
Episode 41 : Alexander Grey dan George.
***
Di menara Luffin,
Alexander telah disambut oleh perkumpulan mafia yang mengundangnya untuk melakukan pertemuan, perkumpulan ini adalah perkumpulan yang sudah turun temurun dan sekarang dikepalai oleh generasi kelima, nama marga keluarga mereka adalah keluarga Serge.
Dan kepala keluarga Serge yang merupakan ketua perkumpulan mereka turun secara langsung untuk membicarakan perihal pengajakan kerjasama diantara mereka.
Sebenarnya pertemuan dua kepala mafia sekaligus sangat jarang terjadi, sepertinya lahan yang dikuasai oleh Alexander baru-baru ini benar-benar memiliki daya tarik yang sangat kuat untuk perkumpulan yang lain.
“Selamat datang Tuan Alexander Grey, saya George Serge menyambut anda dengan ketulusan yang terdalam,” George Serge menyambut Alexander dengan salam penuh hangat dan senyuman yang lebar.
Alexander Grey melihat hal itu dan tersenyum, ternyata berita itu benar, jika perkumpulan Serge sama seperti ular, dari senyumannya Alexander langsung tahu jika ada seribu jebakan yang tersembunyi di matanya.
Tetapi sebagai seorang ketua dari sebuah perkumpulan mafia, Alexander tetap harus berkepala dingin, dalam situasi seperti ini yang harus ia lakukan adalah menilai situasi, mencari kelemahan dan akhirnya menjadi orang yang mendominasi.
__ADS_1
Alexander menyambut salaman hangat penuh sandiwara itu dengan cara yang sama, senyuman yang sama dan tatapan yang tajam.
“Salam kenal Tuan George Serge, saya Alexander Grey memenuhi undangan anda,” jawab Alexander Grey tersenyum dan duduk di kursi yang berhadapan dengan George Serge.
George Serge melayani Alexander Grey dengan sangat hati-hati, mereka makan malam dan minum bersama, sampai akhirnya mereka memulai berbicara dengan serius.
“Tuan Alexander, anda seharusnya tahu jika pertemuan ini sangat penting bagi kami,” George Serge tersenyum, dia menggerakkan tangannya dan salah satu anggotanya datang menyalakan rokok untuknya.
George menghisap rokok berukuran besar itu, lalu melanjutkan ucapannya, “Lahan yang baru saja Tuan Alexander miliki merupakan lahan yang sangat strategis, entah bagaimana caranya saya bisa ketinggalan mengambil alih lahan itu,”
“Disamping itu, saya juga akan membantu proyek berskala besar yang hendak anda realisasikan!”
Dengan percaya diri George berbicara dengan suaranya yang datar, umurnya yang sudah sedikit berumur sesuai dengan karisma yang ia tunjukkan.
Alexander berpangku tangan, melihat George dengan mata yang tajam, dia mencoba melihat dan menilai, sebenarnya mengapa sebuah organisasi besar seperti kelompok Serge sangat menginginkan lahan yang baru ia miliki.
Tetapi sesaat kemudian dia menyeringai, ada senyuman yang tidak bisa dibaca siapapun tergambar di wajahnya.
__ADS_1
“Menarik, aku ingin bermain sedikit lebih lama!” gumam Alexander Grey tersenyum, seolah dia ingin menyenangkan dirinya dengan bermain-main dengan kelompok Serge.
Dia ingin lihat, sebenarnya apa yang menjadi tujuan kelompok berbahaya ini, bagi Alexander, tidak mungkin mereka hanya menginginkan lahan yang baru ia ambil alih.
“Saya sangat tersanjung anda menawarkan tali persaudaraan kepada saya dan saudara-saudara saya, tawaran yang anda berikan juga menggiurkan, tetapi bagaimana jika saat saya setuju anda berkhianat?"
"Apa jaminan yang bisa anda berikan kepada saya?” Alexander Grey memberikan umpan, dia ingin terlihat terlena dengan tawaran yang diberikan oleh George Serge, dia ingin bermain dengan kepercayaan diri kepala keluarga Serge ini.
*
*
*
*
Jangan lupa dukung author dengan cara memberikan like dan komentar membangunnya ya semuanya.
__ADS_1