Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Malam ini aku mau kamu!


__ADS_3

Episode 63: Malam ini aku mau kamu!


***


Masih di kamar pribadi Alexander Grey,


Perbincangan antara dirinya dan Kiara berjalan dengan tenang, ini adalah percakapan paling tenang yang pernah ia lakukan dengan orang lain.


Alexander menggenggam tangan Kiara, dia maraba tangannya, dari telapak tangannya Alexander langsung tahu jika Kiara telah melakukan pekerjaan yang berat selama ini.


“Tanganmu kasar, ini adalah tangan paling kasar yang pernah aku pegang sebelumnya,” Alexander tetap mengusap tangan Kiara, seolah ingin mencari tahu apa saja yang sudah dilalui oleh tangan itu dengan merasakan teksturnya.


Mendengar hal itu Kiara langsung sadar, dia menarik tangannya dan melepaskan dekapan Alexander, dia menunduk malu dan wajahnya merah.


Baginya, sangat memalukan saat ada orang yang tahu betapa kasar telapak tangannya, itu membuatnya sangat malu dan insecure.


Bagi Kiara, telapak tangannya yang kasar melambangkan jika dia tidak cantik, karena tangan gadis-gadis seusianya semuanya lembut kecuali dirinya.


“Kenapa kau menarik tanganmu, apakah kau malu?” tanya Alexander kebingungan dengan reaksi berlebihan Kiara.


Kiara mengangguk, “Tuan, mungkin ini terdengar aneh, tetapi telapak tanganku sangat kasar, sebenarnya dulu tidak sekasar ini tetapi karena aku melakukan banyak pekerjaan, tanganku jadi kasar dan tidak indah seperti wanita yang lain yang memiliki tangan yang lembut, aku sangat malu dan tidak percaya diri jika ada yang mengomentari tanganku, jadi Tuan, jika aku bisa meminta tolong, tolong sekali lagi jangan menggenggam tanganku karena tanganku tidak indah,”


Kiara berbicara dengan nada yang bergetar, dia mengepal tangannya karena malu.


Dari semua bagian tubuhnya, telapak tangannya lah yang membuatnya sangat malu dan tidak percaya diri.


Akan tetapi ....


Alexander langsung menarik tangan Kiara lagi, bahkan menggenggam tangannya semakin erat.


“Aku kira apa!” ketus Alexander membuat Kiara kebingungan.


“Tanganmu sangat indah, aku akan terus menggenggamnya, tidak peduli apapun yang kau katakan, kau tidak perlu malu dan menujukkan ketidakpercayaan diri dihadapan ku, karena di mataku kau sangat menarik dan berbeda,”


Alexander berbicara dengan sangat tegas dan yakin.


Dia bahkan mengecup tangan Kiara sembari menatap intens kearah Kiara.

__ADS_1


“Deg ... Deg ... Deg!”


Jantung Kiara entah mengapa bergetar lagi.


Dari sekian banyak orang, hanya Alexander dan Bian lah yang mengatakan jika tangannya indah.


Seolah rasa malu dan tidak percaya diri Kiara lenyap karena kata-kata Alexander.


“Beginikah dia menggoda wanita-wanita yang ingin ia tiduri? Apakah dia menggoda mereka dengan ucapan memabukkan seperti ini? Seolah aku dibuat lupa diri karena nya, sungguh, lelaki ini membuat aku seperti sedang mabuk, lelaki ini terlalu berbahaya,”


Kiara seperti tenggelam dalam tatapan dan sikap penuh wibawa Alexander Grey.


Matanya terlena oleh tatapan lelaki yang menjadikannya sebagai salah satu simpanannya.


Situasi antara Alexander dan Kiara semakin lama semakin intim dan dalam, mereka saling bertatapan, seolah dunia hanya ada mereka berdua saja.


Alexander yang pandai mengambil kesempatan ingin melancarkan aksinya sekarang.


Dia menarik pinggang Kiara yang terbius akan dirinya, dia mengusap wajah Kiara dan berbisik.


“Sayang, malam ini aku sungguh ingin dirimu,” bisiknya dan mulai mengecup bibir Kiara.


Kiara yang tenggelam dan lupa diri tanpa sadar memejamkan matanya, mengikuti irama yang dipimpin oleh Alexander.


Tangan Alexander tidak berhenti menjelajah di tubuh Kiara, karena sudah berpengalaman dia sangat pandai mencari daerah sensitif Kiara.


Ciuman itu kemudian turun ke leher Kiara sampai meninggalkan bekas.


“Ahh, apa ini? Baru pertama kali aku merasakan ini, rasanya aku seperti sedang melayang dan lupa diri, darahku seperti mendidih, lelaki ini terlalu pintar,” gumam Kiara tidak bisa menolak keinginan tubuhnya sendiri.


Seolah tubuhnya bukan lagi miliknya tetapi sudah menjadi milik Alexander.


“Sayang, aku sepertinya sudah tidak bisa menahan diriku lagi, aku akan melakukannya,” bisik Alexander lagi, nafasnya yang berat dan panas terasa di tengkuk Kiara.


Hal itu semakin membuat Kiara merasakan hal aneh, suhu udara semakin panas dan nafasnya mulai tidak beraturan.


Karena tidak ada jawaban dari Kiara, Alexander yang sudah tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi benar-benar akan melakukan hal itu.

__ADS_1


Wajahnya mulai turun dari leher menuju buah dada Kiara, Kiara yang merasa geli dan aneh mencoba menyadarkan tubuhnya.


“Tidak ... Tidak ... Tidak! Aku tidak boleh melewati batas, hei tubuhku, apakah kau masih menjadi milikku, cepat sadar dan larang dia!” keluh Kiara masih memejamkan matanya, mencoba sekeras mungkin untuk menolak Alexander yang sedang sangat bergairah itu.


Alexander melihat wajah memerah Kiara, rasanya malam ini Kiara sangat cantik, ekspresi malu-malu dan reaksi tubuhnya saat ia sentuh seperti narkoba bagi Alexander, dia belum merasakannya tetapi sudah ketagihan olehnya.


“Ahh, aku sudah tidak tahan, kenapa tubuhnya sangat wangi dan hangat, membuatku gila dan tidak bisa menahan diri!” gumam Alexander membenamkan dirinya di tubuh Kiara.


Tetapi saat ia hendak membuka kancing baju Kiara, tangan Kiara dengan cepat menahan Alexander.


“Tu ... Tuan, tolong jangan dilanjutkan, aku, aku takut dan tidak siap,” dengan nada yang bergetar dan air mata yang menetes Kiara menahan Alexander.


Rasanya Kiara telah menjadi seperti wanita murahan karena lupa diri dan hampir mau ditiduri oleh Alexander.


Kiara merasa malu kepada dirinya sendiri karena telah memejamkan matanya dan terlena oleh sentuhan hangat Alexander.


Alexander yang melihat wajah menunduk dan tangisan karena takut, bahkan tangan yang menahan tangannya yang sudah akan membuka baju Kiara terasa sangat lemah dan bertenaga.


Alexander langsung sadar jika Kiara sedang mengerahkan sisa tenaga dan kesadarannya untuk tidak melewati garis.


Alexander yang juga kehilangan kendali langsung berhenti, darahnya yang sudah panas dan gairahnya yang sudah menggebu-gebu harus ia tahan lagi.


Ini adalah pertama kalinya Alexander tidak meniduri seseorang yang ia inginkan, entah karena sebab apa, dia sendiri pun bingung akan hal itu.


Alexander yang sudah berhenti menjatuhkan dirinya diatas tubuh Kiara, “Apakah kau sangat tidak ingin melakukannya denganku? Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan tetapi selama enam bulan ke depan aku sudah bebas melakukan apa saja padamu, malam ini aku akan melepaskan mu tetapi jangan membuatku menunggu terlalu lama,” ucap Alexander sedikit kesal pada dirinya sendiri karena tidak melanjutkan aksinya.


Kesenangan yang sudah berputar di kepalanya harus ia undur lagi, suara Kiara yang terdengar takut dan bergetar entah kenapa membuat Alexander tidak tega melanjutkan.


“Sejak kapan aku menjadi seperti ini! Sial!” ketus Alexander membenamkan dirinya diatas tubuh Kiara.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar membangun nya ya.


__ADS_2