
Episode 141 : Pikirkan dirimu sendiri.
***
Saat Alexander mengatakan jika dia sangat merindukannya, membuat Kiara berdebar-debar, perasaannya selama satu bulan terakhir, ketidakpastian hatinya yang sudah goyah, entah kenapa lelaki ini seperti magnet yang terus menariknya agar tidak bisa terlepas.
“Aku tidak selingkuh, dan juga aku dekat dengan siapapun juga itu kan hak ku, lagian kau sudah memiliki tunangan, aku tidak mau menjadi wanita pengganggu, juga nona Layla terlihat sangat mencintaimu dan memiliki sikap yang baik sekali, kau harusnya setia kepadanya,” Kiara mencoba dengan kuat melepaskan pelukan Alexander.
Tetapi entah kenapa aura Alexander yang ini berbeda dengan yang tadi, tadi Alexander seolah diselimuti kemarahan dan kecemburuan tetapi pelukan ini sangat hangat membuat Kiara aman dan terlindungi seperti biasa.
Saat Kiara hendak melepaskan dekapannya saat itu pula Alexander akan mengeratkan pelukannya, semakin ditolak semakin menjadi-jadi, begitulah Alexander.
“Lalu bagaimana denganmu?"
"Apakah kau tidak memiliki perasaan kepadaku?"
"Apakah kau lupa apa yang aku katakan? Jika kau harus mencintaiku? Tidakkah kau sudah melakukan tugasmu itu?” ketus Alexander mengangkat wajahnya dan melihat Kiara dari jarak yang begitu dekat sekali.
__ADS_1
“Aku ... aku tidak ingin mencintai seseorang dan di saat yang sama menyakiti orang lain, jika aku berani mencintaimu bukankah akan ada orang lain yang terluka karena keegoisanku?"
"Aku tidak boleh hanya memikirkan diriku sendiri!” seru Kiara sudah lelah mencoba melepaskan Alexander yang memiliki tenaga yang begitu kuat ini.
“Tidak, kau harus mencintaiku, kenapa kau selalu saja hanya memikirkan orang lain tetapi tidak memikirkan dirimu sendiri terlebih dahulu, karena itulah orang orang selalu meremehkan mu!”
“Oh, atau kau ingin bersama lelaki yang bersamamu tadi, kau mau aku membunuhnya? Hm?” pertanyaan dan mata yang tajam itu, Alexander Grey ternyata memang sama sekali tidak berubah.
Jika dia tidak suka maka auranya akan menjadi menyeramkan dan matanya akan menjadi sangat tajam, cukup tajam untuk membuat Kiara bergidik ketakutan dan merinding.
“Dia tidak salah, dia hanya teman satu kampus yang selalu datang membantuku dan ….”
“Bilang sekali lagi lelaki itu, dan jika kau berani membelanya seperti ini sekali lagi, kau akan menyesal sayang, kesabaran ku ada batasnya, disaat aku sudah menyatakan perasaanku saat itulah kau sudah menjadi milikku dan tidak akan pernah bisa pergi dariku,” bisik Alexander menindih tubuh Kiara.
Dia bernafas dekat sekali di bibir Kiara, mereka sungguh berada di jarak yang sangat dekat sekarang.
“Pembohong, kau bilang suka padaku tetapi kau tetap dekat dengan wanita lain, mana ada perasaan suka seperti itu!” Kiara memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Mungkin Kiara sebenarnya tidak sadar jika dia sudah mengalami kecemburuan yang besar semenjak Alexander bersama Layla selama satu bulan ini.
“Hei, sayang, aku memiliki profesi yang berbahaya, aku memiliki tujuan yang berbahaya juga, aku membutuhkan orang orang yang bisa melindungi apa yang ingin aku lindungi,"
"Jika orang orang tahu kau adalah orang yang aku suka, menurutmu apakah kau masih bisa hidup tenang? Kau akan diincar dan akan sulit untuk melindungi mu, aku tidak ingin kau terluka karena aku,”
Setelah panjang lebar menjelaskan Alexander langsung melepaskan Kiara.
“Ck, tapi sekarang masalahnya sudah besar, banyak mata-mata yang sedang mengawasi aku, dan aku tidak bisa menahan diriku membawamu ketempat ku,"
"Ini semua salahmu, kenapa kau datang ke restoran itu bersama selingkuhanmu! Ah bikin marah saja!” geram Alexander mengusap kasar rambutnya.
.
.
.
__ADS_1
.