
Episode 47 : Dasar wanita penyihir.
***
Melihat ekspresi lemah dan bodoh yang tunjukkan oleh Kiara entah mengapa seolah membuat Alexander menjadi tidak sabaran dan menggila.
Dia melihat bibir Kiara yang berwarna merah muda itu terus saja berbicara menutupi rasa malu dan rasa takutnya.
Tentu saja Alexander langsung tahu jika sebenarnya Kiara malu dan takut disaat yang bersama saat dia menawarkan dirinya.
Melihat bibir itu terus saja bergerak entah mengapa membuat Alexander membara, perasaan baru yang belum pernah ia rasakan, dia langsung mencium Kiara yang terus saja berbicara.
Kiara yang terkejut dan belum siap langsung mendorong Alexander tetapi tenaga Alexander terlalu besar untuk Kiara, jangankan mendorong, hanya bergerak sedikit saja Kiara sudah tidak bisa.
Ciuman itu berlangsung lama sekali, Kiara yang tidak tahu harus berbuat apa menahan nafasnya, dia bingung dan tidak tahu harus bersikap seperti apa.
“Umm ... hah! tu ... tunggu Tuan, aku tidak bisa bernafas, Tuan terlalu menekanku,” Akhirnya Kiara sudah tidak tahan.
Dia sudah menahan nafasnya terlalu lama, dia sudah tidak bisa menahannya lagi.
Alexander menghentikan aksinya sebentar, dia tetap berada dekat sekali di depan wajah Kiara, nafasnya yang terengah-engah bahkan bisa dirasakan oleh Kiara.
Rasanya hangat, nafas Alexander terasa hangat menyentuh kulit Kiara.
Sedangkan Kiara yang merasa jika dia akan kehilangan kesuciannya malam ini tetap melanjutkan tindakannya.
Dia hendak melepaskan bajunya sendiri, setelah Alexander memberikan ciuman menuntut itu membuat Kiara sadar jika Alexander sudah akan mengganggahi dirinya.
“Tidak apa Kiara, kau hanya perlu melupakan malam ini saja dan kau sudah bisa pergi, dan tidak akan ada lagi yang menderita karena keberadaan mu!” benak Kiara menahan rasa malu dan takut, walau dia malu sekali tetapi dia tetap hendak melepaskan bajunya.
__ADS_1
***
Alexander melihat tubuh Kiara, jantungnya semakin menghilang.
“Gila! perasaan apa ini? seolah semua darahku terbakar! hanya melihat sebagian dari tubuhnya sudah membuatku hilang kendali!"
"Dasar wanita penyihir, aku tidak akan bisa menahan diriku lagi jika dia melanjutkan membuka bajunya!” geram Alexander memejamkan matanya dan marah pada dirinya sendiri.
Entah mengapa dia sangat menginginkan Kiara tetapi disaat yang bersamaan dia juga tidak ingin merusak Kiara, perasaan yang berbentrokan itu membuatnya semakin gila.
***
Sekarang Kiara hendak menurunkan bajunya, tetapi ...
“Srek!”
“Kau harus tetap bermimpi! kau bilang berada disini adalah seperti mimpi bagimu, maka tetaplah tidur dan terus bermimpi!” ketus Alexander langsung mengancingkan dengan kuat dan menuntut baju Kiara.
Dia mengancing sendiri baju Kiara yang sudah terbuka, walau dia sangat ingin, walau tubuhnya sangat ingin tetapi hati kecilnya tetap mengasihani perempuan lemah dan bodoh ini.
Sebenarnya bisa saja Alexander merusak Kiara dan melecehkannya tetapi Alexander tidak bisa, dia merasa Kiara berbeda dari wanita kebanyakan, dia tidak ingin melakukan hal itu tanpa keinginan tulus dari Kiara.
Setelah dengan emosi meledak-ledak mengancingkan baju Kiara, dia sekarang menarik kerah Kiara.
Dia menatap langsung ke mata sayu Kiara, “Gadis bodoh! lambat dan lemah! tubuhmu yang tidak menarik ini tidak akan memuaskan aku, jadi sebaiknya kau tutupi tubuhmu ini!” geram Alexander dengan wajahnya yang sudah merah padam.
Dia sedang menekan gairahnya yang sudah berada di ubun-ubun.
“Deg ... Deg ... Deg!”
__ADS_1
Alexander bisa melihat wajah Kiara dari dekat, wajah polos dan kebingungan, melihat bibir merah yang baru saja ia cium.
“Glek!”
Dia menelan salivanya. Lalu ia memejamkan matanya.
“Tahan Alexander, dia masih terlalu muda dan bodoh untuk hal itu! sabar!” geram Alexander segera melepaskan Kiara.
“Pergilah, aku mau mandi, kau menggangguku gadis bodoh! oh, atau kau mau memandikan aku? boleh juga,” seru Alexander dengan senyuman nakal.
“A ... apa? Memandikan? Tidak ... tidak! Aku, aku akan keluar!” Dengan panik Kiara segera keluar dari kamar mandi, dia masih belum memahami situasinya.
.
.
.
.
Visual
Alexander Grey
Kiara
__ADS_1