
Episode 134 : Saat misi bagian 2.
***
“Diam! Aku tidak gemetaran, hanya saja aku takut jika aku mati, Bos Alexander tidak akan memiliki anggota jenius sepertiku, aku khawatir pada Bos saja, jika tidak ada aku, maka dia pasti merasa sangat sedih!” ketus Sin tidak terima.
Para anak buah mereka yang ada di sekitar tempat itu sudah membuka mask kecil rancangan Sin jika ada situasi mendadak, mask kecil itu dapat menghalau asap tadi memasuki sistem pernafasn mereka.
Mereka yang melihat kekocakan kedua Bos mereka ini hanya geleng-geleng, mereka sudah terbiasa.
“Tring … Tring … Tring!”
Disaat perdebatan mereka berdua sudah merembet ke segala arah bahkan ke hal yang tidak penting, Alexander Grey yang sedang ada di luar negeri sudah menelepon mereka kembali.
Bagaimanapun bagi Alexander Grey, ketiga rekan utamanya ini dan seluruh anggota mafianya dalah keluarga, dia tidak akan bisa kehilangan salah satu dari mereka.
“Lihat kan Bos menelepon aku karena khawatir!” ketus Sin masih sempatnya mengajak Fin bertengkar lagi sebelum mengangkat panggilan itu.
__ADS_1
“Halo Bos?” jawab Sin dengan sopan.
“Bagaimana? Apakah sudah selesai? Sehabis ini kau harus ke markas Yuza, berikan pukulan di jidat sebanyak banyaknya, bisa-bisanya dia karena kemalasan melewatkan jika di tubuh si gadis menor itu ada chip!” dengan sedikit berteriak sampai sopir yang merupakan anggota Alexander Grey juga terkejut dan sedikit melompat dari kursinya.
“Tenang saja Bos, sudah aku selesaikan semua, Fin tidak melakukan apapun, ingat ya Bos, dalam misi ini hanya Sin yang hebat dan jenius yang menyelesaikan dengan baik!” seru Sin menyeringai dan mengusik Fin yang baru saja hendak menginterogasi ketua dari markas perkumpulan Serge yang ada di dekat bunker ini.
“Baiklah Baiklah, aku akan memberikanmu banyak hari libur setelah misi kita selesai, aku sudah bisa sedikit tenang karena semuanya berjalan lancar,” seru Alexander Grey sudah bisa bernafas lega, dia sedikit panik karena saat insiden ini dia malah tidak ada di tempat jadi dia tidak bisa menyelamatkan suadaranya.
“Sin, karena perkumpulan Serge telah tahu jika kita mengulur waktu dan hendak menjebak mereka, berarti mereka sudah mengibarkan bendera perang, aku akan segera kembali tetapi sebelum itu berikan balasan setimpal kepada perkumpulan Serge itu, ketua yang menanagani markas dekat bunker, jangan dibunuh, lumpuhkan dia dan kirimkan dia tepat di depan kediaman George Serge.”
“Dia meremehkan aku karena aku lebih muda darinya, karena semuanya sudah terlanjur maka kita akan hadapi sampai tuntas, bukti juga sudah ada di tangan kita, jadi semuanya akan baik-baik saja!”
“Baik Bos, akan aku lakukan, ingat ya Bos, Sin anggota paling hebat mu yang memimpin misi ini, huahaha!” tawa Sin menjengkelken dia hendak menarik perhatian Fin yang sedari tadi mendengarkan.
***
Di sisi lain di markas Yuza,
__ADS_1
“Sembunyi kemana aku ya? pasti Bos akan menghajarku saat ia pulang! Dasar kau Yuza pemalas, bisa-bisanya melalaikan si perempuan bernama Sarah itu, huhu,”
Yuza sudah membayangkan hukuman apa yang hendak diberikan oleh Bosnya kepadanya.
“Tring!”
Saat membayangkan itu, bunyi pesan di ponselnya langsung menarik perhatiannya.
“Buat berita hebat mengenai kedatanganku melihat keadaan Layla, hubungan palsu antara aku dan Sarah sudah berakhir, aku ingin dunia tahu jika Layla dan aku semakin dekat, berikan juga keamanan ketat di sisi Kiara,"
"Aku yakin gadis pembangkang itu akan segera kabur dari rumah ku, tetapi biarkan dia pergi, dia lebih aman tidak tinggal di kediaman ku sesaat, tetapi jangan longgarkan pengamanan ketat di sekelilingnya,”
Pesan itu berisi misi penting untuk Yuza, Yuza yang sudah lunglai dan galau memikirkan hukuman seperti dipacu oleh semangat, Yuza jarang sekali bersemangat, dia akan memperbaiki kesalahannya dengan cara melakukan misi dengan benar.
.
.
__ADS_1
.