Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Ayo kita kabur.


__ADS_3

Episode 101 : Ayo kita kabur.


***


Setelah tanggal pernikahan diumumkan, sorak sorai dan ucapan selamat langsung menghujani Bella dan Bian, Bella tersenyum puas, dia sangat senang, akhirnya Bian akan menjadi suaminya, yang artinya Kiara akan kalah telak.


Hanya mendengar tanggal pernikahan saja sudah membuat Kiara bergetar hebat, semua tawa dan sorak sorai, ucapan selamat yang terdengar ditelinganya membuat kepalanya hampir pecah, konfetti yang disebarkan salah seorang sepupu dari Bian seperti jarum berjatuhan ke kulit Kiara.


Rasanya sangat sakit, dia menunduk, sepertinya hanya dialah yang tidak senang di ruangan ini, dia kembali mengingat saat Bian mengejutkannya dengan tebaran konfetti dan cincin yang terbuat dari ranting pohon, sebagai hadiah ulangtahun dan lamaran pertama sebelum mereka dewasa dan menikah nantinya.


Sama seperti hari ini, seperti ada kembang api yang meletus, konfetti bertebaran, tetapi ada yang berbeda, saat itu Kiara adalah mempelai wanitanya, wanita paling bahagia karena sedang dimabuk cinta dengan mempelai prianya.


Sekarang dia hanya akan menjadi adik ipar, sangat lucu, semua kemeriahan membuatnya pusing, dia ingin meluapkan rasa sakit dan ketidak adilan yang ia rasakan.


“I … Ibu, aku mau ke belakang sebentar,” Kiara meminta ijin ditengah kemeriahan itu, hendak kabur agar dia tidak jatuh pingsan atau malah menangis ditengah kebahagiaan ini.


Dia tidak ingin menghancurkan kebahagiaan siapapun, jika Bian lebih bahagia dengan kakaknya maka biarlah itu terjadi, walau pada akhirnya dia harus mengalah lagi dan lagi, mengorbankan perasaannya lagi dan lagi.

__ADS_1


Baru sampai di pintu, air mata Kiara sudah mengalir dengan derasnya, dia berlari sekuat yang ia bisa, ia ingin berteriak tetapi tidak ada tempat untuk berteriak, dadanya sesak dan dia ingin mencari udara segar, dia mencari pintu keluar dan berlari kearah taman belakang hotel.


Dia berteriak tetapi pelan sekali, seolah dia menelan terikannya yang menyakitkan, dia tidak bisa melihatnya, dia ingin kabur dan melupakan semuanya, dia tidak akan bisa melihat pernikahan itu.


“Kiara ...."


Ditengah tangisannya yang begitu pilu, tangisan yang menunjukkan ketidakadilan, suara lelaki yang sangat akrab dihatinya terdengar, sebelum Kiara melihat kearah belakang, tangan hangat lelaki itu sudah menghampirinya dan memeluknya dari belakang.


“Jangan lihat kebelakang, aku mohon, tetaplah seperti ini sebentar saja,” suaranya pelan dan bergetar, ia tahu jika lelaki ini sedang menangis, air matanya sudah menetes ke tengkuknya, jadi Kiara berhenti dan tidak jadi menoleh ke belakangnya.


Dia hanya terdiam, seperti gadis bodoh, karena dia juga mengharapkan pelukan ini.


Kiara tahu ada sesuatu yang tidak beres, dan Bian belum mengatakan hal itu padanya.


“Ada apa sebenarnya, kenapa kau bisa tiba-tiba berselingkuh dengan kak Bella, dan bahkan akan menikah dengannya? Dan sekarang kenapa kau tiba-tiba mengajakku kabur? Kenapa?” Kiara tidak bergerak sedikitpun, suaranya yang bergetar hebat dan hatinya yang masih utuh pada lelaki ini.


Dia ingin mengetahui alasannya, alasan mengapa cintanya dikhianati begitu saja, seolah kebersamaan mereka bukan apa-apa bagi Bian.

__ADS_1


Akhirnya Bian melepaskan Kiara, mengusap air matanya sendiri, dan menggenggam tangan Kiara, di malam penuh bintang dan malam yang dingin, Bian menceritakan semuanya, dia sudah tidak tahan dengan semua sandiwara yang dilakukan oleh keluarganya.


Semua alasan mengapa dia harus mengikuti ucapan ayahnya, yang harus menikah dengan Bella, agar bisa mengalahkan sepupunya yang juga saudara ayah Bian, agar perusahaan dan aset yang ditinggalkan kakeknya jatuh ke tangannya lebih banyak saat Bian sudah memiliki anak dengan Bella.


Dikeluarganya sebenarnya sedang ada konflik panas, dimana sesama saudara akan saling membunuh untuk mendapatkan kekayaan dan saham dari ayah mereka, yaitu kakek Bian Agler.


Karena itulah Bian tidak ingin membahayakan Kiara, dia tidak ingin karena keganasan keluarganya, Kiara akan terseret dan akan celaka, apalagi ayahnya yang keras dan tidak bisa ditentang, jika ia tahu jika Bian mencintai Kiara bukan Bella, maka Kiara akan dibunuh, Bella harus menjadi istri Bian, karena Bella adalah putri kandung dari pemilik yayasan terbesar di negaranya.


Juga jika Bian menikah dengan Bella, maka kakek Bian akan sangat senang, karena dahulu juga kakek Bian dan kakek Bella juga bersahabat yang turun ke putra-putra mereka, karena keduanya hanya memiliki putra maka mereka tidak bisa menjadi besan.


Jadi jika di keturunan selanjutnya jika Bian berhasil menikahi Bella, maka sudah otomatis kakeknya akan memberikan perusahaan dan semua aset ke Bian dan ayahnya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2