
Episode 36 : Apakah perasaannya benar-benar berubah.
***
Lahan yang sedang diambil alih oleh Alexander memang adalah lahan strategis untuk membangun sebuah casino atau bahkan pusat perbelanjaan, jadi jika Alexander mendapatkan investor untuk membangun bisnis di lahan strategis itu maka akan mendapatkan untung yang sangat besar.
Karena itulah tidak ada satupun perkumpulan yang tidak menginginkan lahan itu, karena Alexander sudah mendapatkannya maka satu-satunya cara adalah membuat Alexander menjadi rekan mereka.
Kebetulan perkumpulan yang menawarkan kerjasama ini adalah perkumpulan yang terkenal licik, dan jika Alexander menolak pertemuan ini maka sudah bisa dipastikan akan ada gencatan senjata yang terjadi antara kedua belah pihak.
Ajakan bertemu dalam konteks mafia seperti mereka adalah sebuah ajakan untuk menunjukkan kekuasaan, jadi bukan bertemu seperti pertemuan bisnis biasa, melainkan pertemuan untuk menunjukkan perkumpulan siapa yang lebih kuat dan lebih layak.
Begitulah dunia mereka bekerja, siapa yang lebih kuat dialah yang akan menang.
__ADS_1
Dan ada satu hal yang sangat lumrah yang merupakan syarat jika dua perkumpulan mafia hendak bersatu yaitu dari kedua belah pihak harus ada yang di nikahkan, begitulah cara mereka mengikat satu sama lain.
Begitu pula dengan Alexander, dia yakin kali ini dia akan di jodohkan dengan putri dari salah satu petinggi atau bahkan pemimpin mafia yang sedang menunjukkan taringnya ini pada perkumpulannya.
Rencana telah rampung, Alexander dan rekannya telah mengemban tugas penting dari sisi mereka, mereka sudah akan pergi ke menara luffin dengan rencana matang tanpa merugikan pihak mereka.
***
Disaat yang bersamaan, pertunangan antara Bian dan Bella telah disepakati oleh kedua keluarga, baik dari keluarga Bella dan Bian keduanya setuju untuk menikahkan putra dan putri mereka karena untuk kepentingan bisnis keluarga Bian untuk mengambil hati masyarakat dengan menggandeng menantu dari keluarga yang terkenal dermawan yang memiliki banyak yayasan dan bahkan mengadopsi seorang anak yatim piatu yaitu Kiara.
“Tring ... Tring ... Tring!”
Bian sekarang sedang mencoba menghubungi Kiara beberapa kali, setelah pertemuan terakhir antara dirinya dan Kiara tidak seharipun dia tenang.
__ADS_1
“Apakah dia memang sudah berurusan dengan Alexander Grey? Apakah Kiara tahu siapa itu Alexander Grey? Kenapa kau tidak bisa menunggu aku lebih lama, kenapa?” dia dengan begitu putus asa tetap mencoba menghubungi Kiara, sebenarnya apa yang terjadi pada Bian, tidak seorangpun yang tahu.
Apakah perasaannya benar-benar berubah hanya dalam waktu singkat pada Kiara? Ataukah dia memiliki sesuatu yang ia rahasiakan makanya ingin Kiara tetap menunggu nya.
Tetapi apapun itu, rasanya sudah terlambat karena Kiara telah berada di dalam sarang monster, rasanya Bian telah salah langkah.
“Tring ... Tring ... Tring!”
Bian tetap mencoba menghubungi Kiara, dia tidak menyerah dan ingin menanyakan secara langsung hubungannya dengan Alexander Grey.
Kiara yang sudah mencoba sekuat tenaga menghiraukan panggilan dari Bian akhirnya memberikan kesempatan pada Bian untuk bisa berbicara sebentar.
Hubungan antara Kiara dan Bian sudah berjalan sejak mereka kecil, hubungan mereka bukanlah hubungan yang bisa berakhir begitu saja.
__ADS_1
“Halo, ada apa? Cepat katakan apa yang mau kau katakan?”
Dengan singkat dan cepat Kiara mengangkat panggilan telepon dari Bian, walaupun hatinya berat tetapi dia juga masih menganggap Bian sebagai bagian penting dalam hidupnya.