Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 216 : Sebelum rencana utama.


__ADS_3

S2. Episode 216 : Sebelum rencana utama.


***


"Ada yang ingin aku tanyakan, Bos mengatakan tahu musuh kita setelah melihat beberapa foto ditunjukkan oleh Tuan John, jadi ... apakah selama ini Tuan John sudah tahu pelaku nya? jika dia sudah tahu mengapa tidak mengatakannya kepada kita?" tanya Yuza sedikit terusik dengan hal itu.


Jika John Grey sudah tahu musuh mereka, lalu mengapa tidak memberitahu mereka sejak awal.


Saat mendengar itu Alexander terdiam, namun ia tahu alasan ayahnya.


Walau dengan berat hati, Alexander menjawab Yuza dan rasa penasarannya.


"Sama seperti Kakek, Ayahku juga ingin melihat aku menjadi kuat, agar bisa menghadapi dia ... karena jika dia memberitahu nya di awal maka kita pasti akan kalah, dan jika kita kalah maka dia bisa menghabisi kita kapan saja!"


"Ayah selama ini ingin melihat apakah aku sudah pantas atau tidak membalaskan dendam ..."


Balas Alexander membuat Yuza langsung menyadari, mengapa selama ini di sekitar Alexander banyak sekali mata-mata John Grey yang mengawasi.


Ternyata John Grey juga ingin melihat anaknya tumbuh dengan kuat.


John Grey tidak ingin gegabah, jika dia memberitahu nya di awal maka bisa saja keluarganya akan habis dibantai keseluruhan.


Karena kekuatan Goran sungguh luar biasa, bukan kekuatan pribadi, akan tetapi kepintarannya mengambil orang-orang penting di sisinya membuat Goran sangat berbahaya baginya.


Jika Goran diusik maka akan banyak sekali musuh otomatis akan menyerangnya, dari kalangan pebisnis maupun pemerintahan yang sudah menjadi kaki tangan Goran, si tua licik.


John Grey sangat jenius dalam dunia bisnis, akan tetapi sejak awal John memang tidak memiliki ketertarikan dalam dunia mafia, persenjataan dan pertarungan seperti ayahnya dan putra keduanya.


Jadi, demi menyelematkan keluarganya, dan John memilih menunggu waktu yang tepat.


Dan akhirnya waktu itu tiba juga.


Dan keputusan John Grey sangat tepat, menunggu waktu yang tepat sampai singa sudah bisa memburu.


"Baik Bos, untuk terakhir kali, aku tidak bisa turun secara langsung ke lapangan, tetapi si tua busuk itu telah membunuh keluarga ku dengan sadis!"


"Dia membunuh neraka hanya untuk menjebak Bos Galilea, Kakek mu! tolong jangan bunuh dia dengan mudah ... tolong berikan dia neraka sebelum dia mati!"


"Bos, aku benar-benar sangat marah namun jika aku menghancurkan segalanya aku tahu keluarga ku tak akan kembali, jadi aku akan menyerahkan segalanya kepadamu Bos!"


"Karena sekarang Bos, Fin dan Sin adalah saudaraku!"

__ADS_1


Yuza yang biasanya lebih diam dan lebih tidak pedulian, memberikan permintaan kepada Bosnya secara langsung.


Agar Goran tidak dibunuh dengan mudah, agar Goran tahu apa arti dari penderitaan.


Mendengar itu entah mengapa Alex tersentuh, Alex tahu rasanya kehilangan orang yang dia sayangi.


Alex tahu rasanya sepi di dalam kegelapan, namun semesta mempertemukan dia dengan Sin, Fin dan Yuza ketika ketiga anak itu dulunya ingin membalas dendam atas kebakaran desanya kepada Galilea Grey, kakek Alexander.


Ketika itu, Galilea malah merekrut ketiga nya menjadi anggota pertama mafia Alexander, dimana Galilea seperti sudah memprediksi segalanya.


Bahkan sebelum Galilea mati, dia sudah menjalankan rencana akhirnya dengan memberikan legacy kepada Alex dan ketiga saudara nya, Fin, Sin dan Yuza.


"Yuza, aku akan mengingat permintaan mu, tenang saja ... kemarahan mu juga adalah kemarahan ku, saudaraku!"


"Aku akan menghabisi dia dengan cara yang sangat sadis dan menyakitkan!" seru Alex entah mengapa merasakan persaudaraan nya dengan ketiga anggota intinya itu semakin erat dan kental.


Persaudaraan memang tidak hanya dari darah, namun tekad dan tujuan yang sama juga bisa menghasilkan persaudaraan yang sangat erat.


"Terimakasih Bos ..." Yuza berterimakasih, dia tersenyum di depan layar.


Entah mengapa kerja keras mereka selama ini akan membuahkan hasil, musuh mereka sudah jelas dan Yuza akan mengerahkan segala kemampuan nya untuk membantu Bosnya menghabisi musuh mereka.


***


Kabar mengenai Kiara, akan ia sampaikan kepada ayahnya terlebih dahulu.


Mengenai cerita dari Nelson Dutch sudah mengkonfirmasi jika Kiara sungguh putrinya.


Ia akan menyampaikan kabar mengenai orangtua kandung istrinya ketika misi sudah usai agar Kiara tetap aman.


***


Disaat yang bersamaan, Arka Grey tengah gugup sekali, sebentar lagi ayah dari Layla akan datang dan saat itu Arka harus gentleman mengatakan jika sekarang Layla akan bersamanya.


Entah mengapa semakin waktu, dia semakin gugup, cemas jika ayah Layla akan kecewa karena merasa dia mempermainkan putrinya.


"Ay, aku gugup sekali, apakah nanti Ayahmu akan setuju? apakah semuanya akan baik-baik saja?"


Tadi ketika Arka menjemput Layla, Arka membawa calon istrinya itu makan malam bersama di restoran dengan pemandangan hebat.


Layla yang tahu tabiat ayahnya langsung tersenyum.

__ADS_1


"Ayah tidak akan marah, dia akan setuju selama itu bersama keluarga Grey, karena akan menguntungkan dirinya ..."


"Tenang saja Kak Arka, aku merasa aku tidak pernah benar-benar disayangi oleh mereka, Ibuku juga sibuk jadi wanita sosialita bahkan hanya menghubungi aku sebulan sekali,"


"Sampai sekarang mungkin Ibuku sudah lupa jika dia memiliki anak!"


Layla berbicara sembari tersenyum, dia menatap Arka seolah ucapannya semuanya adalah hal baik.


Padahal Arka tahu jika ada kepedihan dalam hati Layla saat mengatakan itu.


Arka Grey segera menggenggam tangan Layla lalu menatap penuh dengan tatapan penuh cinta.


"Ay, jangan khawatir, kau ingat kan janjiku yang mengatakan jika kau akan menjadi wanita paling bahagia di dunia!"


"Aku bodoh selama ini merasa kau akan bahagia bersama adikku! ternyata jodoh memang tidak kemana ya, aku memang orang terpilih yang akan menjaga mu, seseorang yang sangat cantik dan baik hati!"


"Jangan lihat yang lain dan jangan bersedih lagi, aku bersumpah tidak akan pernah meninggalkan mu dan membuat mu menangis!"


Arka berbicara dengan sangat yakin, dengan senyuman yang tulus, tangan genggaman tangan yang lembut.


Entah mengapa semakin hari Arka semakin berani menunjukkan perasaannya dan hal itu sungguh membuat Layla merasa berdebar-debar.


Layla tersenyum sembari menundukkan kepalanya, dia membalas genggaman tangan Arka.


"Aku menunggu nya Kak Ar, aku ingin menjadi wanita paling bahagia di dunia!" balas Layla benar-benar ingin merasa bahagia juga.


Ingin dicintai dan mencintai juga, tidak bertepuk sebelah tangan seperti selama ini.


Terkadang kita memang harus merelakan sesuatu dalam hati kita, seperti Layla yang merelakan Alexander untuk menyambut hati yang baru yang memang disiapkan oleh semesta untuk kita.


.


.


.


.


Guys jika ada typo dan salah ketik, tolong di komen saja ya akan langsung aku perbaiki.


Aku nulis udah kayak kereta api nih, cepet banget 🥺

__ADS_1


Kalau udah masuk konflik akhir emang gini, selain susah tangan juga harus cepat banget nulisnya sebelum ide menguap pergi 😌


__ADS_2