
Episode 114 : Memilih baju untuk kekasih.
***
Ponselnya berbunyi, sekali dua kali tiga kali, namun juga tidak ia angkat.
Ke empat kalinya, karena sudah sangat mengganggu meditasi bagi Alexander membuat Alexander kesal dan mengambil ponselnya dari sakunya.
“Sial! jika ini sangat tidak penting akan ku hancurkan kau!’ geram Alexander membuat Kiara terkejut dan hanya bisa tersenyum kaku melihat perilaku aneh Alexander Grey.
“HALO!” seru Alexander Grey dengan tatapan yang memancarkan kemarahan penuh api.
“Yo Bos, aku hanya ingin tanya, siapa yang lebih dulu suka nih? Bos atau Kiara?” benar yang menghubungi Alexander Grey adalah Sin, rasa penasaran yang menggebu-gebu membuatnya tidak sabaran.
“SIN! Awas kau ya! kau meneleponku untuk itu?! bonusmu selama setahun penuh akan aku potong dan jika kau berani menghubungi aku lagi aku akan melemparmu ke planet mars! PAHAM!” teriak Alexander merasa telah menyia-nyiakan waktu paling nyaman dan paling berharganya dengan pertanyaan tidak penting dari rekannya, Sin.
Kemudian Alexander Grey langsung mematikan panggilannya dan menyimpan ponselnya.
“Loh, Bos? Bos? Booooossss? Bonusku! tidaaakkkk!” teriak Sin yang merasa telah terpedaya oleh emosinya sendiri sehingga mengakibatkan bonusnya untuk berpesta-pesta telah sirna dan hilang.
***
Lalu Alexander seperti tidak terpengaruh emosinya barusan hendak memeluk Kiara kembali, tetapi ia lihat wajah Kiara sudah keringat dingin dan senyam senyum kaku tidak jelas.
“Kenapa kau melihatku seperti itu? belum pernah melihat aku marah?” tanya Alexander Grey meraih pipi Kiara dan memainkannya seperti bermain dengan anak kecil.
“Umm, ti … tidak, bukan begitu,” jawab Kiara matanya tidak bisa fokus, dia menunduk dan bulu kuduknya sedang merinding.
Dia takut menjadi pelampiasan emosi Alexander Grey yang barusan.
“Hmm? apa?” tanya Alexander Grey memperjelas, sembari menarik wajah Kiara agar menghadap kearahnya.
“Tidak sayang, kau adalah lelaki yang memiliki hati besar dan jiwa malaikat, kau barusan tidak marah hanya sedang, umm, sedang memberikan perintah saja, hehe,” jawab Kiara menyeringai ceria, agar emosi Alexander menurun dan dia tidak akan terkena imbasnya.
Sedangkan dalam benak Kiara dia masih berbicara hak lain.
__ADS_1
'Malaikat ndas mu, sialan, kau hanya monster peledak, suka emosi dan menakutkan, hiks,' benak Kiara sangat berbeda dengan apa yang ia katakan kepada Alexander Grey.
“Nah, kau baru tahu, wanitaku memang sangat mengenal diriku, kau menggemaskan sekali, ah!" seru Alexander benar-benar moodnya langsung berubah menjadi bahagia.
Dia mengecup bibir Kiara sekali lagi dan mencubit pipi Kiara gemas.
“Hehe, iya, aku mengenal dirimu, sangat kenal, hehe,” sahut Kiara dengan senyuman lebar penuh keberpura-puraan,
Senyuman yang bertujuan hanya untuk menyelematkan diri sendiri dari maut kemarahan sang Alexander Grey.
***
Di sisi lain, di kediaman Sarah Serge,
Sarah Serge sedang memilihkan baju terbaik yang ia punya, wajahnya yang merona dan kebahagiaan yang terpancar sangat bisa dibaca oleh setiap orang.
“Hari ini adalah hari ulang tahun calon suami aku, aku akan berdandan sangat cantik untuknya malam ini, betapa berutungnya aku akan menjadi istri seorang Alexander Grey, ah, senangnya,” seru Sarah Serge merona hanya dengan membayangkan hal itu.
Dia sedang sangat sibuk memilihkan baju rancangan designer terkenal untuk ia kenakan, memilih baju yang paling bagus untuk menarik perhatian Alexander Grey.
Dia sedang mencoba menghubungi Alexander tetapi tidak bisa, jadi dia melakukan cara terakhir, dia menghubungi salah satu anak buah Alexander Grey dan menanyakan dimana Alexander.
Karena itulah dia memilihkan baju terbaiknya agar dia datang memberikan kejutan untuk Alexander.
Dia ingin Alexander jatuh cinta padanya.
***
Alexander sudah menerima pesan dari Yuza, mengenai makan malam sekalian minum untuk ulang tahun Alexander Grey, juga sekalian mengingat hari kematian Galilea Grey.
“Hmmm, aku lupa jika aku masih memiliki rekan setia ternyatan,” seru Alexander saat membaca pesan itu dan sekarang matanya tertuju pada penampilan sederhana Kiara.
Dia melihat penampilan Kiara dari atas kebawah.
“A … ada apa? kenapa melihati ku seperti itu?” tanya Kiara langsung siaga dan menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
“Tenanglah aku tidak akan melakukannya saat kau masih merasa sakit, aku hanya merasa penampilanmu terlalu sederhana, kau tetap cantik sih tetapi bajumu terlalu kumuh,” ketus Alexander Grey masih menilai penampilan Kiara dengan cara pandangnya.
“Cih, ini kan baju yang dibelikan assitenmu, kau mengatakan ini kumuh lagi,” ketus Kiara pelan sekali.
“Tidak bisa, aku akan mendandani mu, kau harus terlihat super cantik dihadapan rekanku, aku akan memperkenalkan kau secara resmi dengan mereka,” seru Alexander langsung berdiri dan hendak meraih tangan Kiara untuk segera ia tuntun masuk kedalam mobil.
“Oh iya, aku lupa kau masih sakit karena tadi malam,” ucapnya lagi baru ingat dan tanpa menunggu waktu lama, dia langsung menggendong Kiara.
***
Proses pemilihan baju dan mempercantik Kiara akhirnya dimulai ....
Dia dibawa ke tempat yang sama seperti terakhir kali, mereka mendandani Kiara dan memilihkan baju untuknya.
Tetapi berbeda dari yang sebelumnya, hari ini Alexander terlihat sangat selektif dan pemilih sekali mengenai baju yang harus dikenakan oleh Kiara.
Para pekerja di butik itu harus sangat lelah membawakan baju baju yang sedari tadi di tolak oleh Alexander Grey.
Alexander tidak ingin kekasihnya mengenakan baju yang terlalu terbuka, juga tidak ingin mengenakan baju yang terlihat terlalu tertutup dan kuno, jadi dia harus selektif memilihnya.
Saat pekerja yang sudah lelah itu memperlihatkan satu dress berwarna merah maroon, yang memiliki design manis dengan square neck, mata Alexander langsung terpaku, dia bisa membayangkan wanitanya mengenakan gaun indah nan manis ini.
“Nah, ini dia yang aku mau, berikan pada gadis bodoh yang tertidur itu!” seru Alexander pada pekerja butik itu agar memberikan baju pada Kiara yang sudah tertidur karena terlalu lama menunggu Alexander memilihkan baju untuknya.
Dan benar saja, sesuai dugaan Alexander Grey, setelah Kiara memakai baju itu rasanya kecantikan Kiara semakin terpancar.
“Ba … bagaimana? Kenapa kau diam? Apakah bagus? Sudah bisakah kita keluar dari sini?” Kiara yang baru keluar dari ruang ganti kebingungan melihat Alexander yang terdiam melihat dirinya.
“Umm, sayang, kau cantik sekali, lain kali memilih baju denganku saja ya? biar kau semakin cantik seperti ini,” seru Alexander Grey berbinar-binar.
“APA? DENGANMU? Tidak tidak! bisa-bisa seratus tahun baru terpilih bajunya,” geram Kiara tentu saja tetap tak bisa menolak sang tuan muda.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa di like guys, banyak banget yang ga like aku lihat dari sistem 😔