
Episode 117 : Hanya seorang simpanan.
**
Kiara menunduk dan wajahnya memerah tidak bisa ia tutupi.
Setelah terbang ke langit ke tujuh lagi-lagi Kiara dipaksa bangun oleh kenyataan, jika Alexander tidak akan pernah menjadi miliknya.
Sarah Serge merasa dia terlihat sangat cantik malam ini, dia menatap Alexander penuh rasa bangga, dia yakin jika dirinya pasti sudah membuat Alexander terpesona akan dirinya.
Kiara yang menyadari posisinya sekali lagi menghela nafas panjang, sedari awal dia tidak ingin menggunakan perasaan atau apapun.
Tetapi sebagai seorang wanita yang selalu saja digoda juga hatinya yang selalu berdegup karena kelembutan sikap Alexander padanya, tentu saja dia merasakan sesuatu juga.
Kiara hanyalah gadis biasa, sekeras apapun ia menolak rasa sukanya, dia tetap tidak akan mampu jika pria yang menggoda adalah Alexander Grey.
“Sayang, aku membawakan kamu hadiah loh,” seru Sarah Serge dengan gaya nya yang manja, dia membuka tasnya dan mengambil sebuah gelang kecil.
“Aku membuatnya sendiri, kau suka kan?” sembari melirik kearah Kiara, Sarah bersandar di sisi Alexander Grey, dia ingin menunjukkan seberapa dekat dia dengan Alexander.
Karena Alexander Grey masih harus menjalankan rencananya tentu saja dia harus membuat Sarah merasa dicintai, walau sebenarnya dia sudah kesal, mengapa Sarah bisa ada disini bersama mereka, tetapi dia tidak boleh merusak rencana yang sudah mereka lancarkan beberapa waktu terakhir.
“Aku suka, kau baik sekali memberikan aku hadiah seperti ini,” balas Alexander tersenyum dengan senyuman palsunya, dia sedikit melirik kearah Kiara, tetapi Kiara biasa saja, tidak menunjukkan ekspresi apapun, dia hanya diam.
Sesekali Sin akan mengajak Kiara seperti sedang berbicara agar suasana tidak terlalu kaku.
“Apakah makanannya enak? Adik?” tanya Sin menggandeng Kiara dengan senyuman lebar nan kaku.
“Umm, e … enak Kakak, hehe” jawab Kiara tersenyum kaku juga.
Tentu saja Alexander yang melihat hal itu meledak-ledak bagaikan bara api, dia ingin sekali melempar Sin keluar karena berani merangkul wanitanya.
Matanya langsung melotot bagaikan iblis menatap Sin, dan dengan isyarat agar tangannya berhenti merangkul wanitanya.
'Awas kau ya Sin, akan ku lempar kau sehabis ini! beraninya kau mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk menyentuh wanitaku!' geram Alexander meledak-ledak dalam hatinya.
Mengetahui aura buruk sedang mengintai dirinya, secara perlahan Sin melepas rangkulannya dari Kiara, dia berdehem tipis agar tidak terlihat kaku.
Sarah terlihat sangat cerewet, sok dekat dan manja pada Alexander Grey, rasanya Kiara ingin melarikan diri, dia tidak ingin ada ditempat dimana dia tidak diterima seperti ini.
__ADS_1
Dia jelas-jelas telah dihina oleh Alexander, dia jelas-jelas telah dijadikan wanita simpanan semata.
'Cih, sebenarnya gadis bernama Kiara ini apakah benar hanya adik rekan Alexander? Kenapa sedari tadi Alexander melirik kearahnya?' benak Sarah semakin murka.
Dia tidak suka saat lelaki miliknya melirik orang lain.
'Tidak akan kubiarkan, akan kutunjukkan seberapa tidak penting dia, aku ini calon istri Alexander Grey, aku bisa melakukan apa saja!’ geram Sarah semakin berang.
“Sayang, aku punya hadiah yang lain loh,” seru Sarah tersenyum manja.
Saat Alexander belum sempat menoleh.
“Cup!”
Sarah langsung mengecup bibir Alexander Grey dihadapan Sin, Fin, Yuza dan Kiara.
Mata semua orang langsung terpaku, dan terbelalak, mereka sudah seperti nyamuk dan tidak dihiraukan oleh Sarah Serge.
Makan malam yang seharusnya dihadiri oleh orang-orang dekat Alexander berubah menjadi sangat kaku dan tidak menyenangkan.
Saat kecupan itu mendarat Alexander hanya melihat satu orang yaitu Kiara, dia penasaran bagaimana reaksi Kiara, tetapi tetap saja Kiara seperti biasa saja tidak menunjukkan kemarahan ataupun rasa cemburu.
***
“Bos, karena calon istrimu sudah datang, kami harus segera pergi bertugas, jadi ….” Yuza langsung menemukan alasan yang tepat.
Alexander juga ingin mereka semua pergi, dia tidak ingin berlama-lama dilihat oleh Kiara bermesraan dengan gadis yang lain.
“Um, I … iya Bos, kami harus segera pergi,” seru Fin menyahuti Yuza, dia tahu dari tatapan Alexander Grey jika hal itu juga sangat diinginkan oleh Alexander.
Sarah yang mendengar hal itu tersenyum penuh kemenangan, dia merasa menang dan tersenyum penuh rasa bangga kearah Kiara.
“Ayo, adik!” Sin juga memanggil Kiara agar mereka semua segera pergi.
Tentu saja tanpa bisa melakukan apapun Kiara mengikuti, akhirnya mereka berempat pergi dari ruangan itu, hanya ada Sarah dan Alexander Grey saja yang ada disana sekarang.
***
Ketiga anggota kepercayaan Alexander Grey segera membawa Kiara pulang, di dalam perjalanan Kiara menyadarkan dirinya lagi.
__ADS_1
'Dasar play boy, dia bilang suka padaku hanya untuk mempermainkan aku saja, malunya aku hampir luluh, astaga!' geram Kiara hampir menangis namun ia tahan, dia tidak ingin tampak lemah apalagi soal cinta anehnya itu.
Ketiga anggota Alexander juga tidak bisa menjelaskan pada Kiara, karena rencana mereka sangat penting jadi tidak boleh dibocorkan kepada siapapun.
***
Hanya dalam beberapa saat, Kiara telah sampai di kediaman Alexander Grey, dia langsung pergi mandi dengan rasa kesal yang menggebu-gebu.
“Dia membawa ku pergi berdandan hanya untuk mempermalukan aku, sial!” teriak Kiara masih kesal, dia tidak bisa mengeluarkan kekesalannya pada Alexander Grey.
Jadi dia hanya bisa bertengkar dengan dirinya sendiri.
Dia melempar dirinya ke ranjang saat sudah selesai mandi, dia memukul bantal dan meninju udara seperti sedang bergulat, sampai akhirnya ia lelah, matanya melihat langit-langit, dia menjadi sedih lagi, perasaannya seperti roller coaster sekarang.
Bagaimana tidak, Alexander Grey baru saja mengungkapkan rasa cintanya, tetapi malah bermesraan dengan gadis lain saat hari itu juga.
“Pembohong, dia bahkan tersenyum pada calon istrinya itu, hiks, aku sungguh hanyalah mainan yang tidak diinginkan, aku benci kau! aiss!” kesal Kiara memeluk guling yang ada di sisinya.
***
Hanya berselang waktu sebentar, saat Kiara hampir tidur, ada seseorang masuk kedalam kamar, entah bagaimana caranya tetap Alexander dengan cepat bisa pulang.
Dia membuat Sarah mabuk dan diantar oleh anggotanya ke kediaman Sarah, sedangkan Alexander dengan segera pulang ke rumah untuk menjumpai wanitanya.
Alexander melepaskan jas dan dasi yang ia kenakan, dia naik keatas ranjang dan mengusap rambut Kiara.
Kiara yang masih setengah tidur mengadakan jika Alex sudah pulang, tetapi karena masih kesal Kiara mencoba tetap menutup matanya dan tidak menghiraukan Alex sebisa mungkin.
“Sayang,” bisik Alexander Grey dekat sekali ditelinga Kiara.
Alexander tahu jika Kiara belum tertidur, melihat dari gerak gerik matanya.
“Sayang, aku tahu kau belum tidur, jika kau tidak ingin aku menghabisimu sekarang, cepatlah buka matamu dan lihat aku,” bisik Alexander Grey lagi semakin dekat.
Nafasnya terasa panas, membuat Kiara semakin berang.
Sudah tadi dipermalukan, sekarang tidurnya pun diganggu.
.
__ADS_1
.
.