Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Penawaran George.


__ADS_3

***


Episode 42 : Penawaran George.


***


Mendengar itu George Serge yang merasa jika Alexander Grey telah memakan umpan yang ia berikan tersenyum dan tertawa terbahak-bahak.


“Hahaha! Anda tidak perlu khawatir Tuan Alexander, saya akan memberikan putri saya sebagai jaminannya, saat kita menjalin kerjasama nantinya dan menjadi saudara maka semua tujuan kita yang lain pasti bisa tercapai!” seru George dengan menggema dan puas.


“Ho? Tujuan yang lain? Aku menantikan sebenarnya tujuan yang lain apa maksudnya!” ucapan Alexander dalam hati sembari tersenyum, dia mengangkat gelas wine yang ada di atas meja dan meminumnya.


Maksud dari George memberikan putrinya sebagai jaminan bukanlah hanya ucapan semata, George ingin mengikat Alexander Grey sebagai bagian dari kelompoknya untuk membuat kelompoknya menjadi kelompok adidaya untuk tujuan rahasianya yang lebih besar.


George Serge melihat potensi dan kehebatan Alexander Grey memimpin sebuah perkumpulan, dia ingin mengembangkan kekuasaannya untuk mencapai tujuannya.


Dan bagi organisasi mafia seperti mereka, kerjasama haruslah dilakukan sesama saudara, jika tidak, maka harus melalui pernikahan agar keduanya terikat dengan kuat.


Yuza yang tiduran di menara sebelah menara luffin sembari memonitor bersama rekannya yang lain menyeringai.


“Bos ... Kau memang sangat pandai membawa arus permainan, itulah yang aku suka, membuat semuanya menjadi menarik!” seru Yuza yang tentu saja bisa didengar oleh Alexander dan yang lain.

__ADS_1


Karena mereka semua setiap menjalani misi pasti akan mengenakan chip sebagai alat komunikasi rahasia mereka.


Pertemuan antara Alexander dan putri satu-satunya George Serge akan diatur besok, kedua ketua mafia yang memiliki trik dan rencana sendiri di kepala mereka sedang bertarung secara diam.


Entah siapa nantinya hendak menguasai siapa, apapun itu pastinya akan sangat menarik.


***


Di kediaman Alexander Grey,


Waktu yang berlalu begitu cepat, Kiara yang merayakan hari istirahat pertamanya dalam beberapa tahun itu hanya rebahan dan guling-guling di kasur.


“Tok ... Tok ... Tok!”


Dengan penasaran Kiara segera melangkah ke depan pintu, mencoba memeriksa siapakah yang mengetuk pintu kamar malam-malam.


“Apakah Pak Roy?” gumam Kiara.


Saat ia membuka pintu, matanya langsung membelalak, dia sangat terkejut melihat siapa yang datang malam itu, dia jadi menunduk dan tubuhnya menjadi gelisah.


***

__ADS_1


Disaat yang sama di kediaman Bian,


Pertunangan antara dirinya dan Bella telah diatur oleh keluarga besarnya, sekarang Bian sedang risau, kesal dan marah.


Mengetahui jika Kiara sekarang sedang tinggal bersama lelaki lain membuat darahnya mendidih.


Bian memang sedang memiliki konflik internalnya sendiri, dia sedang merencanakan sesuatu yang melibatkan hirarki keluarga besarnya.


Dia tidak ingin melibatkan Kiara tetapi semuanya menjadi semakin buruk diluar ekspektasinya.


Yang membuatnya semakin gila dan marah adalah bahwa sekarang dia bahkan tidak bisa membawa Kiara pulang.


“Aku yakin di hatimu masih ada aku, tidak mungkin kau lupa janji kita sejak dulu, sebentar lagi, hanya sebentar lagi sampai semuanya usai dan aku akan membawamu pergi,”


Bian mengeratkan tangannya kuat, wajahnya merah padam karena marah. Tetapi belum waktunya, entah apa yang sedang ia rencanakan tetapi sepertinya dia tidak pernah mengkhianati Kiara.


*


*


*

__ADS_1


*


Jangan lupa dukung author dengan cara memberikan like dan komentar membangunnya ya semuanya.


__ADS_2