akan mengganggu rencana kedepannya.
"Bagaimana?"
Alex menyalakan rokok dan menghisapnya, entah mengapa dia sedikit gugup, sekarang dia memiliki tanggung jawab di pundaknya.
Calon bayi nya juga istrinya, dia harus melindungi mereka sembari menjalankan misi berbahaya.
"Sesuai dugaan mu Bos, penyamaran Sin dan Fin berhasil, mereka akan melakukan pertemuan besar minggu ini, dimana Fin dan Sin sepertinya akan menggantikan posisi George Serge,"
Yuza memberikan laporannya mengenai misi kedua anggota mereka yang lain.
Minggu ini akan ada pertemuan besar, dimana saat itu akan diketahui siapa ketua dari perkumpulan gelap dan mengerikan itu.
Yang bahkan bisa meruntuhkan Georg Serge begitu saja.
Pastinya organisasi itu sangat berbahaya, dan kematian kakek Alexander pasti berhubungan dengan organisasi tersebut.
"Lakukan sesuai rencana, katakan pada mereka jangan sampai ada kesalahan sedikit pun,"
"Kita harus menyelesaikan nya secepat mungkin, dan katakan pada Sin dan Fin untuk mendata seluruh orang yang hadir disana nantinya, pertama-tama kita harus mengenal musuh kita secara menyeluruh,"
Alex memberikan perintahnya kepada Yuza, dimana hal itu segera disanggupi oleh anggotanya tersebut.
Setelah memberikan perintah kepada Yuza, Alex tengah menghembuskan asap rokok ke udara, lalu ia menatap lurus.
"Kakek, sekarang aku sudah memiliki istri dan calon anak, sekarang aku memiliki tujuan hidup yang baru, aku akan pastikan membalas kematian mu, tetapi sekarang aku juga harus melindungi keluarga kecilku,"
Alex berbicara kecil, dia melihat rokok yang ada di genggaman nya lalu ia ingat jika istrinya sudah hamil.
Dia kemudian tersenyum, dia mematikan rokok dan pipinya merona.
"Siapa yang menduga aku akhirnya menikah, dan rasanya tidak buruk sama sekali, bagaimana ya ... rasanya seperti aku merasa nyaman dan dia seolah sudah menjadi milikku seutuhnya!"
Alex merasa ketenangan yang luar biasa karena pernikahan mendadak nya dengan Kiara.
Rasanya dia telah memiliki Kiara seutuhnya.
Sepertinya perkataan Pak Roy mengenai pernikahan bukan hanya berlaku untuk wanita, akan tetapi untuk lelaki juga.
Setelah menikah maka kita akan merasa terikat dan saling memiliki dan itu sangat disenangi oleh Alexander.
Disamping itu, Alexander yang mengetahui seberapa besar dan seberapa kuat musuhnya, sudah tahu langkah apa yang harus ia ambil.
Dia harus segera pulang dan meminta dukungan dari ayahnya, perusahaan keluarga Grey adalah perusahaan yang tidak terikat dengan organisasi manapun dan tidak bisa ditumbangkan oleh siapapun karena begitu kokoh dan kuatnya perusahaan itu.
__ADS_1
Alexander Grey membutuhkan payung dari kehebatan keluarganya untuk bisa menyelesaikan misi terakhirnya itu.
"Ah, pasti akan sangat menyebalkan nanti bertemu ayah dan meminta bantuannya, tapi tidak apa yang penting misi ku berhasil!" geram Alexander sudah mempersiapkan dirinya untuk menerima ucapan yang akan membuat emosinya naik dari ayahnya nanti.
Bukan hanya itu, setelah ia menikah dengan Kiara, dia harus pergi menjumpai ayah Layla, Alexander akan meminta maaf dengan tulus karena dia ingin mengakhiri pertunangannya dengan baik-baik.
Ya, hanya karena pernikahan itu Alex bahkan hendak meminta maaf, sesuatu yang tidak akan pernah ia lakukan sebelumnya.
Sungguh, Kiara benar-benar membawa pengaruh besar kedalam hidup Alexander.
***
Sedangkan Kiara, dia memang disuruh istirahat akan tetapi dia ingin segera mandi, dia merasa badannya lengket dan dia sedikit gerah sebab berada di rumah sakit semalaman.
Kiara tengah berdiri di depan cermin sekarang ...
Dia mengusap perutnya yang masih rata.
"Sekarang tanpa aku sadari aku akan menjadi seorang Ibu ...." Tanpa sadar Kiara tersenyum lembut.
"Aku mungkin belum siap sama sekali, karena semua ini terlalu terburu-buru, akan tetapi aku senang kau datang kedalam hidup ku,"
"Aku berjanji akan melindungi mu, dan akan menjadi Ibu yang membanggakan untukmu,"
"Aku tidak akan lagi menundukkan kepala dan selalu meminta maaf jika aku tidak salah, karena sekarang aku harus memberikan contoh untuk mu,"
Kiara berbicara dan akan memusatkan keberaniannya.
Selama ini dia mengalah karena dia tdiak memiliki siapapun untuk dilindungi, dia menundukkan kepala karena merasa dia akan lebih aman jika menunduk.
Kiara adalah tipe orang yang tdiak ingin mencari masalah untuk dirinya sendiri.
Akan tetapi sekarang sudah ada calon bayinya, dimana dia harus bisa melindungi diri dan juga harga dirinya mulai dari sekarang.
Dia harus menjadi ibu yang kuat, karena dia tidak akan tahu apa yang akan terjadi kedepannya.
"Sayang ...."
Alex memanggil istrinya, namun ia tidak menemukan istrinya di ranjang.
"SAYANG!"
Entah mengapa Alex langsung panik, mungkin karena Kiara selalu saja kabur membuat Alex selalu tidak tenang jika tidak menemukan Kiara.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Langkah kakinya melangkah dengan cepat, dia segera berlari kearah kamar mandi dan membuka pintu.
"Sayang ...."
Dengan nafas yang terengah-engah dia akhirnya melihat Kiara ada disana tengah berdiri di depan cermin dan sudah menatap kearahnya.
"Sayang ... apa yang kau lakukan? aku kan sudah bilang kau harus istirahat, kau sedang hamil muda, bagaimana jika kau terluka ....x
Alex langsung mengomel sembari melangkahkan kakinya dengan cepat kearah Kiara.
Lalu tanpa aba-aba segera menarik tangan istrinya dan mendekapnya erat sekali.
"Ah ... iya, disamping menjadi seorang Ibu aku juga sudah menjadi seorang istri, walau hanya istri rahasia akan tetapi aku sudah mendapatkan posisi penting di sisinya,"
Kiara berbicara dalam hatinya, terdiam dalam pelukan suaminya.
Kiara semakin menemukan alasan kuat untuknya agar segera menjadi wanita kuat, bukan hanya untuk bayi mereka, akan tetapi untuk mendukung Alex juga.
Kiara tahu tantangan di hadapannya akan semakin rumit dan menyakinkan, belum lagi ia akan bertemu dengan ayah mertuanya yang pasti tidak akan merestui hubungan mereka.
Jika Kiara terus menjadi wanita lemah maka dia hanya akan menjadi beban, jadi Kiara harus bisa belajar membela dirinya sendiri mulai dari sekarang.
__ADS_1
"Kenapa diam saja? apakah kau remeh padaku? karena kau tahu aku sangat menyukai mu dan mengkhawatirkan mu?"
Alex melonggarkan pelukannya sejenak, lalu ia menatap kebawah kearah istrinya yang juga tenaga melihat kearahnya.
Kiara menggelengkan kepalanya, lalu ia tersenyum.
"Aku hanya berpikir, sebentar lagi aku akan menjadi Ibu, aku merasa harus belajar banyak hal, apalagi ayah mu belum merestui hubungan kita ...."
"Aku harus menjadi wanita yang kuat mulai dari sekarang demi calon bayi kita ...."
Kiara menyatakan pikirannya, hal itu membuat Alex terkagum-kagum.
Matanya berbinar dan jantungnya berdegup sangat kencang.
"Bayi kita ..." Alex memalingkan wajahnya sebentar, pipinya merah sekali.
Dia suka saat Kiara mengatakan kata 'Bayi kita'
Itu terdengar sangat intim dan dekat bagi Alex.
"Sayang ... aku senang kau ingin merubah karakter lemah mu, tetapi tenang saja, apapun yang terjadi di depan aku tdiak akan pernah melepaskan tanganmu ..."
"Aku juga akan melakukan apapun agar Ayah merestui hubungan kita, tenang saja dan bersandar padaku mulai dari sekarang ...."
Alex berbicara sabar lembut.
Alex sudah melihat masa depannya, banyak hal yang harus ia lakukan tetapi yang paling utama adalah melindungi calon anak dan istrinya.
Saat mendengar ucapan suaminya, mata Kiara melebar, jantungnya berdegup sangat kencang.
Ia ingat saat lalu, ketika ia meragukan segala ucapan Alexander.
Tetapi sekarang mulai berubah.
"Ah ... mungkin memang aku harus kepadanya mulai dari hari ini, lagian dia sudah menjadi suamiku!"
Kiara menganggukkan kepalanya, lalu ia memejamkan matanya dan untuk pertama kali mencium suaminya.
Dia menjijitkan kakinya, lalu menyentuh bibir Alex dengan bibirnya.
"Aku menantikan masa depan bersamamu, apapun itu jika kau tidak meninggalkan aku, aku akan mendukung mu!"
Dengan sangat lembut, Kiara berbicara namun ia tidak sadar jika perlakuannya ini membuat Alex tidak bisa lagi menggambarkan betapa jantungnya rasanya mau meledak.
"Hah ... hah!"
Nafasnya menjadi berat dan dia menarik pinggang istrinya yang Baru saja hendak mengakhiri ciuman mereka.
"Sayang ... aku sudah menduga ini setelah kau mengandung anakku kau menjadi semakin berani ... kau membuatku semakin tergila-gila!"
Alexander menarik pinggang istrinya dan memeluknya erat sekali sembari membisik dan tersenyum nakal.
Kemudian mencium Kiara lagi dengan cara yang benar.
***
Mulai dari detik ini, kehidupan Kiara akan berubah seutuhnya, dia akan menjadi seorang Ibu dan istri yang akan memiliki peranan penting untuk keluarga kecilnya.
.
.
.
Tamat
***
__ADS_1
Lanjut di season dua yaa.