Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 223 : Tidak sabar bertemu dengan Kiara.


__ADS_3

S2. Episode 223 : Tidak sabar bertemu dengan Kiara.


***


Perkumpulan Dawn, hanyalah salah satu dari banyaknya perkumpulan mengerikan di dunia.


Yang memeras masyarakat bawah untuk kepentingan pribadi kelompok mereka.


Dari hal itu, Alex malah semakin bersemangat untuk memberantas mereka semua, agar tidak ada lagi korban seperti dirinya, Fin, Sin dan Yuza.


"Tapi pulanglah dulu, aku benar-benar khawatir kepada mu, maafkan aku ... mungkin karena aku sedang hamil muda, aku tidak bisa mengontrol pikiran ku,"


"Tolong cepatlah pulang ..."


Kiara benar-benar khawatir sekali, mengetahui suaminya melakukan sesuatu yang bergaya sungguh membuat jantungnya berdegup tak karuan.


"Sayang ... jangan menangis lagi, aku akan pulang sebentar lagi ...."


*Ketika Alex tengah berbicara dengan Kiara*


"Tuan, kendaraan milik Tuan Nelson Dutch sudah tiba ..."


Anak buah Alexander mengatakan jika Nelson Dutch sudah tiba di titik pertemuan mereka.


"Sayang ... aku mencintaimu, aku tutup telepon nya dulu ya, tenang saja besok aku sudah akan sampai di rumah ..."


Alex harus membicarakan mengenai beberapa hal penting dengan Nelson Dutch.


"Ummm, aku menunggu mu pulang, aku juga mencintaimu," balas Kiara mematikan panggilan nya dan tidak bisa menutupi dirinya dari kekhawatiran yang berlebihan.


*Blush*


Pipi Alex langsung memerah lagi, bagaimana Kiara mengatakan aku mencintaimu sekali lagi sungguh mendebarkan Alexander.


"Dasar istri nakal, menggodaku ketika aku berjauhan dengannya!"


"Sabar Alex, cepatlah selesaikan urusan mu disini agar bisa cepat pulang!"


Gerutu Alex benar-benar selalu menganggap istrinya menggodanya, padahal sebenarnya tidak begitu.


Setelah itu, Alexander keluar dari mobil menyambut Nelson Dutch yang sudah melakukan bagiannya.


Nelson Dutch dan Alexander berbicara banyak hal dan mendapatkan beberapa keputusan dari pembicaraan mereka.


Ialah, Alexander akan tetap menjadi ketua mafia, dimana keluarga Dutch akan membantu Alexander dalam berbagai misi berbahaya.


Karena Nelson Dutch pun yakin, jika masih banyak orang-orang berbahaya seperti Goran di dunia ini.


Nelson Dutch juga tidak ingin ada korban seperti dia dan keluarganya, sama seperti pemikiran Alexander.


"Bagaimana dengan putriku, apakah dia akan baik-baik saja dengan informasi itu?"


Nelson membahas mengenai Kiara.


Tentu saja Nelson Dutch khawatir mengenai Kiara.


"Tenang saja Tuan Nelson, istriku itu memiliki hati yang sangat lembut, hatinya bahkan terlalu baik sampai membuatku khawatir, dia pasti akan bahagia sekali mengetahui jika dia memiliki orangtua, mungkin dia akan terkejut di awal, namun dia pasti akan terbiasa ..."

__ADS_1


Alex tersenyum sangat cerah dan manis ketika membicarakan mengenai Kiara.


Nelson langsung sadar dan mengenali wajah dan ekspresi itu.


Ekspresi itu hanya dimiliki oleh mereka yang membicarakan orang yang mereka cintai.


Nelson langsung tahu jika Alex benar-benar mencintai putrinya itu.


"Aku sudah menceritakan hal ini kepada istriku, awalnya dia tidak mengerti namun dia menjadi tenang beberapa waktu belakangan karena aku menunjukkan foto putri kami ..."


"Aku tidak sabar bertemu dengan Kiara, dengan adanya Kiara, pasti istriku akan sembuh dan kehidupan ku akan kembali bahagia seperti dulu lagi ..."


Nelson sangat berharap waktu bertemu dengan Kiara bisa dipercepat.


"Aku juga berharap begitu Tuan Nelson, di samping itu, sebentar lagi pesta pernikahan ku dengan Kiara mungkin akan digelar, maafkan aku karena sebelumnya tidak merayakan pernikahan antara aku dan putrimu ..."


"Semua ini karena Goran belum ditangkap saat lalu, dan aku mengkhawatirkan Kiara jika mengumumkan dia adalah istriku di depan umum terlalu cepat ..."


"Aku ingin meminta ijin secara formal kepadamu Tuan Nelson, anda adalah Ayah kandung istriku, aku ingin anda menjadi pendamping istriku nanti di pernikahan kami ..."


Alexander membicarakan sesuatu yang benar-benar membuat Nelson terharu.


Nelson memang ayah kandung Kiara, namun dia merasa tidak pantas mendampingi putrinya karena kesalahannya dahulu mempercayai Goran, putrinya itu menderita selama hidupnya.


Tetapi ketika Alex meminta dengan hormat kepadanya, sungguh memberikan perasaan haru yang tak bisa digambarkan oleh Nelson Dutch.


"Ah, kau hampir membuat orang tua seperti ku menangis ..." Nelson menengadah sebentar agar air matanya tidak jatuh.


Lalu melanjutkan ucapannya.


"Keputusan mu cepat menyembunyikan identitas mengenai Kiara, dan aku akan sangat senang sekali jika bisa menjadi pendamping Kiara di pesta pernikahan kalian ..."


...


Kesepakatan pun telah rampung, baik Nelson maupun Alexander pulang dengan kendaraan mereka masing-masing.


Keduanya memang merupakan keluarga yang sangat kaya, dan memiliki kekuasaan masing-masing.


Jadi tidak bisa dipungkiri jika keduanya memilih pesawat pribadi masing-masing.


...


Setelah beberapa saat ...


Alexander Grey sampai di kediamannya sekitar jam 7 malam, saat itu seluruh keluarganya menunggu di ruang tamu.


Kiara yang sudah tak bisa menutupi kekhawatiran nya menunggu di lobby mansion.


Ketika melihat mobil yang dikendarai Alexander sudah berada di hadapannya.


Tak terasa bulir-bulir air matanya mengalir deras, dan Kiara berlari kearah Alexander yang baru saja turun dari mobil.


Kiara langsung memeluk suaminya erat sekali, memeluknya begitu kencang dan dia menangis dengan puas di dada bidang suaminya.


"Akhirnya kau pulang, aku benar-benar khawatir sekali ..."


"Akhirnya kau pulang ..."

__ADS_1


Kiara menangis sesenggukan, dia tidak mau melepaskan pelukannya dari suaminya.


*Blush*


Pipi Alex memerah lagi, dia membalas pelukan istrinya itu dan mengusap rambutnya.


"Aku sangat merindukanmu sayang ..."


"Kau juga merindukan aku kan?"


Alex mendekap istrinya, menunjukkan betapa dia sangat merindukan istrinya.


Padahal mereka hanya terpisah selama dua hari saja, namun mereka sudah sangat saling merindukan.


"Umm, aku juga rindu ..."


Balas Kiara menganggukkan kepalanya dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


Setelah beberapa saat berpelukan, Alex dan Kiara saling berpegangan tangan menuju ruang tamu.


Dimana seluruh keluarga menunggu kepulangan Alexander.


Dahlia langsung berlari memeluk putranya, Layla dan Arka juga melihat dengan haru.


Di sisi yang lain John Grey terlihat bangga dengan putranya, semuanya dia lakukan dengan baik.


Ternyata keputusan nya benar, menunggu Alex benar-benar mampu membalaskan dendam barulah ia beritahu rahasia yang ia ketahui.


Buktinya sekarang, musuh mereka benar-benar telah ditangkap.


'Ayah, tugasku sudah selesai, walau aku sempat dibenci oleh Alex, tapi dia benar-benar bisa menjadi kuat seperti yang Ayah katakan!'


Benak John, berbicara pelan dalam hatinya, dia sudah selesai dengan misi pribadinya dari ayahnya sendiri.


Galilea Grey, dengan membuat Alex membencinya dan dengan begitu Alex akan kuat dengan kekuatannya sendiri tanpa bantuan John Grey.


***


Disaat yang bersamaan,


Fin dan Sin juga menaiki pesawat pribadi Alexander namun di ruangan yang berbeda bersama Goran.


Mereka juga sudah sampai di markas, dan mereka akan menunjukkan kepada Goran, apa itu derita sesungguhnya.


Bahkan Yuza yang tidak terlalu tertarik dengan apapun selama ini, sudah dalam perjalanan menuju markas mereka.


.


.


.


.


Besok crazy up lagi sampai tamat, akhirnya misi final berakhir, walau banyak kekurangan, aku pribadi cukup puas dengan konflik akhirnya 🥺


Aku memang sengaja tidak melibatkan Kiara, karena Kiara sudah cukup menderita di awal-awal episode ☺️

__ADS_1


Menurut kalian gimana guys, coba tulis di kolom komentar dong pendapat kalian mengenai novel yang ini. 😍


__ADS_2