
S2. Episode 209 : Jatuh cinta berkali-kali.
***
Alex ingin Kiara mengerti ketakutannya, Alex tak pandai berkata-kata jadi dia akan menunjukkannya secara langsung, ialah kisahnya dengan kakeknya yang meninggalkan rasa sakit sampai hari ini dalam diri Alexander.
"Ayo ... ikut aku!" seru Alex membuka pintu mobil agar Kiara bisa keluar.
Kiara mencoba menatap Alex namun sepertinya Alexander benar-benar marah bahkan wajahnya memerah karena terlalu khawatir.
Kiara sama sekali tidak mengerti mengapa Alex terlihat sangat ketakutan, padahal sebenarnya dia bersama ibu mertuanya, yang dimana seharusnya hal itu baik-baik saja.
"Hmmm ..." Kiara menganggukkan kepalanya, dia turun dari mobil dan matahari kuning yang hendak tenggelam segera menyapanya.
Matanya sedikit silau sehingga Kiara menghalau wajahnya menggunakan tangan agar dia bisa melihat tanpa merasa silau oleh matahari yang hendak terbenam itu.
Alex yang menyadari itu, walau dia sedang marah dan kesal, dia langsung berdiri di hadapan Kiara menggenggam tangan istrinya dan melangkah di hadapannya.
Agar tubuh bidangnya bisa melindungi istrinya dari silaunya sinar matahari yang hendak tenggelam itu.
Langkah mereka tidak terlalu cepat, namun Kiara sudah tahu jika mereka sedang berada di makam yang terlihat jauh dari pemukiman namun juga terlihat ekslusif.
Sampailah mereka di sebuah makam yang terlihat berada di tengah, ada pohon di ujungnya, begitu rindang sehingga pohon itu benar-benar bisa menghalau sinar matahari yang masih saja mengintip.
Disana Kiara bisa melihat nama Galilea Grey, nama belakangnya sama seperti nama belakang Alexander Grey.
Yang dimana ternyata Kiara baru menyadari jika mereka sedang berada di makam kakeknya Alexander.
"Ini adalah tempat peristirahatan terakhir Kakek, seseorang yang benar-benar aku hargai selama hidupku, aku membawamu kemari untuk memberitahu kepadamu jika selama ini tujuan hidupku adalah mencari dalang dari penyebab kematian Kakek,"
"Ya, ada sebuah organisasi kejam dan sangat berkuasa yang merencanakan pembunuhan kakekku,"
"Selama hidup aku berusaha keras menemukan mereka dan akhirnya aku akan berhasil, sebentar lagi ..."
"Tetapi di dalam prosesnya aku bertemu denganmu, seseorang yang akhirnya memberikan tujuan baru, rumah baru untukku, setelah aku mengetahui kita akan memiliki anak, saat itu aku tahu jika aku harus menemukan mereka secepatnya!"
Alex tertunduk sedih, dia menggenggam tangannya erat lalu melanjutkan ucapannya.
"Yang mau aku katakan adalah, sekarang semuanya bisa menjadi bahaya untukmu dan untukku, aku benar-benar ketakutan jika saja aku tidak bisa menghubungi mu saat kau berada di sisiku, aku takut saat kau tak ada di sisiku maka sesuatu yang buruk akan terjadi padamu ..."
"Jadi, jangan menganggap permintaan ku sebagai lelucon, aku serius mengenai jangan mengabaikan pesan atau panggilan dariku!"
__ADS_1
Alex berbicara serius sekali, Alex bahkan menceritakan semua yang belum ia ceritakan kepada Kiara.
Mengenai bagaimana sekarang mereka sebenarnya dalam keadaan tak aman sama sekali.
Hal yang paling disesalkan oleh Alex tadi adalah bagaimana Ibunya dan Layla juga tak mengangkat panggilan sama sekali, kabar mengenai lokasi Kiara diketahui setelah menghubungi pelayan yang ikut menemani dan beberapa penjaga rahasia yang memang menjaga Kiara kemanapun dia pergi.
"Dulu ... Kakek ku juga tak bisa di hubungi ketika dia ditemukan terluka dan akhirnya tidak terselamatkan ..."
Alex sebenarnya tidak suka membicarakan mengenai kenangan pahitnya, hal itu menimbulkan luka yang selama ini membenahi Alex selama hidupnya.
Alexander sangat membenci jika orang yang ia sayangi tak mengangkat panggilan atau membalas pesannya, hal itu akan mengingatkan Alex mengenai kenangan kakeknya.
Dan Alex akan menimbulkan skenario sendiri di dalam pikirannya jika orang yang ia sayangi itu akan pergi juga seperti kakeknya.
Alex tertunduk dan merasa semua bayangan mengenai kakeknya yang sangat ia sayangi seolah kembali dan menjadi segar kembali ketika ia membahasnya.
Kiara yang baru mengetahui alasan dari keposesifan dan bagaimana Alex sangat menuntutnya menerima panggilan atau membalas pesannya selama ini merasa terluka juga.
Ternyata suaminya memiliki alasan sendiri untuk itu, dan hal itu sangat menyakitkan bagi suaminya disaat yang bersamaan.
Kiara yang sudah benar-benar merasa bersalah langsung memeluk suaminya yang akhirnya mengingat kenangan buruknya lagi.
"Aku tidak akan melakukannya lagi, aku akan waspada dan akan selalu mengangkat panggilan darimu, maafkan aku ... karena aku kenangan buruk mu muncul lagi."
Kiara memeluk suaminya erat sekali.
Kiara tahu rasanya memiliki kenangan buruk, karena selama hidupnya sebelum bertemu Alexander adalah kenangan buruk baginya.
Alex yang menerima pelukan dari istrinya tentu saja tak bisa menolak.
Segala aksi dari Kiara akan selalu meluluhkan dirinya.
Alex memeluk istrinya lebih kuat lagi, lalu mengecup tengkuknya berulangkali.
"Tapi aku tetap akan menghukum mu nanti!" ketus Alex masih terdengar sedikit kesal.
Kiara sedikit curiga dengan hukuman yang satu itu, dia hendak melihat kearah suaminya, dia mengangkat wajahnya dengan tetap bersandar di dada bidang suaminya.
Mata Kiara memicing dan menjadi curiga, ketika itulah Alex memperlihatkan senyuman super nakalnya.
"Ehem!"
__ADS_1
Alex berdehem mencurigakan sembari menyeringai nakal.
"Tidak baik membicarakan nya di makam Kakek, aku sudah mengatakan alasanku membawamu ke sini, sudah mulai gelap kita sebaiknya kembali pulang!" seru Alex mencubit gemas pipi istrinya.
Kiara yang melihat betapa nakal suaminya setelah ia memeluk nya membuat Kiara geleng-geleng kepala.
"Ayo kita kembali pulang, aku sudah lega jika istriku yang tak menurut ini sudah mengerti mengapa aku marah," seru Alex mencoba menarik tangan istrinya dan membawanya pulang sembari saling bergandeng tangan.
"Ummm, tapi aku ingin berdoa sebentar disini, aku ingin memberitahu Kakek jika sekarang aku yang akan menjaga mu," seru Kiara tersenyum sangat manis.
Background matahari yang hendak terbenam disekitar Kiara terlihat sangat indah dan cantik.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Alex seperti hendak meledak, berdetak begitu kencang apalagi ketika melihat istrinya benar-benar berdoa dengan sangat tulus.
Jatuh cinta berkali-kali, itulah yang dirasakan Alex ketika bersama wanitanya ini.
Pesona Kiara yang begitu banyak, ketulusan hati dan kebaikannya benar-benar meluluhkan semua keegoisan dan hati Alex.
Mungkin Kiara belum sadar jika Alex benar-benar akan melakukan apa saja demi dirinya.
Setelah beberapa saat menyampaikan doa dalam hati, Kiara menggenggam tangan suaminya lagi yang dimana jantungnya sudah tak bisa ia kendalikan.
"Sayang, ayo kita pulang," seru Kiara menggenggam erat tangan suaminya.
Alex tersenyum sangat bahagia, ketika merasakan bagaimana Kiara secara perlahan mulai menunjukkan keinginannya atas dirinya.
Dan hal itu sangat menggoda bagi Alexander.
.
.
.
.
Author : Jangan lupa dukung karya ini dengan cara berikan like nya ya hehe 🤍
Btw masih ada dua episode lagi nyusul ya sebentar lagi.
__ADS_1