Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Bonus Chapter : Kiara melahirkan.


__ADS_3

Bonus Chapter : Kiara melahirkan.


***


Di ruangan persalinan,


Sejak pagi tadi, Alexander dan keluarganya telah pergi ke rumah sakit ketika Kiara mengeluh sakit.


Alexander yang sangat overprotektif dan mencintai istrinya tentu tidak bisa membiarkan sang istri kesakitan.


Lalu ketika di rumah sakit, Kiara diberikan pilihan apakah memilih melahirkan normal atau Cesar.


"Sa ... saya ingin melahirkan normal dok!" balas Kiara sedikit terbata-bata, keringat di dahinya dan wajahnya yang sudah meringis kesakitan sungguh membuat Alexander tak mampu menahan sakit di hatinya.


"Sayang, apakah kau yakin?" seru Alexander menggenggam tangan istrinya erat sekali.


"Ummm, aku yakin!" balas Kiara menegaskan permintaannya dan benar-benar ingin melahirkan secara normal.


"Baiklah Nona Kiara, sekitar 5 menit lagi kita akan mulai proses melahirkan secara normal nya ..."


Seru dokter wanita itu sangat gugup sebenarnya.


Di negeri ini sudah sangat terkenal bagaimana Alexander sangat mencintai dan overprotektif terhadap istrinya sendiri.


Jika saja ada yang melukai atau secara tidak sengaja bersinggungan dengan istrinya, maka Alexander akan seperti macan yang siap menyergap.


"Dok!" Dan benar saja sebelum dokter mengarahkan semua suster untuk membantunya, Alexander sudah berdiri tegap dan memanggil dokter itu.


"Y ... ya Tuan Alex?" seru dokter itu sudah gugup sekali.


"Lakukan yang terbaik, dan jangan sampai ada kesalahan, mengerti?" bisik Alexander menekan agar tidak di dengar oleh istrinya jika dia tengah memberikan tekanan batin terhadap dokter itu.


'Astaga ... sudah ku duga Tuan Alexander benar-benar sangat overprotektif terhadap istrinya, bagaimana mungkin aku berani melakukan kesalahan jika sudah diancam oleh kengerian seperti ini!'


Benak dokter itu keringat dingin.


"Sayang ... kemana kau! cepat kesini!" Kiara yang kesakitan itu melihat suaminya tengah berbicara dengan dokter.


Padahal dia sedang kesakitan.


"Sayang ... maafkan aku, aku sedang meminta tolong kepada dokter agar melakukan semuanya dengan baik, apakah sangat sakit sekali?"


Berbeda dari ekspresinya tadi terhadap dokter, Alexander terlihat sangat manis dan sangat menurut terhadap istrinya.


'Memita tolong bagaimana? yang tadi itu mengancam!' benak dokter itu lagi segera menyiapkan semua dokter dan peralatan yang dibutuhkan.


"Iya sangat sakit! ini terlalu sakit sampai aku mati rasa! sakit!" Kiara menangis karena memang sangat sakit ketika merasakan bukaan terakhir dan hendak melahirkan.


"Ssshhhh ..." Alexander sungguh tidak bisa melihat istrinya menangis dan kesakitan, Alexander akan merasakan rasa sakit juga jika melihat istrinya ini kesakitan.


"Maafkan aku sayang, seandainya aku bisa menggantikan mu melahirkan, tetapi aku tidak bisa!" Alexander benar-benar membuat semua orang yang memang dokter dan para suster sudah berada di ruangan itu terdiam sejenak dan melongo.


Ini adalah pertama kalinya mereka mendengar ada seorang lelaki yang berandai menggantikan istrinya melahirkan agar istrinya tidak kesakitan.


.


.


.


Beberapa saat kemudian,

__ADS_1


"Nona Kiara, atur pernafasannya ya ..." dokter itu mengarahkan Kiara untuk mengatur pernafasannya.


"Huuuuhhh ..." Kiara menuruti permintaan dokter lalu mengatur pernafasannya.


Ia mencengkeram tangan suaminya yang setia menggenggam tangannya di sisinya.


"Sakit dok!" balas Kiara menahan sakit namun tetap mengatur pernafasannya.


Sungguh perjuangan Ibu melahirkan memang sangatlah berat, mempertaruhkan hidup.


"Lakukan dengan baik dok, mau sampai kapan meminta istriku mengatur pernafasannya! dia sangat kesakitan!" Alexander yang sungguh dramatis dan tidak bisa melihat istrinya meringis kesakitan membuat dokter itu tertekan.


Sungguh Alexander sama sekali tidak berubah, dia hanya lembut kepada istrinya saja.


Mendengar hal itu, Kiara sungguh tak menyangka suaminya mengancam dokter wanita yang menjadi dokter lahiran Kiara tepat sebelum ia melahirkan.


"Jangan mengancam nya, tentu saja aku akan sakit ketika melahirkan! diam saja dan tenangkan aku!"


ketus Kiara dimana emosinya sudah begitu meledak-ledak karena rasa sakitnya.


Mata Alexander melebar ketika diceramahi oleh istrinya.


Begitu pula dengan semua tenaga medis yang ada di ruangan itu, bahkan ada yang sampai menjatuhkan alat gunting kesehatan dan harus diganti dengan yang baru.


'Astaga ... ternyata kabar itu benar, jika Tuan Alexander yang pemarah sangat lembut dan hanya menurut kepala istrinya, kenapa ini seperti drama romantis yang indah ya!"


'Ini adalah pertama kalinya aku melihat ada seseorang yang mengatakan hal seperti itu kepada Tuan Kenzo, sungguh langka sekali!'


Para suster berbicara dalam hatinya.


Namun yang membuat lebih terkejut lagi adalah bagaimana respon Alexander setelah itu.


Alexander sama sekali tidak kesal apalagi marah.


Balas Alexander membahas itu lagi, seandainya ia bisa menggantikan Kiara.


"Sayang ... kau pasti bisa ... aku akan mendampingi mu,"


Alexander terlihat khawatir sekali, tak menghiraukan ucapan menyelekit istrinya.


Tentunya, Alexander tahu jika ketika seorang wanita melahirkan maka mereka tengah mempertaruhkan nyawa.


"Hmmmm ... sakit sekali." seru Kiara semakin mencengkeram tangan suaminya.


Alexander semakin panik, nafas terasa begitu berat dan yang bisa ia lakukan hanyalah menggenggam tangan dan mengecup wajah istrinya berkali-kali.


"Lihat aku ... semuanya akan baik-baik saja, kita akan memiliki anak sebentar lagi, dan keluarga kita akan sempurna ..." bisik Alexander juga tak mampu melihat istrinya menderita.


Jika Kiara kesakitan maka Alexander juga merasakan hal yang sama, hati mereka sudah benar-benar terhubung satu sama lain.


"Hmmm ..." Kiara hanya bisa menganggukkan kepalanya sembari menahan sakit.


Dokter sudah menginstruksikan layaknya dokter yang membantu seorang ibu melahirkan.


"Tarik nafas ... buang ..."


"Keluarkan tenaga nya Ibu ... ya begitu ... ya ..."


Dokter melihat begaimana kata-kata cinta dan keberadaan seorang suami benar-benar menjadi pendorong baik kepada seorang ibu.


Seperti Kiara sekarang, walau ini adalah lahiran pertamanya namun rasanya Kiara seperti mendapatkan kekuatan yang tiada batas Karena ketika Alexander mengecup dan terus menggenggam istrinya.

__ADS_1


Lahiran menjadi lebih mudah.


*Terdengar tangisan bayi pertama*


*2 menit kemudian terdengar tangisan bayi kedua*


Ketika tangisan itu terdengar, mata Kiara dan mata Alexander bertemu lagi, sama seperti ketika mereka pertama kali bertemu, mata mereka menyatu seperti sekarang.


Dan sekarang mata mereka menyatu karena mendengar kebahagiaan dan keajaiban buah dari cinta.


"Sayang, anak-anak kita ..."


"Kau sudah berhasil, kau sangat hebat! terimakasih sayang ... terimakasih."


Alexander membisik, lalu memeluk istrinya bahkan sampai menangis karena kebahagiaan yang melimpah tak bisa ia kira.


Kiara menangis tersedu-sedu karena bahagia, dia bahagia untuk segalanya, untuk anaknya, suaminya dan keluarga kecilnya.


Kedua bayi kembar, dimana bayi laki-laki adalah yang pertama lahir segera digendong oleh suster untuk diberikan ke pelukan ibunya.


Dan bayi kedua adalah perempuan.


Dimana hal ini sangat penting ketika bayi baru lahir, sentuhan kulit bayi dan ibunya akan menenangkan bayi dan bayi tak akan terlalu terkejut dengan perubahan lingkungan yang baru saja ia alami.


Sebelum bayi kembar itu berada di pelukan ibunya, mereka menangis begitu kencang, namun ketika mereka berada dalam pelukan ibunya, kedua bayi itu menjadi tenang dan seolah tahu jika yang mereka peluk adalah ibunya.


Alexander ikut memeluk mereka lembut, menangis terharu dan tak ada kata-kata yang bisa ia ucapkan.


"Sayang ... lihatlah mereka memiliki wajah ku, tentu saja karena aku sangat tampan ..."


"Oh ya, katanya jika anak pertama mirip Ayahnya, maka saat proses pembentukan nya kau sangat mencintai ku ... entah kenapa hal ini membuat ku terlalu senang." seru Alexander membuat Kiara yang dalam proses penyelesaian melahirkan itu geleng-geleng kepala.


"Putraku, aku senang kau lahir lebih dulu, agar kau bisa menjaga adikmu, aku dan ibumu memberikan kamu nama Axel Evano Grey, yang artinya kau adalah berkat dari Tuhan untuk Ayah dan Ibu ..."


"Tapi ingat ya putraku, walaupun kau berkat dari Tuhan, kau tidak boleh mengambil semua waktu istriku, sebagai pengingat di hari pertama kita bertemu ini, istriku itu hanya milikku!" bisik Alexander sungguh terlalu posesif.


Hal itu segera membuat bayi mungil itu menangis keras.


"Astaga, bahkan di hari pertama mu kau sudah mengibarkan bendera perang, huh!"


"Aku tidak akan kalah, istriku tetap akan lebih mencintai aku, dan waktunya tetap lebih banyak untukku!" seru Alexander berada anak laki-lakinya ini sudah mengibarkan bendera perang untuknya.


"Sayang ... berhenti bercanda, berikan kepada ku, kasihan dia menangis ..." seru Kiara meminta Alexander memberikannya kepadanya.


Mata Alexander melebar, di melihat ke arah bayi nya itu dan matanya yang penuh kompetisi segera menggelora.


"Kau boleh memang untuk hari ini anak muda, tetapi hanya berlaku untuk hari ini saja!" seru Alexander memberikan putranya ke pelukan istrinya.


Sekarang giliran anak perempuan yang digendong oleh Alexander.


"Sayang ... putriku cantik sekali seperti Ibunya, Ayah dan Ibu memberikan mu nama Anna Evani Grey, arti nama mu sama dengan Kakak laki-lakimu, berkat dari Tuhan ..."


"Terimakasih sudah lahir ke dunia ya sayang ..." seru Alexander sangat bersyukur mendapatkan keluarga kecil ini.


.


.


.


.

__ADS_1


Author : Akhirnya sempet juga buat Bonus Chapter wkwkwk semoga kalian suka.


__ADS_2