
Episode 38 : Jangan bermimpi terlalu jauh.
***
Awalnya Kiara hanya ingin mendiamkan ponselnya, dia hanya melihat nyala di layar ponselnya, karena dia merasa jika yang menghubunginya adalah Bian lagi.
“Ck!”
Dengan kesal, Kiara mengambil ponselnya yang terus berbunyi, “Bian, aku ....!
Dengan tegas Kiara menjawab, tetapi belum sempat ucapannya ia ucapkan Kiara terkejut karena yang menelepon dirinya adalah ibu angkatnya.
“Apa? Bian? Kau masih menggoda Bian sampai sekarang? Dasar anak tidak tahu diri! Kau memang hanyalah anak sial ya, sudah tahu dia calon suami kakakmu tetapi kau masih menggodanya! Jika saja bukan karena iba aku sudah membuangmu sedari dulu!”
Suara teriakan dan bahasa penghinaan yang sudah sering Kiara dengar membuat Kiara terdiam, tetapi hinaan itu bukanlah yang membuatnya sakit tetapi mendengar jika Bian adalah calon suami Bella.
Yang artinya perjodohan antara mereka berdua telah diatur, dan orangtua angkatnya sama sekali tidak memikirkan perasaan Kiara yang sudah menjalani hubungan yang lama dengan Bian.
“Kenapa kau diam! Cepat jawab!” teriak ibunya lagi saat Kiara hanya terdiam.
__ADS_1
“Tidak Ibu, aku hanya ....”
“Ah, sudahlah, minggu depan ulangtahun Bella, sekaligus menjadi acara pertunangan antara dirinya dan Bian, kau harus datang, aku tidak ingin media memberitakan sesuatu yang aneh! Ingat, jangan bermimpi untuk bisa menggoda Bian!”
Ibu angkatnya langsung mematikan panggilan itu, Kiara yang akhirnya disuruh pulang sekarang membalikkan badannya, melihat langit-langit kamar yang tinggi.
Air matanya menetes ke pipi, “Apakah aku memang tidak memiliki rumah? Apakah tidak ada tempat untukku pulang? Aku kira aku akan senang saat ibu menyuruhku pulang, tetapi ternyata itu hanya untuk kepentingan citra mereka di depan publik!”
Kiara meringkuk, apapun yang ia harapkan tidak ada satupun yang berjalan lancar.
Dari pemberitaan pertunangan Bian, caci maki dari ibunya, membuatnya merasa tidak ada satupun yang menginginkannya.
Dia merasa jika didunia ini dia hanyalah seorang diri.
Malah sebaliknya, jika Kiara lebih unggul dari sang kakak, maka Kiara akan dimarah habis-habisan, Kiara tidak boleh lebih pintar atau lebih unggul dari Bella.
Tetapi saat itu ada Bian yang selalu bersamanya jadi Kiara tidak terlalu sedih dan kesepian, Bian selalu datang bermain dengannya dan tertawa bersama.
Tetapi sekarang, tidak ada yang datang dan tertawa bersama dengannya lagi, tetapi disaat kekalutan dan kesedihannya tiba-tiba wajah orang ini terlintas di pikirannya.
__ADS_1
Kata-kata seperti,
“Aku akan melindungimu,”
“Ayo pulang bersamaku,”
“Ikuti aku,”
Semua ucapan dari Alexander Grey langsung melintas di kepalanya.
“What!” Kiara segera bangkit dan menghapus air matanya.
“Kau gila Kiara! Kenapa bisa tiba-tiba ada wajahnya di kepalaku, suaranya juga seperti menggema di telingaku! Apakah ini gejala serius! Tidaakkkk!” Kiara mengusap kepalanya keras sekali, rasa sedih yang tadi hilang sirna tak berbekas hanya karena mengingat Alexander Grey.
“Jangan bermimpi terlalu jauh, kau gadis bodoh!” teriak Kiara lagi menepuk kedua pipinya untuk menyadarkan dirinya dari khayalak yang tidak akan mungkin terjadi.
“Tring ... Tring ... Tring!”
Ponselnya tiba-tiba bergetar disaat Kiara sedang berdebat dengan pikiran dan hatinya, dia melihat layar ponselnya dan ternyata itu dari nomor yang tidak dikenal.
__ADS_1
***
Jangan lupa berikan like dan komentarnya, terimakasih.