
Episode 49 : Mengerjai mu.
***
Masih di kediaman Alexander Grey,
'Yaampun pundakku berat sekali, sampai kapan dia akan membebaniku! Ahh!' benak Kiara merasa pegal karena sedikitpun Alexander tidak melepaskannya.
'Sabar Kiara! Jangan terpancing amarah, diam saja dan renungi nasibmu! Ingatlah jika dia sudah menolak mu mentah-mentah!' ketus Kiara menyelesaikan masakannya.
Kiara berjalan lambat karena merasa masih sedikit nyeri di lututnya, tetapi dia tetap membereskan meja makan untuk Alexander Grey.
“Makanannya sudah siap Tuan,” ucap Kiara lembut dan sopan.
Dia sudah memutuskan agar melakoni perannya sebagai pelayanan Alexander Grey, karena nyatanya Alexander ternyata tidak melihatnya sebagai perempuan yang menarik, setelah ditolak, Kiara merasa jika Alexander memang benar-benar tidak suka padanya.
Kiara tidak tahu jika sikap Alexander adalah sikap yang sangat dipaksa, sebenarnya sampai saat inipun Alexander sudah hampir gila karena ingin tidur dengannya.
“Oh, sudah selesai!” seru Alexander melepaskan Kiara dan duduk di kursi.
Dia hendak menyantap makanan yang disediakan oleh Kiara, saat Alexander hendak makan Kiara pergi melangkah dengan langkahnya yang lambat.
__ADS_1
“Woy siput kau mau kemana?” seru Alexander menghentikan langka Kiara.
'Si ... siput? Apakah maksudnya adalah aku? Lalu kenapa aku berhenti? Seolah aku setuju dipanggil dengan sebutan aneh itu! Aaaa! Dia sama sekali tidak memberikan aku waktu untuk merasa malu setelah tadi! Sialan!' teriak Kiara di dalam kepalanya sekarang bom sudah meledak karena kemarahannya.
Namun tentu saja dia harus menutupi kemarahan dan kekesalannya, dian hanyalah bawahan dan Alexander Grey adalah atasan yang harus ia patuhi.
***
Kiara berbalik badan dan menunjukkan ekspresi wajah datar, dia menunduk dan menjawab panggilan Alexander Grey, “Aku mau mengambil baju untuk Tuan, takutnya jika kelamaan tidak memakai baju Tuan akan masuk angin,” Kiara menjawab seperti kereta api sangat datar dan ketus.
Bagaimana tidak, Kiara hendak menyendiri sebentar untuk memuaskan rasa malu setelah ditolak, tetapi lelaki ini bersikap seolah tidak ada yang terjadi, seolah yang merasa malu hanya dirinya saja.
“Pak Roy! Ambilkan piyamaku!” seru Alexander dengan suara yang keras setelah itu memberikan kode pada Kiara untuk mendekat kepadanya.
'Bahkan setelah dia menciumku sampai aku sesak nafas dia masih bersikap seperti biasa! Yah, bagi dia memang itu hal biasa, tetapi bagiku itu adalah hal yang luar biasa karena baru pertama kali melakukannya!'
'Ciuman pertamaku hilang begitu saja, padahal aku bermimpi melakukan itu bersama pangeran dalam imajinasi ku, huaaa!' Kiara menangisi nasibnya sendiri.
Tetapi dia tidak memiliki waktu banyak untuk menangisi dirinya, dia harus segera datang mendekat sebelum emosi Alexander Grey meledak lagi.
“Ya Tuan? Apakah ada yang bisa aku bantu lagi?” dengan hormat Kiara berdiri menunduk di hadapan Alexander.
__ADS_1
“Nih, makanlah! Kau juga belum makan kan?”
Alexander menyuruh Kiara makan, ternyata Alexander sedari tadi melepaskan udang dari cangkangnya dan memberikannya pada Kiara.
“Deg ... Deg ... Deg!”
*Bulsh*
Pipi Kiara menjadi merah lagi.
'Kan? Aku pasti sudah gila! Kenapa sikap kecilnya selalu membuatku merasa panas dan pusing! Aaaa!' Kiara berteriak tetapi tentu saja hanya dalam hatinya.
Kenyataannya dia tetap berusaha bersikap normal dan melakukan seperti yang diperintahkan Alexander untuknya.
.
.
.
.
__ADS_1
Guys seperti yang aku bilang ini novel lama author yang baru aku upload 😭 banyak sekali kesalahan ketik dan tata bahas kurang bagus, maafkan author untuk itu yaa.
Nanti akan author perbaiki saat Pengantin Tuan Adam sudah tamat. 🥺