Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kau hanya milikku seorang!


__ADS_3

Episode 123 : Kau hanya milikku seorang!


**


Alexander Grey akhirnya melakukan olahraga panas itu lagi, entah kenapa dari semua wanita hanya Kiara yang berani menolak dirinya, tidak pernah sekalipun Kiara menurut, selalu dipaksa, itu membuat Dam merasa jika Kiara sungguh tidak memiliki perasaan kepadanya.


Tetapi bukan Alexander namanya jika tidak memaksakan kehendaknya, dia akan membuat Kiara selamanya terikat disisinya, dia juga akan mencari tahu mengapa pernikahan begitu penting wanita seperti Kiara.


Wanita-wanita yang selama ini menggodanya tidak pernah meminta pernikahan yang mereka minta hanya uang dan materi.


Lalu mengapa Kiara terasa berbeda, tidak pernah menginginkan materi atau uang hanya sebuah status diatas kertas yang tidak ada harganya bagi Alexander Grey.


Kiara hanya menangis saja dibawahnya, Kiara merasa sangat tidak berharga sekarang.


Pernyataan cinta yang dikatakan oleh Alexander terasa kosong, hanya seperti sebuah godaan untuk masuk kedalam perangkap menyakitkan yang tidak memiliki jalan keluar.


'Aku tidak mau, kenapa harus seperti ini, kenapa hidupku harus sesusah ini, hanya untuk bertahan hidup kenapa sulit sekali, kenapa masalah selalu datang kepadaku dan kenapa aku selalu dihadapkan dengan orang-orang berkuasa seperti dia ini, aku sudah tidak tahu lagi,' batin Kiara sedang berdebat, bagaimana dia tidak pernah merasakan kebebasan,


Selama ini, dia selalu bekerja keras untuk mendapatkan apa yang ia mau, selalu saja bekerja lebih keras dari orang lain untuk menghidupi dirinya, tetapi selalu saja ada rintangan yang membuat dirinya tidak berdaya.


Pertemuan tidak terduga dirinya dengan Alexander Grey dikira akan sementara, tidak berkesan dan akan mudah ia lupakan seperti masalah masalah sebelumnya.


Siapa yang menduga jika dia akan terikat lebih lama bahkan mengikat dirinya lebih keras dan kuat daripada siapapun.


Perasaan sakit yang baru ia rasakan dari Bian Agler, melepaskan kisah cinta yang telah tumbuh sejak dulu belum pulih, masih terasa betapa sakit hatinya.


Tetapi kini ada orang baru yang mengatakan perasaannya kepada dirinya tetapi terasa pahit, hampa dan kosong.


Dia seperti telah masuk kedalam jurang terdalam dan tidak ada jalan untuk kembali.


“Apapun yang kau pikirkan, kau hanya milikku! Sekali keluar kata berpisah dan pergi darimu, aku tidak akan segan segan mengikatmu di ranjang ini, hanya aku yang bisa melindungi mu dan hanya aku yang bisa berada di sisimu seperti ini!” bisikan itu terdengar dekat dan panas ditelinga Kiara.


Alexander Grey melakukan olahraga panas nya dengan kuat dan menuntut, gigitan kecil dimana-mana, tangannya yang kokoh merengkuh tubuh Kiara seperti itu adalah miliknya.


Perasaan Alexander Grey masih sama bahwa Kiara hanya boleh ada di sisinya, dan yang boleh melihat Kiara seperti ini hanya dirinya saja.

__ADS_1


Akhirnya setelah melihat Kiara sudah terlalu lelah Alexander menghentikan olahraga panas yang sedang ia lancarkan, ia terdiam lalu berbaring di sisi Kiara, matanya melekat keatas langit-langit kamar.


Dia mengusap rambutnya lalu memejamkan matanya sejenak, 'Aku benar-benar tidak bisa menahan diriku di hadapan wanita ini, aku pasti sudah gila!’ geram Alexander Grey dalam dirinya.


Dia kemudian melihat ke sisinya dimana Kiara tanpa sadar hanya diam saja, tangannya masih berusaha menutupi tubuhnya yang tidak mengenakan apapun itu.


“Ini semua salahmu, kau telah merebut hatiku, kau yang mencuri hatiku jadi kau harus menanggungnya,” ketus Alexander Grey langsung bangkit dan menggendong Kiara dengan kedua tangannya.


Kiara sudah terlalu lelah, jadi pasrah saja, dia menyandarkan wajahnya di dada bidang Alexander Grey karena merasa terlalu lelah.


Alexander dengan lembut meletakkan Kiara kedalam bathtub, hanya diam saja mereka berdua menjadi diam, tenggelam perasaan masing-masing.


Kiara yang tidak mau berbicara dengan Alexander sama sekali tidak mau melihat kearah Alexander Grey.


Alexander bahkan memeluk Kiara didalam bath tub, seperti sepasang suami istri mereka berdua terdiam sejenak di dalam bath tub itu.


Pagi yang sungguh aneh, walau diawali kemarahan dan tekanan tetapi sekarang begitu tenang, Kiara yang bersandar di dada bidang Alexander Grey terdiam dan kepalanya melayang memikirkan entah apa.


Begitu pula dengan Alexander, dia terdiam sembari mengusap rambut panjang Kiara seperti menikmati keindahan dan kenyamanan dalam diam, begitulah mereka berada di bath tub bersama.


“Cup!”


Alexander Grey mengecup tanda tanda itu lalu mengusapnya lembut sekali, Kiara merasa geli saat merasakan hal itu, tetapi dia yang terlalu lelah dan masih tidak mau menanggapi hanya terdiam.


Dia memejamkan matanya sedangkan Alexander Grey mengecup dari belakang sembari mendekapnya, tubuh mereka yang tenggelam dalam air hangat bathtub seolah menambah suasana yang terasa hangat.


Alexander Grey sangat nyaman, dia suka dan ingin merasakan perasaan ini selamanya.


***


Tanpa sepengetahuan mereka berdua, ponsel Alexander Grey sudah berdering sedari tadi, ketenangan mereka membawa mereka ke ruang yang lain, seperti milik mereka berdua.


Walau terdiam tetapi mereka tenang, mata mereka kadang bertemu dan kemudian mengalihkan pandangan lagi, seperti cinta yang baru mekar mereka merasakan detak jantung yang indah.


Setelah beberapa saat akhirnya Alexander Grey menyelesaikan mandi mereka, lalu memakai pakaian untuk melanjutkan aktifitas hari ini.

__ADS_1


Kiara yang masih belum bisa masuk kuliah sepertinya harus berada di kediaman Alexander Grey, dia masih memiliki masalah dan harus menjauhi masalah sebaik mungkin, Alexander Grey juga sudah mengurus perkuliahan Kiara jadi tidak masalah jika tidak masuk beberapa hari.


Mereka sedang sarapan bersama, para pelayan saling melirik bagaimana mesranya kedua pasangan ini, Alexander Grey selalu saja berada di dekat Kiara, rasanya seperti lem saja tidak mau lepas.


Bahkan sekarang Kiara harus duduk di pangkuannya dan menyuapi dia makan, katanya tangannya sakit padahal jelas-jelas tangannya baik-baik saja sedari tadi.


“Sayang, kau harus baik-baik saja di sini ya, jika ada sesuatu yang aneh kau harus langsung menghubungi aku, kau tahu kan aku menyukaimu, jadi kau harus baik-baik saja, semua masalahmu tinggalkan saja padaku aku akan membereskannya untukmu,”


Ucapan Alexander Grey sebelum pergi, dia mengecup dahi Kiara dan memeluknya erat sekali, dia sedikit melirik ponselnya dan melihat jika Yuza sudah beberapa kali meneleponnya sedari tadi pagi.


Mengetahui ada sesuatu yang tidak beres, Alexander Grey segera melepaskan Kiara, mengecup dahinya sekali lagi lalu pergi meninggalkan Kiara di kediamannya dengan kemanan berlapis tentunya.


Setelah sampai didalam mobil, Alexander segera mengangkat panggilan dari Yuza.


“Ada apa?”


“Bos, anda harus melihat berita sekarang juga,”


Itulah yang dikatakan oleh yuza.


Alexander Grey merasa sedikit heran, berita apa yang akan bisa membuat yuza menghubunginya berkali-kali, tetapi tanpa basa-basi dia segera membuka berita itu.


Lalu judul berita utama yang nampak membuat Alexander terbelalak, berita itu adalah mengenai Layla, tunangannya.


Berita yang mengatakan jika media telah mengetahui mengapa Layla sering tidak terlihat.


Adapun judul utama berita adalah, “Nyona Muda keluarga Heiz terkena kanker ganas!”


Tangan Alexander Grey bergetar hebat, matanya berkedip seolah tidak percaya apa yang ia lihat.


Sedangkan Kiara yang melihat kepergian Alexander Grey entah kenapa memiliki firasat yang tidak enak, seperti menyimbolkan sebuah perpisahan, pundaknya yang menjauh seolah semakin sulit untuk ia gapai.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2