Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Alexander, selamat ulangtahun.


__ADS_3

Episode 119 : Alexander, selamat ulangtahun.


***


Tangan Alexander sudah menjelajah di pundak Kiara, nafasnya semakin berat dan pelukannya semakin kencang.


"Malam ini bisa kan? aku mau kamu?" bisik Alexander menarik baju Kirana agar menunjukkan tubuh polosnya.


Alexander duduk sejenak ....


Alexander memandangi tubuh Kiara sembari menyeringai nakal, senyuman tipis dan mata yang menjelajah entah mengapa membuat Kiara malu dan tidak mampu melihat mata Alexander.


Jemari Alexander Grey menyentuh lembut lengan Kiara, dia duduk sejenak memandangi pemandangan kesukaan nya, matanya kembali menilik ke arah wajah Kiara.


Wajahnya memerah dan seperti ingin menangis, matanya terpejam tetapi tangannya tetap berusaha menutupi tubuhnya menggunakan tangannya yang mungil.


"Aku suka, bahasa tubuhmu, caramu malu dan membisu ketika aku menyentuh mu, aku suka semuanya, apakah kau tahu seberapa cantik dan menarik kau sekarang?" Alexander mulai mendekat.


Matanya tidak luput dan lepas dari tubuh seseorang yang sangat ia inginkan ini.


Nafasnya terasa panas saat wajah Alexander mulai tenggelam dalam tubuhnya, kecupan ringan seperti menjahili dan gigitan tipis tidak menyakitkan namun membuat gila.


'Ah, seperti ini lagi, aku dibuat buta dan lupa diri lagi, kenapa mulutku tidak bisa berbicara jika dia menyentuh aku? aku malu sekali tetapi Kepalaku pusing dan aku seperti tidak bisa berpikir,'


'Tenaga ku seolah terkuras habis dan tubuhku seutuhnya dikendalikan olehnya,' benak Kiara memejamkan matanya.


Hanya beberapa waktu dia bersama Alexander Grey tetapi dia telah berubah menjadi seperti ini, menjadi sangat sensitif dan menginginkan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan.


"Hmm!"


Alexander terkekeh nakal, dia menyadari getaran tubuh Kiara semakin hebat dan panas saat ia menyentuhnya lebih dalam.


"Sayang, apakah kau juga menginginkan aku? kau sensitif sekali, membuat aku sudah tidak bisa menahan ini lagi,"


"Coba lihatlah mataku, lihat bagaimana aku sangat menginginkan mu,"


Ucapan hangat itu ia lontarkan sembari mendekap semakin erat tubuh Kiara, semua pakaian yang tadi masih melekat sebagian tubuh Kiara telah terlempar seutuhnya ke bawah ranjang.


Alexander Grey kemudian membuka kemeja putihnya, terlihat lah tubuh bidang dan otot-otot nya yang tidak berlebihan namun sangat ideal.


Siapapun wanita pasti akan tergila-gila melihat nya.


Hanya beberapa saat Alexander menarik tubuh Kiara lalu memeluknya lagi, tubuh mereka bersentuhan tanpa pakaian, panas tubuh mereka seperti bersatu dan keduanya dibuat seperti sedang mabuk.


"Hah!"

__ADS_1


Nafas yang mendengu dan panas, Alex sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi.


Wajahnya ia benamkan di kedua buah dada Kiara, nafasnya yang panas membuat Kiara merinding dan semakin pusing.


Akhirnya penyatuan mereka dilakukan lagi, tiada ucapan yang terdengar dari keduanya hanyalah nafas yang semakin berat dan panas.


Keringat mulai membasahi tubuh mereka, Alexander bergerak sangat hati-hati, dia tidak terburu-nuru, dia tidak ingin menyakiti Kiara sekali lagi.


"Tidak sakit lagi kan? kali ini aku akan membuat mu bahagia, kita akan sama-sama menikmati ini sayang," bisikan itu dibarengi kecupan di leher, jemari yang tidak berhenti bermain di kedua buah dada Kiara.


"Aku pasti sudah gila! tubuhku seolah bukan milikku lagi, apa yang akan terjadi padaku? lelaki ini membuat aku gila dan lupa diri!"


Kekhawatiran yang memenuhi kepala dan pikiran lagi-lagi hilang, Kiara dibuat merasakan hal aneh, tubuhnya tidak bisa ia kendalikan.


Seolah pemilik tubuhnya sekarang bukanlah dirinya melainkan lelaki buas yang menginginkan dirinya ini.


"Kau bilang tidak akan menikah?" suara tipis dan nafas yang terengah-engah Kiara mencoba menanyakan hal itu pada Alexander Grey.


"Yah, aku tidak akan menikah, pernikahan hanya sebuah hubungan tipuan yang tidak berguna, kenapa sayang? kenapa kau tanya itu?" balas Alexander Grey masih melancarkan kegiatan panasnya.


"Lalu aku akan menjadi apa? kau bilang kau menyukai aku," seru Kiara lagi masih tidak mampu melihat kebuasan di mata Alexander Grey.


"Kau akan menjadi wanita ku, kekasihku, menikah denganmu seperti nya memang tidak buruk, tetapi aku tetap tidak akan menikah apapun yang terjadi,"


Balasan itu diikuti permainan yang semakin panas.


Mendegar itu Kiara akhirnya yakin dengan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.


Selamanya dia tidak akan menjadi istri di sisi Alexander Grey, selamanya dia hanya akan dijadikan teman tidur berkedok kekasih.


Untuk saat ini, Kiara akan diam dulu, perlindungan dari Alexander sangat ia butuhkan sekarang ini.


Tetapi seperti Alexander yang tidak mau memiliki hubungan serius maka dia pun tidak akan mau bertahan di sisi Alexander selamanya.


"Sayang, aku sangat suka rasa tubuhmu, kau sangat enak!" bisik Alexander menyudahi pembicaraan membosankan itu.


'Ck! memangnya aku ayam goreng! astaga! aku bahkan tidak bisa menolak, sebenarnya tubuhku ini milik siapa sih? aku malu tapi tidak bisa berbuat apapun! huaaa! malangnya kau Kiara! demi bertahan hidup kau mengorbankan tubuhmu!' teriak Kiara dalam hatinya.


Dia tidak ingin menambah masalah dan membuat dirinya di situasi yang sulit dengan menentang Alexander jadi dia diam saja dan pasrah.


***


Disisi lain, di kediaman Bian Agler, Bian sedang syok dan marah besar.


Pelarian singkat antara dirinya dan Kiara hanya menambahkan luka di hatinya.

__ADS_1


"Aku naif sekali merasa aku bisa melakukan apapun! aku lemah! karena aku lemah aku tidak bisa membuat Kiara di sisiku!"


Dia menyalahkan dirinya lagi, sampai saat ayahnya datang dengan wajah murka ke ruangan itu.


"Sekali lagi kau mengejar wanita itu maka wanita itu akan Ayah lenyapkan! pernikahan mu tidak bisa di tunda, besok kau harus segera menikah dan menjalin hubungan baik dengan calon istri mu!" ayahnya dengan tegas memperingati Bian Agler.


Hal itu membuat Bian terkejut dan semakin marah.


Tetapi dia juga tidak ingin Kiara celaka, dia sama sekali tidak berdaya, cinta nya yang besar telah memberikan lubang dan derita pada dirinya.


***


Kembali ke kamar Alexander Grey.


Setelah beberapa kali permainan akhirnya Alexander menghentikan aksi nakalnya, dia mendekap Kiara dengan lembut dan mengusap pundaknya.


"Kau melakukan nya dengan baik, aku sangat puas," seru Alexander Grey tetap mengusap pundak dan rambut Kiara.


Kiara yang kehabisan tenaga sudah tidak bisa merespon tetapi sebelum hari berakhir dia ingin mengucapkan sesuatu.


"Alexander," serunya pelan.


"Hmm?" balas Alexander masih memejamkan matanya seolah menikmati pelukan nya dengan Kiara.


"Selamat ulang tahun, aku tidak memiliki kado apapun, maaf baru mengucapkan nya sekarang," ucap Kiara dengan sisa tenaganya dan ingin langsung tidur setelah itu.


"Deg... Deg... Deg!"


Berbeda dengan Kiara, Alexander yang mendengar nya seperti mendapatkan hadiah yang sangat berharga, wajah Alexander menjadi merah dan kebahagiaan di wajahnya tidak bisa terbendung lagi.


.


.


.


.


Kenapa aku upload novel ini lama karna takut kena hujat, karena hubungan tanpa pernikahan, tapi nanti nikah kok, hanya saja buruh proses, biarkan alur nya mengalir sebagai mestinya ya.


Terimakasih semuanya.


Lope you


Author Joy

__ADS_1


__ADS_2