Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kau dan ibuku mirip.


__ADS_3

Episode 170 : Kau dan ibuku mirip.


***


"Ibu ... apakah Ibu mengatakan kata jahat pada kekasihku? dia ini terlalu lembut dan lemah, perkataan baginya seperti pedang ...." Alex melihat dengan mata menilisik kearah ibunya.


Melihat itu mata Dahlia langsung berbinar, Kiara adalah wanita pertama yang dipeluk di hadapannya dan dibela seperti itu.


Yang artinya, Alexander telah menemukan wanita yang ia cintai dan benar-benar ingin ia lindungi.


"Kau membuat Ibu cemburu dengan kedekatan kalian, cepatlah pulang bawa calon menantu Ibu ini, Ibu tunggu secepatnya!" Dahlia tidak ingin mengganggu kemesraan Kiara dan Alexander.


Lalu Dahlia berlalu pergi kebahagiaan yang berlimpah.


"Aku akan pergi membeli baju bayi!"


Itu adalah seruan yang pertama ia lontarkan saat keluar dari ruangan.


Padahal bayi yang dikandung Kiara masih belum diketahui jenis kelaminnya.


Tetapi Dahlia sudah merancang segala sesuatu mengenai bayi yang akan menjadi cucu pertamanya.


Seperti baju, tempat tidur dan lain sebagainya.


Sungguh, kelihatan sekali Dahlia sepertinya memang sudah menanti kehadiran seorang cucu.


***


Sedangkan Alexander yang sedang menenangkan kekasihnya yang terlalu terharu karena kebaikan hari Dahlia masih mencoba menenangkan dirinya.


Mungkin karena kehamilan muda nya, Kiara sulit sekali mengontrol moodnya yang selalu berubah-ubah.

__ADS_1


"Ssshhhh ... tenanglah ... maafkan aku jika Ibu mengatakan kata yang jahat atau menyakiti mu, tetapi Ibuku itu wanita paling hebat loh, dia itu sebenarnya lembut ...."


Sama seperti Dahlia yang selalu memuji Alexander, sekarang Alexander yang memuji ibunya dan mengatakan segala kebaikan ibunya.


Alex mengusap-usap pundak Kiara agar segera tenang, memeluknya diatas ranjang dan membuat Kiara bersandar di dadanya.


Lalu setelah Kiara bisa mengatur pernafasannya dan menjadi tenang setelah mendapatkan pelukan dan usapan di pundak dan kepala, Kiara akhirnya menceritakan apa yang terjadi.


"Ibu tidak mengatakan kata yang jahat, dia malah menerima ku dengan tangan terbuka ..." Kiara menjawab sembari menatap kearah atas dimana Alex tengah melihat kearahnya.


"Lalu kenapa kau menangis? aku pikir Ibuku mengatakan kata jahat," celetuk Alex melonggarkan pelukannya sebentar meminta penjelasan lebih detail.


"Karena ibumu terlalu baik, dia adalah wanita paling baik yang pernah aku temui, dia tidak memarahi ku, ini kali pertama aku tidak diremehkan tetapi diterima dengan baik jadi ..."


"Aku terharu sekali,"


Balas Kiara begitu jujur.


"Pfft ..." Alexander tertawa kecil lalu ia mengecup dahi kekasihnya ini.


"Aku senang kau menganggap ibuku seperti itu, karena dia memang ibu terbaik di dunia,"


Setelah mengecup kening, Alex kembali memeluk Kiara.


Dan disaat yang sama, Kiara tetap mengingat misi dari calon ibu mertua, yaitu membujuk Alex agar segera kembali pulang.


***


Di perusahaan keluarga Grey,


"Bagaimana ini, aku tidak bisa tenang, aku selalu terbayang oleh Layla!"

__ADS_1


Arka yang tidak bisa tenang mencoba memfokuskan dirinya, namun bayang-bayang wanita yang ia cintai itu selalu ada dalam ingatannya.


"Dia cantik sekali malam itu!"


"Walau dia menganggap aku sebagai Alex tetapi yang melakukannya pertama kali bersamanya adalah aku! ho ho ho!"


Tanpa sadar Arka yang sudah dimabuk asmara itu sedang membayangkan Layla di tengah meeting.


"Pak ..."


"Pak ..."


Assiten Arka memanggil dia berulang-ulangkali, karena sekarang mereka sedang ada di tengah meeting.


Saat menyadari jika assiten nya sudah mencoba memanggil nya sejak tadi membuat Arka terkejut.


Dia menggelengkan kepalanya lalu memejamkan matanya untuk memfokuskan dirinya sendiri.


Akan tetapi dia tidak tenang sama sekali, dia merasa harus segera menjumpai Layla dan mengatakan segalanya.


Walau terkesan terburu-buru tetapi dia tetap harus bertanggung jawab secara penuh.


Mungkin saat lalu dia memang hanya terlalu malu bertatap mata dengan Layla saat Layla terbangun dan kabur begitu saja.


Kali ini, Arka akan berdiri tegak dan meminta Layla untuk menerima dirinya secara perlahan.


"Untuk meeting hari ini berikan laporannya berupa file kepadaku saja!" perintah Arka setelah meeting usai.


Dia sungguh tidak mendengarkan jalan meeting sama sekali, jadi dia membutuhkan file pembahasan meeting.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2