
Episode 61 : Keputusan ada di tanganmu!
***
Masih di kamar pribadi Alexander Grey,
Nafasnya mulai tidak beraturan, “Ka … kalau aku tetap tidak mau?" seru Kiara terdengar semakin takut dan gugup.
“Aku tidak akan memaksa, tetapi mungkin besok yayasan keluarga angkat mu mungkin sudah lenyap, kau pastinya sudah sadar jika aku bisa melakukan apa saja!” ucap Alexander menyeringai.
Entah kenapa malam itu dia menunjukkan wajah aslinya pada Kiara.
***
Setelah semua ucapan Alexander Grey, Kiara akhirnya sadar jika dia telah disudutkan seperti seekor predator yang menyudutkan mangsa yang hendak ia santap.
Dari semua penjelasan Alexander menyadarkan Kiara jika hal itu tidak bisa ditolak olehnya.
“Bagaimana? Keputusan ada di tanganmu,” bisik Alexander lagi, tetapi matanya tajam seolah ada sesuatu yang tersembunyi didalamnya.
“Aku tahu, jika aku menolak kau akan tetap melakukan apa yang kau mau, aku sama sekali tidak memiliki hak untuk berpendapat, aku hanya ingin tahu apakah menyenangkan mempermainkan hidupku, apakah sebegitu menyenangkan merebut kebebasanku,” jawab Kiara menunduk, dia sekali lagi disadarkan jika dari segala sisi kehidupannya tidak ada hal baik yang datang kepadanya.
Bahkan seseorang yang mengejaknya pulang ternyata hanya ingin tubuhnya, hanya ingin dia menjadi simpanannya.
“Aku tidak mempermainkan hidupmu, aku hanya ingin memberikan kesenangan dan kenangan kedalam hidupmu, setelah kontrak kita berakhir kau akan medapatkan segala yang kau inginkan termasuk kebebasan bukan?” goda Alexander lagi benar-benar pintar menghasut orang lain.
Kiara berpikir lagi, daripada jatuh ke jurang dan tidak mendapatkan apa-apa, memang lebih baik mengikuti apa yang ditawarkan oleh Alexander, sebagian dari tubuhnya sudah jatuh kedalam jebakan Alexander, jadi sudah tidak ada jalan untuk kembali.
“Berjanjilah, kau akan melepaskan aku setelah kontrak kita usai,” seru Kiara lagi sudah menyerah, dia tahu dia tidak memiliki apapun untuk menjadi bahan pertimbangan lagi.
Mendengar itu Alexander terkekeh, dia kemudian mendekat semakin dekat, nafasnya bahkan terasa diwajah Kiara, rasanya hangat dan wangi mint yang terasa dari nafas lelaki ini sungguh memabukkan.
“Iya, lagian aku tidak akan bisa bersama dengan wanita lebih lama dari itu, tenang saja,” bisik Alexander mulai melancarkan aksinya.
Dia mengusap wajah Kiara yang sedang menunduk, dia memperhatikan wajahnya, “Karena kau sudah setuju, sekarang peluk aku,” ucap Alexander masih berada dekat sekali dengan wajah Kiara.
__ADS_1
Tangan Kiara yang gemetaran dan matanya yang bahkan tidak berani melihat kearah Alexander, dia terlihat sangat gugup dan malu.
“Apa yang kau lakukan? Kau sudah setuju sekarang kau harus melakukan apa yang aku suruh lakukan,” seru Alexander lagi setelah melihat Kiara sedang terdiam membeku.
“Hah! Apakah dia tidak tahu aku terlalu takut dan malu? Masih harus memeluk dia lagi, sebenarnya segila apa imajinasi nakal yang ada di otaknya ini! Kenapa hidupku bisa sesial ini!” teriak Kiara tetapi tentu saja hanya dalam hatinya.
“Jangan sampai aku yang memelukmu, aku akan merobek pakaianmu dan menghabisimu jika aku yang melakukannya lebih dulu!’ sekarang nada suara Alexander sudah memekik dan matanya semakin tajam.
“Me … merobek bajuku? Setelah tadi membuang bajuku sekarang mau merobek bajuku? Kenapa bajuku selalu menjadi sasaran? Apa salah bajuku! Dasar mesum! Aaaa! Aku bisa gila!” seru Kiara sedang berkecamuk dalam batinnya.
“Tu … tunggu Tuan, aku akan melakukannya,” balas Kiara masih menunduk dan malu.
Dengan memaksakan diri dan manahan malu, dia mulai memeluk Alexander Grey yang sedang memangku dirinya, tetapi salah satu tangannya menutupi bagian dadanya agar tidak bersentuhan dengan Alexander.
“Su … sudah Tuan,” ucap Kiara setelah melingkarkan salah satu tangannya ke tubuh Alexander Grey.
“Ck, tanganmu yang satunya lagi kenapa menutupi dada mu? cepat peluk aku dengan sungguh-sungguh, aku sedang tidak main-main!" ketus Alexander lagi.
“Kenapa lelaki ini teliti sekali dalam hal beginian, aku terlalu malu! Berikan aku waktu untuk mendalami peran simapanan aneh yang tidak masuk akal ini!” lagi-lagi Kiara bergumam, karena tidak bisa menentang dia hanya bisa melawan dari dalam hatinya saja.
Dia akhirnya memeluk Alexander dengan kedua tangannya, mereka terlihat sangat mesra dan intim.
Alexander membalas pelukan Kiara dengan melingkarkan tangannya di pinggang Kiara, sedangkan Kiara harus memejamkan matanya dan membayangkan Alexander sebagai bantal guling saja yang ia peluk setiap malam.
Apalagi sekarang Alexander memangku dirinya, rasanya Kiara yang belum pernah melakukan semuanya ini ingin mengubur dirinya sendiri saja saking malunya.
“Haaah!”
Nafas Alexander kemudian menghembus berat, seperti melepaskan penat yang ia dapatkan seharian, dia bersandar di pundak Kiara yang sedang memeluknya dengan nyaman.
“Biarkan begini sebentar, rasanya nyaman sekali jika kau memeluk aku seperti ini, biarkan aku melepas lelahku dengan ini! Jangan coba-coba bergerak ya!" seru Alexander memeluk Kiara dengan begitu nyaman.
***
Lalu ....
__ADS_1
Lima menit telah berlalu, sepuluh menit bahkan setengah jam, Kiara sudah mengantuk dan pegal dipeluk sedari tadi dengan posisi yang sama.
“Aku mengantuk sekali, tubuhku juga pegal, bagaimana ini, aku terlalu takut untuk memberitahukan dia, apakah simpanan melakukan tugas seberat ini?" gumam Kiara sudah merasa sangat pegal selama 30 menit penuh di peluk sangat erat oleh Alexander Grey.
“Tidak boleh, simpanan juga manusia, bisa lelah, jadi aku harus bilang!” seru Kiara lagi menyemangati dirinya.
“Tu … Tuan, su … sudah 30 menit dengan posisi ini, tidakkah kita harus tidur? Aku mengantuk,” seru Kiara memberanikan dirinya, seolah keberaniannya ia kumpulkan hanya untuk hari ini.
Alexander yang mendengar itu kemudian melonggarkan pelukannya sebentar, dia tersenyum nakal dan melihat dengan tajam kearah Kiara. “Ho? Sayang, aku tidak tahu kau sangat bersemangat untuk hal itu, tenang saja aku pasti akan memuaskan mu, tetapi aku harus mandi dulu,” bisik Alexander tersenyum lebar.
Dia juga mengusap rambut Kiara yang sedang bingungan dengan ucapannya, lalu Alexander bangkit untuk segera membersihkan dirinya.
Kiara masih duduk di kursi sofa setelah Alexander pergi membersihkan dirinya, Kiara yang ditinggalkan dengan seribu pertanyaan itu kebingungan dengan ucapan nakal Alexander Grey.
“Ma … maksud dia dengan memuaskan aku itu apa? Aku tidak mengerti! Ah! Aku tidak peduli lebih baik aku tidur!” ketus Kiara tidak mau kepalanya pecah hanya untuk memikirkan hal itu, jadi dia segera naik ke ranjang dan tidur.
.
.
.
.
Halo semuanya, mau kasih tau lagi kalau novel ini adalah novel lama author ya.
Maaf jika ada beberapa kesalahan dan temanya mirip dengan novel mafia ku.
Jika kalian menemukan kesalahan mohon di komen saja ya, biar nanti aku revisi.
Terimakasih semuanya.
Salam
Author Joy.
__ADS_1