
S2. Episode 190 : Aku sangat menginginkan mu!
***
Makan malam super indah telah usai, Alexander sungguh memperlakukan Kiara bak ratu.
Setelah pernikahan rahasia mereka, dan Kiara dinyatakan hamil, sikap Alexander semakin melembut dan mulai mengerti bagaimana caranya menunjukkan perasaan.
Walau caranya masih posesif akan tetapi Alexander sungguh menunjukkan perubahan yang signifikan dalam sikapnya kepada sang istri.
Keduanya memutuskan menginap di hotel, sudah larut dan sampanye yang di konsumsi oleh Alexander membuat nya sedikit mabuk.
Sejak tadi dia bersandar di bahu istrinya sembari tersenyum, dengan pipi dan telinga yang merah dia memejamkan matanya dan tak melonggarkan genggaman nya di bahu sang istri.
"Sudah ku bilang tadi jangan minum minuman beralkohol, kau jadi mabuk kan?"
Kiara mengomel sejak tadi, dia sampai harus memapah Alexander ke kamar hotel, karena Alex akan marah jika ada yang membantu dan menyentuhnya kecuali Kiara.
"Jangan sentuh aku, aku hanya boleh disentuh oleh istriku!"
"Tubuhku hanya milik istriku, jangan dekat-dekat!"
Sejak tadi Alexander marah kepada siapapun yang hendak membantu memapah nya sehingga Kiara harus melakukan nya sendirian.
Dan untung saja mereka sudah sampai di kamar yang sudah di sewa oleh Alexander untuk mereka.
"Haahhh!"
Setelah mereka sampai di kamar, Kiara meletakkan suaminya di atas ranjang.
"Lelah nya ..." keluh Kiara hendak pergi membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum tidur.
Akan tetapi saat Kiara hendak berlalu, Alexander yang tidak suka saat istrinya melepaskan dekapannya kesal dan menarik tangan Kiara.
Memeluknya lagi semakin erat, wajahnya ia benamkan dalam dada istrinya dan wajahnya ia naikkan agar dia bisa melihat wajah istrinya dari bawah.
"Sayang, jangan melepaskan pelukan ku! jangan melepaskan aku!"
"Kenapa sih kau suka pergi tiba-tiba! apakah hanya aku yang menginginkan mu di sisiku? apa hanya aku yang ingin terus bersentuhan denganmu?!"
"Tidak adil! apakah kau tahu saat kau melepaskan tanganku, rasanya hatiku sakit, seolah kau akan kabur lagi seperti sebelumnya!"
"Dasar istri nakal! aku bahkan sudah menyukai mu sejak pertama kali bertemu, tidak adil! kapan kau akan menyukai aku dengan sungguh-sungguh!"
__ADS_1
Alexander ngambek tidak jelas, dia tidak suka saat Kiara melepaskan tangannya dan pergi.
Apalagi sekarang karena dia setengah mabuk membuat dia berbicara secara terang-terangan.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Kiara berdegup kencang sekali ketika melihat melihat betapa menggemaskannya wajah suaminya.
Pipinya memerah, telinga nya juga memerah, dan wajah cemberut Alexander yang sekarang sama sekali tidak menyeramkan malah menggemaskan sekali.
"Hmm? jawab aku? kapan kau akan menyukai aku?"
"Aku juga ingin mendengar nya, aku takut setiap kau pergi atau setiap kita jauh, aku takut kau sewaktu-waktu akan kabur dan pergi, aku takut karena kau belum menyatakan jika kau menyukai aku!"
Sisi Alexander yang super super melow sangat mengejutkan Kiara.
Membuat Kiara salah tingkah dan terdiam sejenak.
Matanya yang bulat melihat dengan jelas keimutan suaminya yang seperti kucing yang ingin diperhatikan dan dimanja.
Kiara mengusap rambut suaminya dengan lembut.
Helaian rambut suaminya yang halus, Kiara suka sensasi saat jemarinya menyentuh rambut itu.
Kiara berbicara lembut sekali, dia tersenyum dan mengusap lembut rambut suaminya sembari mendekap nya dengan hangat, setidaknya agar Alexander tidak merasa kesepian lagi.
Walau Kiara tahu mungkin Alexander akan lupa dengan ucapannya ini karena masih mabuk, akan tetapi Kiara ingin agar Alexander tahu jika dirinya memang sudah mulai menyukai Alexander.
Dan rasa itu akan terus bertumbuh.
***
Saat Kiara menyatakannya perasaannya, Alexander kemudian tersenyum sangat nakal.
Dia melonggarkan pelukannya sejenak lalu menuntun istrinya agar duduk sejajar dengannya.
"Sayang, kau menggodaku lagi, haruskah aku memberi mu hadiah atau hukuman karena menggodaku?"
Bisik Alexander mengusap lembut kedua pipi Kiara dan mendekatkan wajahnya sedekat mungkin.
Sehingga nafas keduanya terasa sangat dekat dan keduanya bisa merasakan hangat nafas masing-masing dari mereka.
Kiara spontan memundurkan tubuhnya, matanya yang bulat dan wajahnya yang langsung siaga.
__ADS_1
"Kau pura-pura mabuk ya? kau hanya menggodaku saja kan?"
Kiara menggerutu karena sepertinya Alexander baru saja menjebaknya.
"Pfft ..." Alex terkekeh kecil, dia melingkarkan tangannya di lengan istrinya dan menarik pundak istrinya agar menempel pada tubuhnya.
"Aku mabuk, tetapi bahkan saat aku mabuk aku bisa melihat mu dengan jelas, merasakan sentuhan mu dengan jelas, dan bisa mencium aroma tubuhmu dengan jelas, ini menunjukkan betapa aku sangat sangat menyukai mu, saat aku mabuk pun aku tidak bisa menyembunyikan perasaan ku!"
Alexander membisik lalu ia mulai meraih dagu istrinya, memulai ciuman dengan sentuhan bibir yang lembut dan basah.
Ciuman itu sangat lembut sampai Kiara tidak sadar jika dia sudah sangat menikmati momen ini.
"Aku mencintaimu, dan aku akan mengatakannya setiap hari, dan itu tdiak akan berubah!" bisik Alexander lagi melanjutkan ciumannya yang semakin panas dan memburu.
Tangan kokohnya menuntun Kiara agar berbaring di atas ranjang.
Alexander mengusap bibir basah istrinya yang diakibatkan oleh salivanya.
Kemudian Alexander menyeringai tajam, matanya yang tajam dan senyumannya yang memikat, sungguh Alexander sangat tampan malam ini.
"Sayang ... kau cantik sekali, sangat cantik sehingga aku menginginkan mu setiap waktu ..." bisik Alexander mulai melepaskan kancing baju istrinya.
Namun tangan Alex segera ditahan oleh Kiara.
Kiara yang entah mengapa juga seperti terlena mencoba menyadarkan suaminya jika dia masih hamil muda, tidak baik jika melakukan nya.
"A ... aku sedang hamil muda, sebaiknya kita jangan lakukan dulu ..." balas Kiara berharap Alexander akan mengerti.
Dan memang tangan Alexandre berhenti sesaat, lalu matanya menyipit menatap istrinya.
"Haahhh!"
Nafasnya menjadi berat.
"Aku sangat menginginkan mu, hanya kau sayang! akan aku lakukan dengan pelan, Tidak akan melukai bayi kita!" bisik Alex lagi membuat Kiara terkejut dan tidak akan bisa kabur lagi dari cengkeraman suaminya yang buas ini.
.
.
.
Author : Sebelum konflik bucin dulu yaa, biar ga terburu-buru novelnya wkwkwk
__ADS_1
Jangan lupa di like dan komentar ya hehe 🤍