Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kau hanya milikku.


__ADS_3

Episode 130 : Kau hanya milikku.


***


Kiara yang kebingungan tertegun sejenak, tubuhnya bergetar hebat, banyak hal sedang ia pikirkan sekarang, tentang kenapa Alexander Grey bisa terluka separah itu, apa yang sebenarnya terjadi, tetapi semuanya ia tahan, dia akan menggunakan kesempatan ini untuk bisa kabur.


Urusan dan masalah Alexander biarlah menjadi urusannya, sekarang sudah ada tunangannya yang ia cintai itu yang akan merawat Alexander Grey, yang jelas dia tidak akan menjadi wanita murahan yang hanya ditiduri saja, dia harus segera kabur.


Mengetahui Alexander Grey sedang membalut lukanya di kamar mandi, Kiara segera turun dari ranjang, dia mencoba membuka pintu kamar, tetapi pintunya telah di kunci dengan rapat, dia segera berlari ke balkon kamar dan menemukan mereka berada di lantai dua, mustahil melompat kebawah, dia tentunya tidak ingin terluka.


Nafasnya sudah sesak, dia tidak tahu harus lari kemana lagi, malam yang semakin memekik menyadarkan dirinya jika dia telah masuk kedalam jebakan yang sama, dia tidak bisa kabur.


“Tak … Tak … Tak!”


Langkah kaki Alexander Grey terdengar di belakang Kiara, Kiara terdiam membisu, kelihatan sekali dia memang sedang mencoba kabur, Alexander Grey tidak mengenakan pakaian atasnya, tetapi sebagian tubuhnya telah ditutupi perban putih, langkahnya semakin dekat, tangan kokohnya merengkuh tubuh Kiara yang terdiam membeku.


“Apa yang harus aku lakukan? Melihatmu berada di dekatku membuatku tidak bisa menahan diriku, melihatmu berada di dekatku membuatku ingin mengurung mu dan menjadikanmu milikku,” suara rendah dan pelan, suara desiran angin malam seolah membuat keadaan semakin mencekam dan dingin, namun anehnya tubuh tanpa busana lelaki ini terasa hangat sekali.


“Haahh!” Nafas Kiara berat dan bergetar, dia melepaskan pelukan erat Alexander Grey dan menjauh darinya, dengan segala keberanian yang ia punya, dia menghadap kearah Alexander dan berbicara dengan memberanikan dirinya.

__ADS_1


“Kau tidak bisa memiliki aku, aku harus pulang, kau juga sudah bersama dengan tunanganmu, apa lagi yang kau mau dariku?”


“Biarkan aku hidup dengan caraku sendiri, tolong jangan datang dan memperlakukan aku seperti barang mainan mu, aku hanya ….” Kiara berhenti sejenak, dia melihat wajah Alexander lalu jantungnya berdebar lagi, tetapi dia mencengkeram tangannya sebagai penolakan perasaan yang sedang ia rasakan.


Dia kemudian mengangkat wajahnya, “Aku hanya ingin hidup tanpa berurusan dengan orang sepertimu, cepatlah lepaskan aku dan biarkan aku bebas!” dengan suara yang sedikit meninggi dan getaran tubuh yang hebat, Kiara mengatakan semua yang ingin ia katakan.


Memang benar satu bulan terakhir dia bahkan tidak bisa melupakan lelaki ini sedikitpun tetapi hidup seperti itu jauh lebih baik dibandingkan hidup seperti di sangkar burung, dia lebih memilih hidup susah daripada harus merasakan sakit menjadi wanita murahan yang menjadi pengganggu hubungan orang lain.


“Heh! Kau sudah selesai bicara!” dengan remeh dan Alexander Grey merespon ucapan menusuk Kiara di hatinya itu.


“Kau lupa sayang, dengan siapa kau berurusan sekarang? Kau memang sangat hebat, aku mengakui kemampuanmu menggoda lelaki lain, baru sebentar aku memberikanmu sedikit kebebasan kau sudah memiliki pria yang lain, apakah kau menunjukkan kemampuan ranjang yang aku ajarkan padamu di hadapannya, apakah dia sudah melihat dirimu seperti yang kau perlihatkan padaku?”


Lagi-lagi suara yang menghakimi, menekan dan menakutkan, Alexander Grey lagi-lagi menyakiti hati Kiara, lagi-lagi Alexander Grey mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ia katakan.


“Bajingan! Kau pikir wanita apa aku ini ha! Kau perlakukan aku sebagai mainanmu dan kau hina! Aku benci kau, selamanya aku akan membenci kau! brengsek, apa yang mau kau lakukan padaku!” dengan tangisan yang pilu Kiara mencoba berontak, tetapi tangannya sudah diikat dengan dasi Alexander Grey agar dia tidak bisa bergerak bebas lagi.


“Persetan dengan apa yang kau katakan, kau hanya akan menjadi milikku, siapapun tidak boleh memiliki mu selain aku, kau yang selalu ingin kabur dan pergi, aku juga punya kesabaran sayang! kau pikir kau telah lepas dariku hanya karena kau kubiarkan hidup bebas sebentar? Tidak akan pernah, sekali kau masuk dalam hidupku tidak akan ada jalan keluar!”


Bisikan itu sangat kuat, tetapi ada mata yang menyedihkan dari mata menyeramkan itu, Kiara bisa melihatnya, didalam kemarahan dan kecemburuan yang menggila ada mata yang sangat sedih, mata yang juga menyakiti hati Kiara, entah karena apa, teriaknya terdiam, hanya ada air mata, air mata yang bertanya-tanya mengapa seorang Alexander Grey memiliki mata sesedih itu.

__ADS_1


“Kau milikku! Kau dengar?” bisik Alexander Grey menggigit pelan telinga Kiara, sampai ke lehernya dan segera menuju bibir Kiara.


Awalnya sangat lembut sampai kemudian menjadi lumaatan buas yang menggila, seolah ada kerinduan yang besar dalam ciuman itu, nafas mereka bersatu, panas dan sedikit memusingkan.


“Aku rindu kau, kenapa aku harus melihatmu bersama lelaki lain,” bisik Alexander lagi masih aktif bermain di bibir Kiara, tanpa Kiara sadari bajunya sudah di lepaskan dan sekarang dia sudah tidak berbusana.


Aneh, aneh sekali, Kiara yang ingin selalu pergi dan berpisah ini entah kenapa merindukan pelukan lelaki ini, kata-kata kasarnya seolah hanya sebuah omong kosong, hanya matanya yang sedih itu yang mengatakan hatinya yang sebenarnya, kenapa Alexander yang arogan dan kasar itu melihat Kiara dengan mata yang amat sedih seperti ini.


“Jangan lakukan, aku mohon, kau sudah punya tunangan, jangan membuatku menjadi perempuan yang menjadi penghancur hubungan orang lain, tolong lindungi harga diriku kali ini saja,” Kiara tetap mencoba sadar, dia memalingkan wajahnya, dia sudah tidak bisa apa-apa, tubuhnya pun seolah tidak menolak Alexander jadi dia akan menggunakan kesadarannya yang tersisa untuk setidaknya menolak Alexander.


Namun Alexander seolah tidak bisa mendengarnya lagi, dia sudah memeluk tubuh kekasih yang sebenarnya tetap ada di hatinya, kekasih yang harus ia lepaskan sejenak tetapi dia tidak mampu, dia menumpahkan kerinduan dan rasa cemburu juga kekecewaan didalam setiap tindakannya, ciuman yang ia torehkan, lumaatan dan gigitan terkadang sangat lembut namun juga terkadang keras dan menekan.


Tubuhnya merengkuh tubuh Kiara yang mungil jika dibandingkan dengan tubuhnya, dia menghadapkan wajah Kiara agar melihat matanya, “Sampai sekarang aku masih menyukaimu, bahkan lebih besar dari sebelumnya,” seru Alexander Grey lalu mengecup bibir Kiara lagi sampai akhirnya dia memulai penyatuan mereka malam itu.


Sesaat itu Kiara menjadi terdiam, dia lupa diri dan tenggelam, dia sudah terkurung lagi dan tidak bisa kabur.


Tetapi dia tidak bisa bohong, hatinya sedari awal bahkan saat melihat Alexander untuk pertama kali setelah satu bulan lebih tidak bertemu entah kenapa berdegup kencang, Kiara tidak tahu jika kerinduan nya juga telah tumbuh tanpa ia duga.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2