Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Percaya padaku saja!


__ADS_3

Episode 153 : Percaya padaku saja!


***


Setelah kerusuhan itu, Alexander Grey sudah lelah sekali, dia hendak pulang dan istirahat sebentar, dia berharap Kiara jangan memantik emosinya saat ini, dia tidak ingin melukai Kiara disaat saat seperti ini.


“Tuan,”


Pak Roy memanggil Alexander Grey saat Alexander sudah sampai di kediamannya.


“Ada apa pak Roy?” sahut Alexander terlihat lelah sekali.


“Tadi Nyonya Layla datang kesini dan kelihatannya dia berbicara banyak dengan Nyonya Kiara,” seru Pak Roy segera memberikan laporan lengkapnya mengenai kegiatan Kiara hari ini.


“Ck! Jadi Layla sudah tahu ya, sialan!” geram Alexander segera berjalan dengan kaki jenjangnya menuju kamar pribadinya.


Disana dia menemukan Kiara sedang duduk dan seperti sedang mengerjakan tugasnya.


Kiara mengenakan kaca matanya karena sedang melihat ke layar komputer.


“Sayang, apa yang kau lakukan?” tanya Alexander datang mendekat dan memeluk Kiara dari belakang.


“Aku kan mahasiswi, aku harus mengerjakan tugas, jika pun aku bolos dan tidak bisa hadir setidaknya aku mengerjakan tugasku,” ketus Kiara masih belum tahu jika Alexander Grey sedang di rundung banyak masalah dan kepalanya sedang pusing sekarang.


“Sayang, aku lelah sekali,” seru Alexander memejamkan matanya dan bersandar di bahu Kiara, kekasihnya.


Tetapi Kiara hanya diam saja dan tetap melanjutkan tugas kuliah nya.


“Sayang, tadi Layla mengatakan apa kepada mu?” tanya Alexander lagi, walau ia sudah lelah dia tetap ingin tahu apakah yang baru dibicarakan Layla dengan Kiara saat lalu.


“Dia bilang kau mencintaiku tetapi kau tidak akan menikahi ku,” ketus Kiara langsung to the point tapi terlihat sangat kesal.


“Pfft,”


Alexander kemudian terkekeh melihat sikap Kiara yang saat menjawab itu tangannya mengetik semakin kuat ke keyboard laptop.


“Kenapa kau tertawa?” ketus Kiara tidak terima.

__ADS_1


Dia segera melihat kearah Alexander, mata lelahnya dan ekspresinya yang sungguh kelelahan bisa dilihat oleh Kiara.


Lalu saat Kiara menoleh ... Alexander langsung memeluk Kiara lagi dari arah depan.


“Sayang, aku lelah, bisakah kau mengusap rambutku?” bisik Alexander pelan, dia sungguh kelelahan sekali, dan Kiara bisa tahu itu.


Baru kali ini, selama Kiara berada di sisi Alexander Grey, dia bisa melihat sisi lemah dan lelah dari Alexander, membuat hati Kiara terasa dicubit dan ada perasaan aneh di sana.


“Ada apa? kenapa kau bisa kelelahan? Apakah kau ada masalah?” tanya Kiara tetap tidak tega melihat Alexander dalam kondisi seperti ini, Kiara mengusap rambut Alexander dan memeluknya.


Walaupun hatinya masih panas dengan ucapan Layla tadi, tetapi dia juga tidak bisa mengabaikan Alexander Grey.


“Banyak, tetapi aku tidak bisa bercerita kepada orang lain, karena jika aku membagikan kesusahan ku siapa yang akan memimpin mereka, biarkan aku memeluk mu dan bersandar di bahu mu sebentar ya sayang, aku hanya ingin istirahat sejenak,” ucap Alexander lagi sedang malas berdebat dan hanya ingin bermanja dengan memeluk Kiara.


Kiara langsung mengerti segera mengusap rambut Alexander dan pundaknya, dia membiarkan Alexander bersandar di pundaknya, mungkin memang benar kali ini Alexander sungguh kelelahan sekali.


***


Malam itu, Alexander Grey pulang dan segera melepaskan penatnya dengan memeluk kekasihnya, dia merasa sangat nyaman setiap kali dia memeluk wanita ini, seolah dia sudah menemukan tempat ternyaman nya.


“Sayang, apa yang kau pikirkan sekarang? Apakah kau masih memikirkan perkataan Layla?” seru Alexander menatap Kiara dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.


Ya, sejak awal hubungan mereka memang sudah tidak baik, sebelum Alexander menyatakan rasa sukanya, Kiara memang di tuntut untuk tidak berharap dan hanya berperan sebagai kekasih simpanan saja.


"Sejak tadi kau kesal, apakah kau cemburu?" bisik Alexander menangkap kemarahan Kiara, dan entah kenapa Alex senang dengan hal itu.


"Dengar ya sayang, walaupun keluarga ku melarang, keluarga Layla juga melarang, aku tidak peduli,"


"Walau aku dijodohkan pun, itu hanya sebuah simbol saja, aku sudah memiliki rencana untuk itu, aku tidak akan menikah dengan Layla, aku hanya suka padamu, bagaimana mungkin aku menikahi orang lain!"


Alexander sekarang mencubit pipi Kirana dengan gemas, Alexander merasa gemas sekali, bagaimana kekasihnya ini harus dijelaskan secara rinci baru mengerti.


Maksud Alexander membawa Kiara ke pantai saat lalu tentu saja ingin Kiara bisa melihat keseriusan Alexander dalam hubungan mereka.


Akan tetapi untuk sekarang belum bisa, Alexander masih memiliki banyak masalah dan musuh, Alexander masih harus membereskan urusannya barulah ia memiliki keberanian untuk menunjukkan kekasihnya ini di hadapan publik.


“Deg … Deg … Deg!”

__ADS_1


Jantung Kiara berdegup begitu cepat saat Alexander menjelaskan apa yang sebenarnya dimaksud oleh Alexander.


“Ja … jadi maksumu kau tidak akan menikahi Nona Layla?” tanya Kiara lagi entah kenapa pipinya sekarang menjadi merona.


“Tentu saja! Siapa yang bisa memaksaku memangnya? Pernikahan ku adalah masalah pribadiku, segera setelah masalah ku selesai, aku akan mengakhiri pertunanganku dengannya!” seru Alexander Grey dengan sangat lantang, dia bahkan mengakat dagunya dan terlihat sangat bersemangat mengatakan hal itu.


Kiara yang mendengar itu menjadi diam, dia berpikir lagi, dia merasa sedikit demi sedikit lelaki ini sepertinya sudah mulai berubah, walau tidak signifikan.


Tetapi sekarang, pikirannya sudah terbuka tentang pernikahan, sesuatu yang ia benci sejak awal.


Entah apa penyebabnya, tetapi Alexander Grey sangat membenci pernikahan.


“Makanya, kau harus percaya padaku mulai dari sekarang, jangan kulihat lagi kau bersama lelaki lain, jika aku melihatmu bersama lelaki lain dan menghianati kesetiaan dan hatiku, aku sungguh sungguh akan membunuhmu!” ketus Alexander benar benar serius.


Setelah beberapa tahun, akhirnya Alexander Grey menemukan seseorang yang ia suka, dan hatinya tidak akan berubah, dia sangat benci perseligkuhan jadi jika Kiara berani selingkuh darinya dan menghianati hatinya maka Alexander Grey akan marah sekali.


Dan mungkin pemikirannya mengenai pernikahan akan berubah karena Kiara.


“Haaah!” Kiara menghela nafasnya panjang.


.


.


.


.


Author : Yang nanya kapan masalahnya selesai, bentar lagi selesai kok, aku tidak ingin terburu-buru, aku sadar kok aku tidak bisa memuaskan semua pembaca, aku juga sadar banyak sekali kelemahan disana-sini.


Juga pembaca setia ku pasti udah tahu ini, aku tuh ga pinter bikin novel yang pelakor nya berkuasa, dimana konfliknya akan lebih dramatis 😭 makanya konflik aku kebanyakan action 😭 Jadi sabar yaaa 😭


Aku akan terus belajar membuat karya yang bagus kedepannya. Terimakasih semuanya, jangan lupa di like ya, karena dukungan kalian sangat berarti untukku. 🤍



Btw ada pembaca setia yang komen ini di Instagram akuu, rasanya tuh membahagiakan sekali, Terimakasih ya sudah setia membaca karya ku yang masih banyak kekurangan.

__ADS_1


Lope you guys sekebon jeruk 🍊🤍


__ADS_2