Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 225 : Anakku, aku sangat merindukanmu ...


__ADS_3

S2. Episode 225 : Anakku, aku sangat merindukanmu ...


***


Sinar matahari segera menyilaukan pandangan Kiara, gorden putih yang terbuka membuat pandangan Kiara sedikit kabur.


Namun ia bisa dengan jelas melihat seorang wanita duduk di atas ranjang, dan seorang lelaki yang terus menggenggam tangan wanita itu.


Hanya dalam beberapa detik, pandangan Kiara langsung jelas, dia bisa melihat kedua orang yang berada tepat di hadapannya itu.


Dan ...


***


Sebelum Kiara datang dan pintu terbuka, Adelia entah mengapa menjadi tenang beberapa hari ini.


Dia tidak berteriak atau memukul suaminya sampai kelelahan, di tangannya ia terus menggenggam foto diri Kiara yang terlihat sangat mirip dengan dirinya versi muda.


Walau Adelia belum sembuh dari penyakit hatinya, namun nalurinya sebagai ibu seperti bisa merasakan jika wanita muda itu memang anaknya yang ia kira telah tiada.


"Sayang ... sebentar lagi dia akan kesini, anak kita yang sebenarnya masih hidup dan telah tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik ..."


"Aku sangat bersemangat, aku bersemangat menyambut putri kita dan bersemangat menunggu mu sembuh ..."


Ucap Nelson ketika mendengar suara pintu telah dibuka.


Dan ...


Baik Nelson maupun Adelia segera melihat Kiara yang merupakan anak kandung mereka.


Mereka terdiam terpaku untuk beberapa saat, dan menajamkan pemandangan nya yang silau oleh karena sinar matahari.


Adelia yang melihat Kiara berdiri di depan pintu, tangannya langsung gemetaran, dan jantungnya berdegup kencang sekali seperti ada sambaran petir disana.


"Anakku ... dia anakku, dia benar anakku ..."


"Anakku masih hidup, anakku tidak mati ... anakku masih hidup ..."


Adelia menangis tersedu-sedu dengan suara yang sedikit nyaring karena tidak bisa menyembunyikan perasaannya.


Adelia tak menunggu waktu lama segera turun dari ranjang dan melangkah dengan cepat kearah Kiara yang masih mematung dan bisa melihat betapa dia memiliki kemiripan dengan Ibu kandungnya.


Adelia berdiri di hadapan putrinya, matanya yang sudah sayu karena tua, tangannya yang sedikit memar karena sering memukul suaminya mulai meraih wajah Kiara.


Mengusap pipinya dan melihatnya lekat.


"Anakku, aku sangat merindukanmu, ini adalah hadiah dari surga, mengirim mu kembali kepadaku ..."

__ADS_1


"Ketika kau pergi dari dunia ini, separuh nyawaku melayang ... aku menyalahkan diriku sendiri karena tidak bisa menjagamu dengan baik ..."


"Anakku ... Ini Ibumu, aku sangat sangat merindukan mu setiap hari, setiap hari aku ingin kau kembali dan akhirnya kau kembali ..."


"Terimakasih ... terimakasih,"


Adelia memeluk Kiara, putrinya yang dalam imajinasinya telah kembali dari surga untuknya.


Adelia memang masih dalam penyembuhan, jadi dia belum bisa berpikir rasional, namun dengan keberadaan Kiara maka penyembuhan Adelia pasti akan lebih cepat.


Kiara yang melihat cerita suaminya benar nyata adanya, melihat ibu kandungnya menderita selama ini karena dirinya membuat Kiara merasakan rasa sakit yang teramat sangat di hatinya.


Pasti Ibunya menangis sepanjang malam merindukan dirinya.


"I ... Ibu, aku ... aku, tidak tahu harus mengatakan apa, tapi terimakasih sudah bertahan untukku dan hidup untukku, terimakasih sudah memberikan aku kesempatan merasakan bagaimana rasanya memiliki Ibu kandung ..."


"Aku tidak mengerti tetapi aku juga sangat merindukanmu Ibu ..."


Kiara juga memeluk Ibunya, mendekapnya begitu erat, seolah tangisan Kiara itu memberitahu bagaimana selama ini dia menderita dan berusaha keras karena merasa tidak memiliki orangtua kandung.


Tangisan Kiara lebih kepada merengek dan mengadu kepada orangtuanya tentang lelahnya, sama seperti anak lain yang mengadu kepada orangtua kandungannya.


Nelson Dutch yang baru pertama kali melihat putrinya itu juga tak bisa menahan haru, dia sebagai ayah dan kepala rumah tangga segera memeluk keduanya dan memberikan bahunya untuk tempat bersandar putrinya dan istrinya.


Nelson melihat kearah Alexander yang setia menemani istrinya.


Reuni keluarga yang telah terpisah akibat ketamakan dan kegilaan seseorang akhir bersatu lagi.


Walau banyak luka hati yang ditorehkan selama ini, namun mereka bisa berjuang dan bersatu kembali.


***


Setelah kedatangan Kiara, dan tes DNA yang dilakukan benar-benar mengkonfirmasi hubungan darah mereka.


Adelia menjadi suka sekali tersenyum dan berbicara.


Dia bercerita banyak hal kepada Kiara, sepertinya ceritanya tidak habis-habis, seperti ingin melunasi hutang-hutang selama kurang lebih 20 tahun selama mereka berpisah.


Begitu pula dengan Kiara, dia bercerita banyak hal dan benar-benar nyaman dengan Ibu kandungnya.


Karena mereka memang anak dan Ibu kandung membuat hubungan batin mereka terlihat sangat terikat dan erat walau baru bertemu setelah berpisah begitu lama.


Lambat laun, Kiara membawa Ibu kandungnya ke kediaman orangtua Alexander, disana Dahlia tentu menerima dengan baik besan nya itu.


Apalagi Adelia terlihat sangat ramah walau sebenarnya dia istri seorang bangsawan ialah Nelson Dutch.


Untuk John Grey, dia benar-benar mendapatkan kebahagiaan di keluarganya dan tak lagi membuang stresnya bermain wanita.

__ADS_1


Dia akan berubah dan mulai memperbaiki hubungannya dengan istrinya, Dahlia.


Untuk Layla, dia sudah cukup bahagia ketika Arka lebih mengutamakan dirinya dibandingkan apapun.


Perhatian yang selama ini ia inginkan ternyata bisa diberikan oleh seseorang yang sudah dekat dengannya sejak kecil, ialah Arka Grey.


Pernikahan antara Arka Grey dan Layla juga sudah ditetapkan, ialah tiga bulan setelah pesta pernikahan antara Alexander dan Kiara.


***


Selama lima hari penuh, semuanya terlihat sangat membahagiakan, Kiara terlihat sibuk dengan hubungan nya dengan Ibu kandung, Ibu mertua dan bahkan Layla.


Mereka berempat benar-benar suka sekali bergosip, berbelanja dan yang jelas menghabiskan waktu bersama.


Jika mereka ditanya maka mereka akan mengatakan mereka sedang melakukan girls day.


Ialah hari dimana mereka bisa berbagi cerita dan bersenang-senang layaknya keluarga.


Alexander, Arka, Nelson Dutch dan John kurang suka dengan girls day itu, karena benar-benar menyita waktu kebersamaan mereka.


Alexander selalu ingin bermanja-manja dengan istrinya, Arka juga ingin mendekatkan diri lebih intim dengan Layla, Nelson Dutch sudah sangat merindukan masakan istrinya dan bermanja-manja dengan istrinya.


Juga John ingin memperbaiki hubungan rumah tangganya dengan istrinya yang kelihatan super bahagia ketika Kiara dan Layla datang ke rumah ini.


***


Dua hari sebelum pesta pernikahan Alexander Grey dan Kiara,


"Sayang ... aku mabuk, aku sepertinya minum terlalu banyak, Ayo cepat bawa aku ke kamar!" Alex bersandar di bahu istrinya.


Belasan jika dia sedang mabuk, padahal hanya ingin pergi ke tempat sepi berdua dengan istrinya saja.


Malam ini mereka sekeluarga, sedang melakukan pesta makan malam bersama.


.


.


.


.


Author : Jangan lupa berikan like dan komentar membangunnya ya, aku tahu banyak sekali hal yang kurang dalam novel ini, dan khusus untuk puebi akan direvisi ketika aku sudah memiliki waktu luang.


Terimakasih semuanya.


Lope you sekebon jeruk.

__ADS_1


__ADS_2