
Episode 98 : Bergantung pada Alexander.
***
Aura dan keberadaannya sungguh membuat rasa sakit yang tadi teringat oleh Kiara sirna, dia sungguh berfokus pada lelaki ini sesuai dengan apa yang ia katakan.
"Ehem!"
Alexander bangkit berdiri, wajahnya yang merah merona ia paling kan, entah kenapa hanya kecupan kecil membuat jantungnya berdegup kencang dan ia merona.
"Aku pergi dulu!" ketusnya langsung beranjak pergi.
'Gila! jika berlama-lama dengannya aku tidak yakin bisa menahan diriku, kenapa aku sok keren sih tadi? merugikan diri sendiri, jika ada yang tahu seorang Alexander melakukan hal itu di kamar mandi sendirian, mau ditaruh dimana mukaku!' teriak Alexander dalam hatinya.
Dia menyesal telah berlagak sok keren tadi untuk membuat Kiara berdebar-debar.
Akhirnya Alexander pergi melakukan sandiwara dan urusan pentingnya.
Sedangkan Kiara melanjutkan kuliahnya seperti biasa, dan luar biasanya dosen yang menghukum Kiara untuk satu kelompok dengan pada mahasiswa kaya bermasalah dibatalkan entah mengapa.
Sungguh Alexander seperti aladin, bisa melakukan apa saja, sungguh ajaib.
__ADS_1
Kiara juga jadi tidak melihat lelaki sok keren bernama Alan itu di kampus, tetapi itu malah bagus, jika mereka bertemu dan berinteraksi maka nyawa Kiara akan terancam karena Alexander Grey.
Sudah hampir satu bulan, Alexander benar-benar sibuk dan tidak pulang sama sekali, sandiwaranya yang hendak pura-pura menjadi besan George Serge harus dilakukan dengan maksimal.
Alexander Grey tidak lagi ingin membawa Sarah Serge ke mansion nya dimana Kiara berada, Alexander khawatir karena kebodohan Kiara nantinya Kiara akan ditindas oleh Sarah.
Tanpa sepengetahuan Alexander, dia benar-benar perhatian pada Kiara.
Kebetulan malam ini adalah makan malam untuk mengikat Alexander Grey dalam sebuah pertunangan dengan Sarah Serge, setelah malam ini maka semua urusannya akan usai.
Rencana sudah matang dan semua rahasia sudah diketahui, hanya tinggal eksekusi terakhir saja.
***
Kiara yang sedang bosan mendapatkan panggilan telepon dan itu adalah dari ibu angkatnya.
"Halo Ibu?"
"Kiara, malam ini kita akan makan malam di hotel lotus, kau harus datang karena ini adalah makan malam pertemuan keluarga, ada media yang akan meliput, berdandan lah sedikit ya,"
Ibunya langsung mengatakan maksud ucapannya dan langsung mematikan panggilan tersebut.
__ADS_1
"Pasti untuk menentukan tanggal pernikahan mereka kan? sampai kapan kalian akan menyakiti aku? kalian padahal tahu seberapa penting Bian bagiku," Kiara langsung tahu jika apa yang akan dirundingkan dalam makan malam itu adalah mengenai pernikahan Bian Agler dan Bella.
Dia merasa rasa sakit di hatinya lagi, dia tidak bisa melihat Bian menikah dengan Bella, tidak akan pernah bisa.
Bian sudah berjanji akan menikahinya, dari kecil mereka sudah berjanji, Kiara yang sudah memiliki gambaran pernikahannya dengan Bian di kepalanya tidak akan mampu melihat pernikahan mereka nantinya.
Dia tersungkur di kasur, melihat langit-langit kamar Alexander yang luas.
"Dimana kau, kau bilang jika aku sedang membutuhkan seseorang kau akan ada, aku butuh kamu sekarang, Alexander!" bisik Kiara meneteskan tanpa sadar telah menunggu Alexander.
Sekarang setiap kali hatinya sakit, dia akan mengingat Alexander, menginginkan Alexander untuk datang dan mendekapnya agar segala rasa sakitnya ditelan oleh kehangatan Alexander.
Tanpa disadari oleh Kiara, dia mulai bergantung pada Alexander, dia sepertinya sedang menapaki jurang luka yang lebih menyakitkan, berharap pada Alexander sama saja berharap dengan langit, begitu tinggi dan tidak akan bisa ia gapai.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentarnya. 🙏🤍