
S2. Episode 222 : Ah, aku merindukan istriku.
***
"Tadinya aku memang ingin membunuhnya agar wajah menjijikkan nya itu musnah, akan tetapi aku rasa dia memang tidak boleh mati terlalu cepat seperti saran mu ..."
Ucap Alexander Grey tengah menunggu Nelson Dutch.
Karena setelah ini, Alexander harus bertemu istrinya dan menjelaskan semua hal mengenai masa lalunya.
"Ah, aku merindukan istriku, ada yang aneh denganku!"
"Aku benar-benar sudah tidak bisa berjauhan dengannya."
Alexander tengah bersandar di belakang kursi mobil.
Ketika ia sudah bertemu dengan Nelson Dutch, Alexander memang berniat untuk segera pergi pulang menggunakan pesawat pribadi yang dulu merupakan milik kakeknya, namun sekarang sudah menjadi miliknya.
Sisanya disini akan diurus oleh keluarga Dutch, ialah saudara-saudara Nelson Dutch.
Dan untuk Goran akan dibawa ke negara asal Alexander.
Fin dan Sin adalah yang memastikan Goran dibawa hidup-hidup, Alexander sengaja membiarkan Fin dan Sin yang mengawal Goran, agar mereka bisa memuaskan dendam mereka kepada Goran.
Ya, tentu saja Goran tidak akan melakukan perjalanan dengan nyaman dan aman, Fin dan Sin akan menghabisinya sampai meminta ampun, tetapi tidak akan membuatnya sampai mati.
Goran harus tahu apa artinya penderitaan, Goran harus berada dalam tahap ingin mati tetapi tidak bisa mati.
Dimana mati adalah hadiah paling diinginkan oleh Goran, itu adalah hukuman yang pantas bagi manusia yang tidak memiliki hati, dan dengan mudah mengambil nyawa orang lain.
...
"Apa ya yang sedang dilakukan istriku sekarang?"
"Apakah dia melakukan tugasnya merindukan aku?"
"Aku ingin menghubungi nya tetapi aku takut membuatnya khawatir, pasti berita tentang kabar ini sudah sampai disana ..."
Di akhir misinya yang mempertaruhkan nyawa tadi, Alexander memejamkan matanya sejenak dan membayangkan mengenai istrinya.
Bagi Alex, sangat sepadan mempertaruhkan nyawa demi bisa hidup bahagia bersama istrinya, dan calon baby nya nanti.
Alex meraih ponselnya, dia ingin menelepon istrinya namun mengurungkan niatnya.
Jadi yang ia lakukan hanyalah menatap photo Kiara yang terpampang nyata di wallpaper ponselnya.
"Cantiknya ..." ucapnya lagi tersenyum mengusap layar ponselnya.
Tetapi tiba-tiba saja ...
"Tring ... Tring ... Tring!"
Sebuah nama langsung tercantum di layar, ialah 'Cintaku ❤️'
Ya, Alex menyimpan nomor istrinya dengan nama cintaku di tambah emoticon love.
__ADS_1
Terlihat kekanak-kanakan namun Alexander memang sedang dimabuk cinta oleh istrinya, jadi hal itu wajar ketika seseorang jatuh cinta lagi dan lagi seperti Alexander.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Alex berpacu begitu cepat ketika melihat nama itu, pipinya memerah dan matanya melebar.
Ini adalah kali pertama Kiara menghubungi suaminya, dan hal itu membuat Alexander syok setengah mati.
Karena rasa bahagia dan tak menyangka, Alex sampai melewatkan panggilan Kiara dan membuat Alex panik.
"Aduh ... kenapa aku tidak mengangkat panggilan istriku?"
"Tidak ... tidak, kenapa aku jadi malu, astaga ..." Alexander menjadi gugup, bersemangat dan pipinya memerah.
Anak buah Alexander yang sedang berada di kemudi mobil mengintip dari kaca mobil, merasa heran dengan tingkah Bos nya ini.
Padahal tadi Alexander baru saja terlihat super keren melompat dari helikopter, menangkap penjahat paling mematikan di dunia.
Namun sekarang, Alex malah terlihat berbanding terbalik dengan Alex tadi.
Yang tadi Alex terlihat sangat sangat namun sekarang terlihat gugup dan pipinya memerah karena istrinya.
'Cinta memang bisa merubah semua orang!'
'Tak ku sangka Bos benar-benar menjadi bucin kepada istrinya itu!'
Benak anak buah Alex itu geleng-geleng kepala, dan memutuskan untuk fokus kepada tugasnya saja memerhatikan kedatangan Nelson Dutch nantinya.
"Tring ... Tring ... Tring!"
"Halo sayang?"
Ucapnya lembut sekali dan senyam senyum layaknya seorang pria yang kasmaran.
"Sayang ... apakah yang diberita itu adalah ulah mu?"
Kiara terdengar menangis, sesenggukan.
Hal itu membuat Alexander panik dan menjadi serius.
"Kenapa kau menangis? apakah Ayahku membuat hatimu sakit?"
"Apakah di rumah ada yang melukai mu?"
"Katakan padaku?"
Alex meninggikan suaranya, dia tidak akan terima jika istrinya yang tengah hamil muda di ganggu oleh keluarganya.
Kiara yang tengah duduk di ranjang dan menangis karena baru saja menonton berita menggelengkan kepalanya.
"Tidak ... mereka semua baik kepadaku, hanya saja tadi malam aku bermimpi buruk tentang mu, dan benar saja aku menonton di telivisi jika ada seseorang bernama Goran ditangkap, dan banyak sekali sekutunya yang katanya sangat berbahaya!"
"Aku sudah duga itu ulah mu ... aku takut, jika suamiku kenapa-kenapa!"
Sembari menangis sesenggukan, Kiara berbicara sedikit terbata-bata.
__ADS_1
"Aku ... aku masih ingin bersamamu sampai tua, aku tidak ingin menjadi janda di usia muda!"
"Berhentilah melakukan sesuatu yang berbahaya seperti itu! sebentar lagi kau akan menjadi ayah!"
"Aku tidak mau Ayah dari anakku nanti terluka ..."
Kiara benar-benar takut sekali, dia tahu Alex selalu berhubungan dengan sesuatu yang berbahaya.
Namun Kiara tidak tahu jika hal itu semengerikan ini.
Ketika menonton dan menelusuri tentang orang jahat bernama Goran yang ditangkap suaminya itu, Kiara merinding dan tak habis pikir mengapa ada manusia sekejam itu.
Kiara jadi kepikiran suaminya, jika Alex berhadapan dengan orang mengerikan seperti itu setiap waktu, maka bisa saja Alex terluka dan terjadi sesuatu yang mengerikan kepadanya.
Sebagai seorang isteri, tentu saja Kiara tidak ingin suaminya terluka.
...
Mendengar istrinya mengkhawatirkan nya karena pekerjaan nya, Alex tersenyum lembut.
Tangisan istrinya kali ini terdengar merdu di telinganya.
Ungkapan kekhawatiran Kiara benar-benar menunjukkan kepada Alex, jika ada keluarga yang menunggu nya pulang.
"Sayang ... terimakasih sudah mengkhawatirkan aku, aku sangat sangat bahagia sekarang ..."
"Tenang saja, aku baik-baik saja, aku akan segera pulang, besok akan sampai di rumah ..."
"Dan, pekerjaan ku ini adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, banyak orang mengerikan di dunia ini dan tidak semua orang bisa menangkap mereka ..."
"Mungkin kau tidak tahu, tetapi aku ini sangat hebat, aku juga memiliki tiga saudara hebat lainnya, jadi semuanya akan baik-baik saja!'
"Nanti kita akan membicarakan ini lebih dalam, tetapi aku akan menunjukkan kepadamu betapa pekerjaan ku ini tidak akan mengusik keamanan ku dan keluarga kita nanti,"
Alex mencoba menjelaskan secara singkat kepada istrinya, dan meyakinkan Kiara jika pekerjaan nya memang harus tetap ada untuk menangkap kejahatan yang tidak bisa ditangkap oleh petugas keamanan.
Perkumpulan Dawn, hanyalah salah satu dari banyaknya perkumpulan mengerikan di dunia.
Yang memeras masyarakat bawah untuk kepentingan pribadi kelompok mereka.
Dari hal itu, Alex malah semakin bersemangat untuk memberantas mereka semua, agar tidak ada lagi korban seperti dirinya, Fin, Sin dan Yuza.
.
.
.
.
Author : Jangan lupa dukung karya ini dengan cara berikan like nya, btw maafkan ya jika banyak hal yang mengerikan di novel ini.
Ini semua hanyalah hasil imajinasi saja, tidak ada sangkut pautnya dengan kenyataan, jadi jangan dibawa terlalu serius ya.
Jangan lupa jika ini hanyalah halu semata. 🤍
__ADS_1
Btw masih ada satu episode lagi nyusul ya sebentar lagi.