Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 192 : Ayo, pulang ke rumah orangtuaku.


__ADS_3

S2. Episode 192 : Ayo, pulang ke rumah orangtuaku.


***


Di hotel tempat Alexander dan Kiara,


Alexander masih memeluk istrinya lembut, keduanya merasakan kehangatan bersama.


"Oh ya ... aku tadi malam lupa mengatakan ini, akan tetapi sepertinya kita harus kembali pulang ke rumah ayahku,"


"Walau akan menyebalkan karena aku akan pulang akan tetapi ini sangat penting untuk keamanan mu, apalagi kau sedang hamil ..."


"Dan untuk saat ini aku memang sedang membutuhkan ayahku, apakah kau mau pulang bersama ku? ke rumah orang tuaku?"


Alex memejamkan matanya, mendekap tubuh mungil istrinya dengan sangat nyaman pagi itu.


Saat mendengar itu, hati Kiara bergetar hebat, dia sangat suka ucapan suaminya yang ingin mereka pulang ke rumah orangtuanya, yang merupakan mertua Kiara.


Rasanya Kiara benar-benar telah menjadi bagian dari keluarga besar Alexander


"Pulang ke rumah orang tuamu?"


"Sayang ... tentu saja aku mau, aku sebenarnya sudah menantikan ini dan sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya kepadamu, akan tetapi karena kau sudah mengajakku lebih dulu maka itu lebih baik,"


"Bawa aku ke rumah orang tuamu, aku janji akan menjadi istri yang membuat mu bangga kepadaku,"


Wajah Kiara yang tadi mendekap di dada suaminya sekarang tengah melihat ke atas agar bisa menatap suaminya.


Saat Kiara melihat keatas tepatnya menatap suaminya dengan sangat lembut, Alex kembali menatap istrinya dengan cara yang berlebihan.

__ADS_1


Menurut Alex, pagi ini Kiara sangat proaktif dan terlalu seksi, rasanya Alex ingin melakukan nya lagi.


Akan tetapi memang tidak baik melakukan hal itu lebih sering ketika kehamilan masih muda.


Jadi Alex tadi menahan gairahnya.


"Ehem ..."


Sembari meraih belakang kepala istrinya, Alexander menarik Kiara kembali tenggelam dalam pelukannya.


"Berhenti menggodaku, apalagi pagi begini, aku harus menahan gairah ku, apakah kau tahu gairah ku kepadamu terlalu besar?"


"Jadi jaga baik-baik sikap mu, jangan menggodaku Minggu ini,"


"Setidaknya kita harus melakukan nya sekali seminggu, sampai kehamilan mu beranjak ke usia aman ...."


Dengan tegas Alex lagi-lagi mengatakan jika Kiara menggoda nya, padahal Kiara tidak melakukan apapun.


Kiara menghela nafasnya dalam-dalam, seolah sudah terbiasa dengan sikap suaminya yang aneh ini.


Setelahnya, Alexander dan Kiara membersihkan diri mereka, walau banyak drama juga saat itu, karena Alex tidak mau jika mereka tidak mandi bersama.


Sungguh kearoganan lelaki ini sama sekali tidak berubah, yang berubah hanyalah bagaimana sekarang Alex mulai bisa meminta maaf dan menyatakan cintanya walau selalu dengan cara yang megah.


***


Pagi hari di kediaman Jhon Grey,


Pagi itu, Dahlia berada meja makan yang sama dengan suaminya, namun tumben sekali tidak ada Arka disana.

__ADS_1


"Dimana Arka?"


Jhon menanyakan keberadaan putra pertamanya kepada istrinya yang sudah duduk tenang hendak menyantap makan paginya.


"Sebentar lagi sepertinya dia turun, tadi malam dia pulang larut, jadi mungkin dia kelelahan ..." Dahlia yang merupakan ibu yang sangat baik, memang menunggu Arka sampai pulang tadi malam.


Menyiapkan makan malam walau Arka sudah makan, akan tetapi Arka tetap menyantap makanan yang disiapkan oleh Ibunya.


Karena setidaknya dengan begitu, Dahlia akan merasa dibutuhkan olehnya.


"Pulang larut? dari mana saja dia ...."


Gerutu Jhon Grey tidak menyantap makanannya sebelum anggota keluarganya lengkap.


"Dia sudah dewasa, pasti memiliki kehidupan sendiri, cobalah lembut kepada putramu, biarkan mereka hidup seperti yang mereka mau ..."


Dahlia berbicara santai, akan tetapi dia tidak melonggarkan rasa hormat nya kepada suaminya.


Karena walau bagaimanapun, lelaki ini adalah suaminya yang dulu menyelematkan hidupnya dari kesengsaraan.


"Mereka bukan anak biasa, Arka adalah pewaris sah ku, jangan terlalu memanjakan Arka dan Alex ..." balas Jhon merasa jika kedua putranya harus mematuhi peraturan yang ia buat.


Sebab keduanya adalah keturunannya, dan harus meneruskan perusahaan agar lebih maju dan hebat.


Setelah itu, Dahlia yang malas berdebat hanya diam saja sampai saat Arka benar-benar datang untuk sarapan pagi.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2