
Episode 43 : Aku sangat mencintai Alexander.
***
Di kediaman Alexander Grey,
Saat Kiara membuka pintu kamar Alexander Grey, dia melihat siapa yang mengetuk pintu itu malam-malam.
Dan dilihatnya lah seorang wanita cantik dan anggun, dari cara dia melihat, berdiri dan sikapnya sungguh berkelas dan terlihat jika dia memang berasal dari kalangan atas.
Layla, wanita yang mengisi hati Alexander Grey, menurut Kiara, Layla adalah pemeran utama wanita yang memenangkan hati seorang pria arogan bernama Alexander Grey.
Layla yang melihat wanita yang sama berada di kamar lelaki yang ia sangat cintai sungguh menyakiti hatinya, tetapi dia tetap tersenyum menyapa Kiara.
Walau tangannya tetap bergetar dan wajahnya tidak bisa menutupi rasa sakit dan kemarahannya, dia tetap ingin mengajak Kiara berbicara baik-baik sebagai sesama wanita.
Layla telah berubah pikiran, hatinya tidak tenang, dia tidak jadi menyuruh suruhan untuk menghubungi Kiara, dia merasa harus datang sendiri dan menyelesaikan semuanya.
__ADS_1
Kiara yang sudah gugup sedang duduk di ruang tamu rumah Alexander Grey, Layla duduk dengan martabat dan terlihat sopan.
Kiara bisa melihat berapa anggunnya wanita bernama Layla itu, dari cara dia duduk, cara dia melihat dan cara dia berbicara sungguh sangat anggun dan indah untuk dilihat.
“Namamu Kiara kan? maaf sebelumnya tetapi aku sudah tahu informasi tentangmu, kau lebih muda dariku, jadi aku ingin berbicara santai denganmu,” Dengan ramah dan tersenyum Layla mengajak Kiara berbicara.
Kiara yang menunduk dan merasa canggung tersenyum kaku menjawab ucapan Layla.
“I ... iya Nona, nama saya Kiara,” jawab Kiara sedikit segan tetapi sopan, dia bingung harus bersikap seperti apa.
Berdasarkan kontrak yang ia tandatangani pada Alexander Grey, dia tidak bisa memberitahu perihal hubungan berdasarkan kontrak mereka kepada siapapun.
“Jangan panggil saya Nona, panggil saja saya Layla,” Layla tersenyum ramah mencoba bersikap akrab dengan wanita yang sedang bersama tunangannya.
Jika ditarik kembali garisnya, sebenarnya Layla sangatlah sabar, walau ia tahu wanita yang ada di hadapannya ini merupakan kekasih rahasia tunangannya, yang seharusnya dia bisa marah dan menghancurkan Kiara, malah sebaliknya dia bersikap lembut dan berbicara dengan tenang.
“Ba... Baik Kak Layla,” seru Kiara sopan dan masih menunduk juga tersenyum kaku.
__ADS_1
Dalam situasi ini dirinyalah pemeran perempuan penggodanya.
Layla tersenyum mendengar hal itu, dia sedikit menghela nafasnya dan menguatkan hatinya, dia akan mengatakan tujuan utamanya mengajak Kiara bertemu malam ini.
“Kiara,”
Suaranya yang lembut terdengar jelas di telinga Kiara, mata Layla yang sudah berair dan merah bisa dilihat dengan jelas oleh Kiara.
Sepertinya Layla telah berjuang mati-matian, dan bahkan sekarang dia harus menurunkan harga dirinya untuk bisa meminta tolong pada kekasih gelap tunangannya sendiri.
“Aku tidak tahu hubungan seperti apa yang kau punya dengan Alexander, tetapi aku sangat mencintai dia, sebagai sesama wanita harusnya kau tahu rasanya mencintai seorang lelaki kan? Hatiku sakit sekali setiap dia menyakiti aku dan berhubungan dengan wanita yang lain, dan kali ini dia bahkan memperkenalkan kamu pada keluarga besarnya,”
“Sebagai tunangannya, hatiku sangat kacau dan tidak tenang, Kiara, bisakah aku meminta tolong? Tolong tinggalkan Alexander untukku, aku akan memberikan apapun yang kau mau,”
Sekarang air mata Layla sudah membasahi pipinya.
Entah kenapa jantung dan hati Kiara ngilu melihat rasa sakit di wajah Layla.
__ADS_1
***