Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kencan di tengah laut ( Visual Pemeran )


__ADS_3

Episode 147 : Kencan di tengah laut.


***


Angin berhembus lembut juga pemandangan lautan biru muda jernih, lautan itu dangkal sekiranya memang tempat yang sangat cocok untuk snorkeling.


Kiara sudah tidak tahan lagi, matanya sejak tadi mengikuti ikan ikan lucu yang nampak di matanya.


Dia akan melihat kearah ikan lalu kearah Alex.


Rasanya Kiara sudah tidak tahan ingin segera berenang dan melompat ke dalam sana, air nya begitu jernih dan Kiara ingin membuang stress nya dengan cara berenang dan menyelam.


Apalagi mereka sudah datang jauh-jauh kesini, akan lebih bagus dan menyenangkan jika dia sekalian berenang.


Kiara yang sudah tidak tahan dengan godaan alam membentang di depan mata, dia hendak mengerahkan kemampuannya untuk membujuk Alex.


Pertama dia melihat kearah Alex dengan mata bulat dan berbinar.


Alex yang menyadari itu segera menatap dengan penuh pertanyaan di kepalanya.


Matanya menyipit seolah tahu jika kekasihnya menginginkan sesuatu.


Seperti kucing lucu yang hendak membujuk majikannya, Kiara menatap semakin memelas.


"Apa ... katakan lah, kau mau apa? kenapa kau melihat ku begitu, kau menggodaku bahkan disiang bolong seperti ini," ketus Alex mengalihkan pandangannya.


Pipinya sudah memerah dan senyuman mereka telah nampak, sebab dia sangat suka saat Kiara menginginkan sesuatu seperti sekarang ini.


"Haaahhh!"


"Menggoda lagi menggoda lagi, bagimu aku menggoda selama 24 jam penuh, padahal aku tidak melakukan apapun!" ketus Kiara melipat tangan dan langsung sebal.


Apapun yang ia lakukan selalu saja dikatakan menggoda.


"Pfffttt ... pacarku menggemaskan sekali, aku semakin suka," Saat melihat Kiara ngambek, Alex langsung menarik baju Kiara dan memeluk gemas sekali.


Pipinya ia cubit pelan, lalu ia mengecup dahinya beberapa kali.


"Katakanlah kau mau apa?" Alexander masih kelihatan sangat gemas, dia tidak bisa memberikan jarak antara dirinya dan Kiara.


"Hmmm ..." Kiara menatap kearah Alexander.


"Aku mau berenang, ikan ikan lucu itu memanggil ku," dengan wajah super imut dan manja, Kiara ingin sekali berenang.


"Deg ... Deg ... Deg!"


*Blush*


Pipi Alexander jadi memerah, jantungnya berdegup sangat kencang.


Tapi walau Kiara terlihat sangat menggemaskan sekali, Alexander tidak ingin Kiara berenang di air, untuk menghindari bahaya juga di yatch ini ada beberapa bawahannya.


Jika Kiara mengenakan pakaian renang dan dilihat oleh bawahannya maka mungkin Alex akan menenggelamkan mereka di lautan ini

__ADS_1


Jadi segala sesuatu yang tidak diinginkan baru dihindari.


***


"Ehem!"


Alex berdehem dan mengatur pernafasannya agar dia tidak terlalu memperlihatkan betapa dia tergila-gila dengan kekasihnya.


“Berbahaya!”


“Kau mau menunjukkan tubuh seksi mu pada petugas yatch ini?”


“Kau mau menggodaku jika kau berenang?”


“Tidak boleh!”


Masih menggenggam bahu kekasihnya, Alexander menolak dengan keras.


Yang artinya jika Alex sudah mengatakan tidak maka hak itu mustahil dilakukan.


"Haaahhh!"


Kiara menghela nafasnya dalam-dalam.


"Padahal aku sudah bersikap menggemaskan, tetap tidak diijinkan!"


“Ck, dasar lelaki possessive, arogan, pemarah,"


"Padahal kan aku mau berenang dan melihat ikan ikan dari dekat,” gerutu Kiara sangat kesal, entah apa isi kepala Alexander ini bahkan untuk berenang saja Kiara tidak boleh.


“Aku tidak mau memancing, nanti mulut ikannya terluka, ikan ikan disini kan lucu lucu, pokoknya jangan di pancing,” seru Kiara mengurungkan niatnya memancing, dia tidak ingin ikan ikan itu terluka.


“Hmm, kau aneh, padahal kau makan ikan juga,” ketus Alexander tetap mempersiapkan pancingan namun tanpa umpan.


“Yasudah ... yasudah, jangan marah lagi, kita pancing saja tanpa umpan, tidak akan ada ikan kok nanti yang datang, kecuali ikan yang mau bunuh diri,” seru Alexander memberikan satu pancingan pada kekasihnya ini.


“Cih, baiklah,” jawab Kiara entah kenapa hatinya hangat sekali, dia seperti dilindungi, dari ucapan perbuatan dan caranya merepson, Alexander Grey adalah orang yang seperti ini.


Sisi hangat ini sangat disukai oleh Kiara, sikap hangat yang lembut, walau tetap semena-mena tetapi tetap melindungi.


'Entah sejak kapan aku merasa nyaman sekali dengan sikapnya yang ini, aku tidak merasa takut atau sakit hati lagi, dia membuatku seperti bagian dari dirinya, aku yang sebatang kara ini, apakah bisa bertahan di sisinya yang kuat? Aku ingin tahu sampai kapan aku bisa bertahan di sisinya,' benak Kiara duduk di sisi Alexander, sembari memegang pancingan.


Hamparan laut yang luas dan angin lautan dingin membuat semuanya seolah menjadi lengkap, tempat ini cocok sekali menjadi tempat pelarian diri untuk Kiara saat ini.


Setelah Kiara dibuang oleh keluarga angkatnya, Kiara telah sebatang kara dari saat itu, dengan sikap Alexander yang ini, rasanya Kiara diberikan harapan lagi, entah harapan ini akan menuju kearah mana, akankah menuju rasa sakit lagi atau tidak.


***


Alexander memegang pancingan tetapi matanya melekat hanya ke wajah kekasihnya.


Dia melihat wajah Kiara, yang menunjukan ekspresi senyum, namun matanya sangat dalam, ada perasaan yang ingin melindungi di hati Alexander, dari saat pertama kali mereka bertemu, perasaan ingin melindungi ini selalu melekat di hatinya, dan semakin besar setiap hari nya.


Alexander menarik wajah Kirana dan membuatnya bersandar di pundaknya.

__ADS_1


“Sayang, aku ini adalah seorang mafia, banyak musuh yang mengincar aku, aku tidak bisa mengumumkan hubungan ku dengan mu kepada khalayak ramai, bukan saja hanya musuhku yang akan mengincarmu tetapi keluarga ku juga, dan bahkan keluarga Layla,”


“Walau aku tahu resikonya, aku dengan egois tetap mengikatmu di sisiku, kau sudah pernah dengar kan, jika aku sudah menyukaimu, perasaanku semakin lama semakin dalam,”


“Aku juga sudah menanyakan kepada Pak Roy mengenai pernikahan yang selalu kau sebut, katanya aku tidak memberikan cukup rasa aman dan kenyamanan tanpa pernikahan,”


“Berikanlah aku waktu sedikit lagi, setelah semuanya usai akan kupikirkan tentang pernikahan, menikah denganmu juga tidak akan buruklah,”


Alexander berbicara panjang lebar, sembari mengecup dahi kekasihnya, mendengar itu jantung Kiara jadi berdebar debar, dia tidak pernah tahu ucapannya akan dianggap serius dan di tanggapi begini oleh Alexander Grey.


Selama hidup hanya ada satu pria sebelumnya yang membuatnya merasakan perasaan seperti ini yaitu Bian Agler, dan sekarang secara mengejutkan, perasaan yang ia kira sudah mati entah kenap bermekaran lagi.


.


.


.


Author


Aku kasih bonus update hari ini yaa, semoga kalian suka 🤍



Btw aku sangat setuju dengan komentar yang ditorehkan oleh Mba Nadia Okta, yang baca novel ini sangat banyak, per hari viewer ratusan ribu tetapi yang like sedikit.


Like itu adalah sebuah dukungan yang sangat penting untuk author, Sebagai semangat agar tetap mengetik dan upload setiap hari.


Tolong dukung author dengan cara like merata yaa, aku suka sedih kalau kalian tidak like 😭


🌹🌹🌹


Disini author umumkan visual pemeran juga yaaa ...


Alexander Grey





Kiara





Terimakasih semuanya, jangan lupa di masukin favorit agar kalian tahu saat novel ini update.


Salam

__ADS_1


Author Joy (Anak Kost)


__ADS_2