Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Tidak seperti gadis bodoh yang di rumah.


__ADS_3

Episode 58 : Tidak seperti gadis bodoh yang di rumah.


***


Di markas Alexander Grey


Alexander Grey dan para rekannya yang ada di markas sudah mendapatkan tugas masing-masing, mereka sudah diperintahkan oleh bos mereka untuk melakukan hal yang harus mereka lakukan.


“Bos, aku tidak ingin menanyakan ini sebenarnya tetapi apakah gadis bernama Kiara itu masih akan bersamamu?” Fin datang dan menanyakan hal itu secara pribadi.


“Iya, aku masih membutuhkan dia, kenapa memangnya?” tanya Alexander yang sudah hendak bergegas pergi itu.


“Bos, apakah kau sudah jatuh cinta padanya? Kenapa kau membuang waktumu hanya untuknya?” Fin dengan wajahnya yang serius bertanya lagi.


Dia bingung dengan bosnya ini, padahal dia mengira jika gadis bernama Kiara itu hanya akan bertahan sebentar bersama Alexander.


Mengingat jika Alexander tidak terlalu tertarik bersama wanita dan ucapannya kasar dan arogan, membuat kemungkinan jika gadis itu akan diusir hanya dalam waktu satu hari.


Langkah kaki Alexander yang tiba-tiba berhenti akibat ucapan Fin membuat Alexander berpikir.


“Iya ya, kenapa aku harus repot-repot membuang waktu untuk hal yang tidak menguntungkan?” ketus Alexander dalam hatinya.


“Aku tidak mencintai dia, untuk apa aku cinta pada gadis seperti dia, aku hanya kasihan,” balas Alexander tegas, untuk masalah cinta Alexander yakin jika dia tidak akan mungkin mencintai orang lain lagi.


“Baiklah Bos, aku percaya padamu, aku hanya tidak ingin rencana kita tertunda karena dia,” ucapan Fin sekarang melangkah menuju luar ruangan.


“Tenang saja aku yakin dengan apa yang aku rasakan! Ini hanyalah rasa iba dan kasihan, aku tidak akan mungkin suka pada gadis seperti dia!” tegas Alexander dengan wajahnya yang angkuh.


Sin yang sedari tadi menjadi tim penyimak diantara pembicaraan Alexander Grey dan Fin kemudian tersenyum menyeringai.


“Bagaimana kalau kita taruhan Bos?” seru Sin sedang memegangi koin ditangannya sembari memainkan koin itu.


“Jika Bos berhasil membuat gadis itu jatuh cinta pada Bos, aku akan melakukan misi penting tanpa bersungut-sungut, aku juga akan melakukan segala yang Bos perintahkan, apapun termasuk hari cuti ku akan aku hapus,”


“Tetapi jika Bos yang malah jatuh cinta lebih dulu maka Bos harus memanggilku dengan sebutan kakak tertua, hahaha!”


Sin kemudian kepikiran ide gila.

__ADS_1


“Pfftt!”


Tiba-tiba Alexander tertawa.


“Hoi Sin, aku akan memotong bonus mu tahun ini karena berani mengajukan taruhan bodoh ini, tetapi ini menarik juga, aku juga ingin tahu apakah gadis itu akan jatuh cinta padaku atau tidak! Jadi tidak ada salahnya menerima taruhan darimu!” ketus Alexander dengan senyumannya yang tajam, wajah angkuhnya juga percaya diri jika dia tidak akan jatuh ke dalam jebakannya sendiri.


Setelah percakapan itu, mereka akhirnya pergi ke lokasi misi masing-masing.


Alexander pergi ke suatu tempat sebelum pergi ke acara makan malam dengan putri tunggal keluarga Serge.


***


Sedangkan Kiara yang sudah bosan sendirian mencoba membuka ponsel yang diberikan oleh Alexander untuknya.


Dia ingin menghubungi temannya, Rose mengenai kabar tentangnya.


Saat Kiara menanyai Rose, ada yang aneh dari jawaban Rose jika berita itu telah lenyap seperti tidak tersisa.


Juga tidak ada komentar negatif tertuju kepadanya lagi, benar-benar aneh bagaimana kasus menghebohkan seperti itu hilang ditelan bumi.


Rasa takut dan merinding langsung terasa di tengkuk Kiara, setelah ia tahu ini, dia menjadi semakin takut.


“Sebenarnya sebesar apakah kekuasaan lelaki yang mengurung aku ini? Kenapa dia bisa melakukan apa saja? Seolah dunia berada ditangannya!” ucap Kiara lalu sadar, jika dia sepertinya sedang berjalan kearah jurang paling dalam dan tidak akan ada jalan kembali.


Sepertinya dia tidak mendapatkan keberuntungan bertemu Alexander melainkan sesuatu yang besar dan lebih berbahaya sedang menunggu dirinya.


***


Setelah Alexander melakukan rencananya malam akhirnya tiba, dia sudah berada di tempat makan malam antara dirinya dan putri tunggal keluarga Serge.


Dia berjalan dengan gagah, menuju ruangan VVIP dimana gadis itu berada.


“Tak ... Tak ... Tak!”


Suara langkah kakinya terdengar membuat gadis itu terkejut dan langsung berdiri menyambut Alexander Grey.


Dia mengenakan baju merah pendek dan ketat, rambutnya gelombang dan wajahnya penuh riasan, dia adalah wanita seksi yang cantik, tetapi entah mengapa tidak ada rasa tertarik dimata Alexander saat melihatnya.

__ADS_1


“Selamat datang Tuan Alexander, maaf karena ayah saya merepotkan anda agar bisa makan malam dengan saya,” Sarah Serge menyambut Alexander Grey dengan hormat.


Tentu saja dia tahu siapa Alexander Grey, semua gadis pasti memiliki imajinasi di kepala mereka jika alangkah luar biasa jika Alexander adalah kekasih mereka seperti Sarah Serge ini.


Sarah tidak pernah se bersemangat ini sebelumnya, dia sangat senang setelah tahu jika dia akan di nikahkan dengan Alexander Grey, lelaki dambaan banyak gadis-gadis.


Karena itulah dia berdandan semaksimal mungkin agar kiranya bisa menarik perhatian Alexander Grey.


Alexander Grey duduk dan tersenyum kearah Sarah, tentu saja dia harus tetap berbohong dan bersandiwara sebelum semua rencananya selesai.


Dia akan menjadikan Sarah menjadi alatnya untuk mengetahui lebih dalam maksud tersembunyi dari kepala keluarga Serge.


“Siapa namamu?”


Alexander bertanya sembari menatap dengan intens kearah Sarah, Alexander sungguh tahu bagaimana membuat perempuan jatuh cinta padanya, Alexander tahu jika wajahnya tampan dan matanya tajam, hal yang membuat siapapun wanita yang melihatnya menjadi lemah dan jatuh hati.


“Nama saya Sarah Serge, Tuan Alexander, ma ... maafkan saya tidak memperkenalkan nama saya lebih dulu,” sahut Sarah gugup setelah menerima tatapan tajam dan senyuman memikat dari Alexander Grey.


“Sialan, dia sungguh tampan sekali, jika dilihat dari dekat dia semakin tampan dan gagah! Aku tidak boleh kehilangan lelaki se berkualitas ini! Kau akan menjadi milikku, lihat saja!” gumam Sarah yakin jika dia pasti akan bisa membuat Alexander jatuh cinta padanya.


Selama ini belum ada yang menolak pesona Sarah, disamping dia adalah putri ketua mafia terkenal dia juga adalah seorang model yang sangat cantik, banyak pria mendekati dia tetapi belum ada yang bisa menarik perhatiannya kecuali Alexander Grey.


Dia akan memikat Alexander Grey dan akan menjadi pemenang dari banyaknya gadis yang juga menginginkan Alexander Grey.


“Jangan berbicara terlalu formal, panggil saja saya Alexander,” seru Alexander sembari meminum wine tetapi matanya tidak luput dengan intens tetap melihat kearah Sarah Serge.


“Make-upnya terlalu menor, bajunya ketat sekali lalu parfumnya menyengat membuatku ingin muntah! Dia tidak seperti gadis bodoh yang rumah!”


“Eh tunggu ... tunggu, kenapa aku harus membandingkan dia dengan Kiara, kau pasti sudah hilang akal Alexander!” gumam Alexander ketika tanpa sadar membandingkan gadis ini dengan Kiara.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2