
Episode 59 : Keluarga?
***
Di perjamuan makan malam Alexander dan Sarah,
Sarah sudah menargetkan Alexander, dia akan melakukan trik agar dia bisa tidur dengan Alexander dan membuatnya menjadi miliknya secepatnya.
“Tak ... Tak ... Tak!”
Suara sepatu hak tinggi Sarah semakin mendekat kearah Alexander yang sedang minum sembari mengikuti langkah kaki Sarah.
Lalu tanpa aba-aba, Sarah dengan berani langsung duduk dipangkuan Alexander Grey.
“Alexander, kita sudah dijodohkan, aku sangat senang, bisakah kau membawaku pulang malam ini?” bisik Sarah yang sepertinya berpura-pura mabuk dihadapan Alexander Grey.
“Ho? Trik murahan seperti ini membuatku ingin muntah!” gumam Alexander tersenyum menyeringai.
“Kau nakal sekali, apakah kau tidak sabar ingin tidur denganku?” bisik Alexander menerima tantangan Sarah.
Dia akan membuat wanita ini tergila-gila padanya sampai rela melakukan apa saja untuknya.
“Bagus, dia percaya aku mabuk! Setelah ini aku akan membuatmu menjadi milikku,” gumam Sarah tersenyum puas.
“Iya sayang, aku ingin dengan cepat bisa memuaskan dirimu,” bisik Sarah semakin mengeratkan pelukannya pada Alexander.
“Baiklah, aku akan mengabulkan permintaanmu, tetapi kau harus minum ini dulu,” bisik Alexander semakin dekat, membuat Sarah semakin bersemangat dan tidak memikirkan hal yang lain.
“Oke sayang, jika hanya minum ini saja aku tidak masalah,” balas Sarah sangat bersemangat dan menggebu-gebu.
Dia langsung meneguk minuman yang ditawarkan oleh Alexander untuknya, tanpa berpikir panjang.
“Ahh, kepalaku pusing,” tiba-tiba Sarah merasa kepalanya pusing, dan tanpa menunggu waktu yang lama dia langsung pingsan.
Saat Sarah pingsan, ekspresi Alexander langsung berubah.
Dia memerintahkan anggotanya untuk menyingkirkan Sarah dari pangkuannya.
“Murahan!” ketus Alexander dengan ekspresi wajah yang jijik.
***
__ADS_1
Disaat yang sama di kediaman Alexander Grey,
Kiara dikejutkan oleh kedatangan ibunya dan Bella ke kediaman Alexander Grey, entah darimana kedua orang ini tahu lokasi rumah Alexander Grey.
Sekarang mereka sedang duduk di ruang tamu yang begitu luas, Kiara melihat pipi Bella yang membiru dan matanya yang bengkak seperti baru menangis habis-habisan.
“Kiara,”
Ibunya langsung datang berlutut kehadapan Kiara dan menangis.
“Tolong maafkan kakakmu, dia tidak bermaksud melakukan itu, jadi tolong maafkan dia,” Ibu angkatnya menangis tersedu-sedu.
Kiara semakin bingung, matanya membelalak dan tubuh bergetar.
Dia melihat kearah Bella yang hanya terdiam dan membuang muka.
Kiara akhirnya tahu jika yang menyebarkan berita palsu itu adalah kakak angkatnya sendiri.
“Kiara, mau bagaimanapun kami ini adalah keluargamu, jika yayasan ayahmu bangkrut mau darimana kita bisa hidup? Juga minggu depan kakakmu tunangan, jika ini terus berlanjut pasti acara tunangannya akan dibatalkan, kumohon setidaknya maafkan kakakmu demi masa depannya,” seru ibunya lagi sungguh tidak tahu malu.
Mendengar itu Kiara terdiam, dia mencengkeram tangannya dan tubuhnya bergetar.
“Keluarga? Ibu bilang aku keluarga Ibu? Apakah Ibu yakin dengan kata-kata Ibu? Saat aku disuruh pindah secara paksa kesini, Ibu langsung mengirim barang-barangku, jika Ibu adalah keluargaku, Ibu pasti melarangku dan memarahi orang yang memaksaku tinggal disini.”
“Selama ini aku selalu menerima kata hinaan, aku juga akan dimarahi tanpa sebab, aku selalu berusaha tetapi ayah dan Ibu hanya melihat Kak Bella, apakah itu disebut keluarga?”
“Aku tidak tahu apa yang terjadi tetapi sebaiknya Ibu dan Kak Bella pulang saja, aku tidak memiliki apapun untuk dibicarakan lagi,” seru Kiara hendak berdiri dan meninggalkan Bella dan ibunya.
Melihat itu Bella merasa sangat jijik dan murka.
“Heh, perempuan sialan! Kau itu hanya anak sial yang diadopsi ayah dan ibuku, apakah kau belum paham? Kehadiranmu hanyalah benalu dikeluargaku! Kak Bian juga tidak akan kenal denganmu jika bukan karena kau tinggal dirumahku dan menjadi adikku!”
“Sekarang kau melupakan jasa ayah dan ibuku hanya karena kau memiliki pendukung hah? Jika kau tidak bilang pada Tuan Alexander telah berdamai dengan aku dan ibuku apakah kau tahu apa yang akan dilakukan Tuan Alexander?”
“Dia akan menghancurkan yayasan yang dibangun ayah, keluarga akan dipermalukan, jika keluarga dipermalukan maka namamu juga akan ikut malu!”
“Jadi jangan banyak gaya dan lakukan tugasmu sebagai hutang budi kepada ayah dan ibuku! Sialan!” Bella berteriak mengeluarkan kekesalan dan rasa bencinya pada Kiara.
Mendengar hal itu Kiara berhenti dan diam sebentar.
“Hutang budi? Ya, aku akan melakukannya sebagai hutang budi, tetapi jika sekali lagi kau menjebakku dan mencari masalah denganku, aku tidak akan mau membantumu lagi!”
__ADS_1
“Aku tidak tahu kenapa kau sangat membenci aku, tetapi ini adalah terakhir kalinya aku mengampunimu!”
Kiara tidak menangis sama sekali, dia hanya marah, dia mengira ibunya datang untuk menanyakan kabar tetapi ternyata harapannya akan selalu musnah.
Ibunya datang hanya karena dapat ancaman secara langsung dari Alexander Grey.
Bella yang melihat lagi-lagi Kiara menang darinya mencengkeram tangannya.
Kemarahan terlihat jelas dimatanya, “Brengsek! Kau boleh menang kali ini, tetapi saat Tuan Alexander mencampakkan kau, aku akan menghabisimu saat itu!” geram Bella menanamkan dendam kesumat dihatinya pada Kiara.
Bagaimana tidak, sebelum Bella dan Ibunya datang, Alexander telah menyebarkan rumor tentang Bella, rumor tidak berdasar jika Bella telah menjual dirinya pada lelaki tua demi uang.
Alexander datang sendiri ke kediaman Bella, dia memberikan ancaman pada keluarga Bella karena telah mengusik Kiara.
Alexander bahkan menyuruh Ibu Bella untuk menampar pipi Bella sampai membekas, karena kata Alexander dia tidak ingin menyentuh barang murahan.
Alexander memberikan waktu selama satu hari untuk datang memohon ampun pada Kiara, jika Kiara menerima ampunan mereka maka Alexander akan memikirkan kembali untuk menarik berita palsu itu dan menghancurkan yayasan ayahnya.
Karena itulah mengapa Ibu Bella dan dirinya sampai rela datang memohon ampun pada Kiara, walau nyatanya Bella tetap angkuh dan tidak melakukan hal itu.
***
Waktu akhirnya berlalu, Kiara semakin takut pada sosok Alexander Grey, dia bahkan tidak menyangka Alexander bisa membuat Ibu angkatnya dan Bella bersikap seperti itu.
Dia berjalan mondar-mandir menunggu Alexander pulang, dia gugup dan selalu melihat ke balkon apakah Alexander sudah pulang atau belum.
Banyak hal yang hendak ia tanyakan, juga agar melepaskan keluarganya.
Ucapan Bella ada benarnya juga, jika keluarga angkatnya dipermalukan maka namanya juga akan buruk, Kiara khawatir jika nanti hal itu berpotensi menghalangi dirinya mencari kerja.
Kiara kembali ke balkon dan melihat kebawah, jika mobil Alexander sudan datang namun ada yang aneh, Alexander datang bersama gadis yang sangat cantik, gadis itu kelihatannya tidur dan dibawa oleh anggota Alexander ke kediaman Alexander Grey.
“Deg!”
Entah mengapa ada rasa ngilu dirasakan oleh Kiara saat melihat Alexander membawa seorang gadis lain ke rumahnya.
Seolah mengatakan bahwa Alexander memang hanyalah seorang pria yang suka bermain-main termasuk kepada dirinya.
.
.
__ADS_1
.
.