
S2. Episode 221 : Misi terakhir bagian II.
***
"Ti ... tidak mungkin," seru Goran dengan wajah yang mulai ketakutan.
"Merengek lah Goran, menangis lah, memohon ampun lah atas nyawamu ... agar semua ini jadi menarik ..."
seru Alexander benar-benar membalikkan keadaan, Alexander mengatakan kata yang sama persis seperti yang diucapkan oleh Goran kepada Sin dan Fin.
"Ti ... tidak, mengapa? anaknya sudah mati, dia sudah tidak memiliki semangat hidup karena istrinya kehilangan kewarasannya!"
"Rencana ku tidak mungkin gagal!"
"Ini tidak mungkin terjadi!"
Goran menjadi panik, jika benar Nelson Dutch telah membantu Alexander Grey maka sekarang semua sekutunya telah diringkus oleh orang-orang Nelson Dutch.
Keluarga Dutch memiliki kekuasaannya sendiri, mereka adalah keluarga yang sangat disegani karena tertutup dan tidak bisa dijamah oleh siapapun.
Goran bahkan tak akan sanggup jika berhadapan langsung dengan keluarga Dutch, oleh karena itulah mengapa Goran hanya membunuh orang disekitar Nelson Dutch agar membuat Nelson kehilangan semangat hidupnya.
Goran melihat keatas nya dimana Alexander menodongkan senjata tepat kearahnya.
Senyuman lelaki muda itu sangat mengerikan, hal itu mengingatkan Goran akan Galilea, sahabatnya sendiri yang merupakan seseorang yang dulunya membantunya agar sukses.
Namun karena Goran memiliki iri hati dan kekejian yang lebih gelap dari siapapun, dia sanggup menghabisi siapa saja jika memang akan menghalangi ideologi nya.
"KAU! INI SEMUA KARENA MU!"
"JIKA KAU TIDAK MENGUSIK AKU, SEMUANYA PASTI BAIK-BAIK SAJA!"
"GREY SIALAN! DARI DULU KAU HANYA BENALU BAGIKU!"
Goran sepertinya tengah berhalusinasi, dia melihat Alexander Grey sebagai Galilea Grey, sahabat yang ia khianati itu.
"Kemunafikan mu membuatku muak, keinginan mu untuk membantu mereka yang susah membuat ku ingin muntah!"
"Kemunafikan mu lah yang membuatmu cepat mati Grey!"
Teriak Goran dengan pandangan yang semakin berbayang.
"Aku tidak boleh berakhir begini! aku tidak boleh mati! aku masih ingin hidup ...."
"Tolong aku, Grey ... tolong aku!"
"Bukankah aku sahabat mu?"
"Tolong aku, aku ingin hidup ..."
Perubahan sikap dan nada suara Goran benar-benar membuat Alexander bingung.
__ADS_1
Tadi Goran marah namun sekarang menangis dan memohon agar menyelematkan dirinya.
Sepertinya senyawa dalam peluru yang menembus kaki Goran membuat Goran berhalusinasi dan sebentar lagi akan pingsan.
"Heh!"
"Menjijikkan! kau benar-benar merengek memohon kepadaku demi nyawamu!"
"Tetapi kau bahkan tak berpikir dua kali ketika merenggut nyawa orang lain!"
Seru Alexander sama sekali tidak kasihan, malah dia semakin murka dan marah besar.
Dia memang sengaja membuat Goran merengek dan menangis memohon ampun, dia juga sengaja membuat Goran pingsan agar Goran mendapatkan penyiksaan nantinya sesuai dengan segala hal mengerikan yang telah ia perbuat semasa hidupnya.
Fin, Sin dan Yuza juga pantas melihat Goran dihukum, jadi Goran belum bisa mati untuk sekarang.
***
Disaat yang bersamaan,
Nelson Dutch dan para sekutunya, ialah para keluarga kerajaan dan pemerintahan yang lebih tinggi sedang mengepung banyak sekali sekutu Goran yang berada di negara itu.
Bahkan banyak pejabat dan politikus yang terlihat bersahaja di depan umum, sama seperti Goran.
Semua tempat ditelusuri dan keamanan diperketat, Nelson Dutch akan memastikan tak akan ada satu orangpun yang bisa bebas.
Nelson Dutch akan melakukan apa yang ia bisa demi keamanan putrinya dan istrinya.
...
"Politikus Goran ditangkap dengan berbagai kejahatan mengerikan, seperti pembunuhan banyak orang, pembentukan penelitian ilegal yang memakan banyak korban, juga perdagangan ilegal di pasar gelap demi meraup untung Fantastis?"
Headline berita memberitakan Goran, sejak siang sampai malam.
Semuanya membahas mengenai betapa mengerikannya seorang manusia ketika hati nurani sudah mati.
Beberapa kejadian kriminalitas yang selama ini tidak bisa diungkapkan oleh petugas keamanan sekarang mulai terlihat.
Beberapa kematian misterius beberapa pengusaha, penggerebekan banyak rumah warga tanpa jelas, beredar nya obat-obatan terlarang yang tidak bisa dibendung dan dideteksi.
Semuanya ternyata berasal dari satu otak dan satu organisasi ialah Dawn, yang dikepalai oleh Goran.
Seseorang yang awalnya dikenal sebagai politikus yang ramah dan berbaur dengan masyarakat dengan perekonomian yang sulit.
***
Di tempat Alexander Grey,
"Yuza ... pastikan pemberitaan tidak ada yang menyinggung keluarga ku, dan keluarga Nelson!"
"Jangan ada satupun yang membasah dan mengaitkan mengenai peristiwa ini dengan keluargaku dan keluarga istriku!"
__ADS_1
"Biarlah penangkapan ini di atas namakan oleh kepala petugas kepolisian disini!"
Alexander sudah menyelesaikan misinya, dia akan kembali segera.
Dan disaat yang bersamaan, Goran sudah diamankan oleh Fin dan Sin yang juga tadi mengamankan ke dua puluh anggota inti dari perkumpulan Dawn tadi.
Kedua puluh orang itu akan dibawakan ke kepolisian, dan akan dipastikan mendapatkan hukuman paling berat yang pernah ada.
Sedangkan Goran, Alexander sudah melakukan penawaran dengan beberapa orang terkait, Jika Goran harus ditangani secara langsung olehnya.
Karena untuk saat ini, Alexander masih yakin jika Goran pasti bisa melarikan diri jika diberikan kepada petugas yang bertanggung jawab.
Juga Alexander ingin Fin, Sin dan Yuza menuntaskan balas dendam mereka secara langsung.
Karena Goran adalah seseorang yang merenggut keluarga dan kehidupan damai mereka di desa dahulu.
"Baik Bos ..."
"Terimakasih juga karena sudah tidak membunuh Goran dengan mudahnya, terimakasih sudah memberikan kami kesempatan membalaskan dendam kami Bos ..."
"Semua ini mungkin karena kami memercayai dirimu ..."
Yuza benar-benar terharu, setelah bertahun-tahun mereka mencari siapa dalang dari semua kejahatan itu, akhirnya mereka bisa menuntaskan semuanya.
Tidak akan pernah mereka duga jika misi ini bisa diselesaikan dengan mudah, ini semua karena bantuan John Grey juga yang memberitahukan jika ada seseorang yang bisa memberikan bantuan besar.
Ialah Nelson Dutch yang juga merupakan ayah kandung dari Kiara, istri Alexander Grey.
Benang merah demi benang merah semakin terkait dan bersatu, seolah semesta memang sudah mempersiapkan waktu yang tepat bagi Goran untuk mendapatkan upah dari kejahatannya.
Dan semua korban yang merupakan koran Goran, sudah waktunya mendapatkan kedamaian hati dan kemenangan menurut versi mereka masing-masing.
"Tidak usah berterimakasih Yuza, seperti katamu, kita semua bersaudara, sudah sepantasnya saling membantu ..."
"Tadinya aku memang ingin membunuhnya agar wajah menjijikkan nya itu musnah, akan tetapi aku rasa dia memang tidak boleh mati terlalu cepat seperti saran mu ..."
Ucap Alexander Grey tengah menunggu Nelson Dutch.
Karena setelah ini, Alexander harus bertemu istrinya dan menjelaskan semua hal mengenai masa lalunya.
.
.
.
.
Author : Jangan lupa dukung karya ini dengan cara berikan like nya, btw maafkan ya jika banyak hal yang mengerikan di novel ini.
Ini semua hanyalah hasil imajinasi saja, tidak ada sangkut pautnya dengan kenyataan, jadi jangan dibawa terlalu serius ya.
__ADS_1
Jangan lupa jika ini hanyalah halu semata. 🤍
Btw masih ada dua episode lagi nyusul ya sebentar lagi.