Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 189 : Membuat mu bahagia.


__ADS_3

S2. Episode 189 : Membuat mu bahagia.


***


"Me ... menikah denganmu?"


Layla dengan mata melebar dan jantung yang berdegup kencang ia terlihat terkejut sekali dengan ungkapan Arka yang mengatakan keinginannya untuk menikah.


Arka menganggukkan kepalanya dengan yakin, dia memang menyatakan ini secara spontan akan tetapi dia yakin bisa menjaga dan membahagiakan Layla.


Juga Jason Heiz pasti akan dengan cepat atau lambat akan mengetahui hubungan antara Alexander dan Kiara, itu akan menyudutkan adiknya dan Layla nantinya.


Jadi menikah dengan cepat adalah langkah yang benar untuk diambil saat ini.


"Haahhh!"


Layla menghela nafasnya berat seolah ia tahu alasan Arka memintanya untuk menikah.


"Kak Ar, aku tahu kau khawatir Ayahku marah kan? menurut ku Kakak jangan selalu mengorbankan diri untuk hal yang tidak Kakak lakukan, aku juga ...."


Layla menjawab dengan rasa percaya dirinya yang kurang, karena dia selalu ditolak oleh Alexander entah mengapa Layla menjadi memiliki rasa percaya diri yang kurang terhadap ketertarikan lelaki terhadapnya.


"Ay, aku mencintaimu, kau sudah dengar saat lalu, dan aku sama sekali tidak terpaksa melakukan ini, aku mungkin tidaklah sebaik yang kau kira Ay,"


"Karena di sisi lain dalam hatiku, aku senang Alex bersama wanita lain, sehingga aku bisa memiliki mu sepenuhnya,"


"Jadi ... aku benar-benar ingin memulai hubungan kita dari pernikahan, aku ingin menunjukkan mu sisi diriku yang berbeda dan aku pasti akan membuatmu bahagia!"


Arka lagi-lagi berbicara dengan sangat lantang dan percaya diri.


Lelaki yang tidak takut mengungkapkan perasaannya, hal itu sangat manis bagi Layla.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Layla berdegup semakin kencang, dia menatap Arka dengan matanya yang dalam.


Arka tidak pernah berubah di mata Layla, selalu terlihat hangat dan melindungi.

__ADS_1


Disisi yang lain, Layla juga membutuhkan seseorang untuk melupakan Alexander, mungkin sejak awal jodohnya juga adalah Arka bukan Alexander.


Jadi, Layla akan mengikuti arus kehidupan saja.


"Ehem ..."


Layla kemudian menunduk dengan pipinya memerah.


"Kak Arka, bukankah kau harus melamar ku dengan pesta yang besar! cincin yang indah! juga bukankah kau harus meminta ijin kepada Ayahku dan Ibuku?"


Dengan pelan dan sedikit malu, Layla memberikan kebahagiaan yang tak terukur kepada Arka.


Arka tak bisa lagi mengungkapkan betapa ia bahagia sekali sekarang.


Arka segera menarik tangan Layla dan menggenggam nya erat dan senyuman hangat juga mata bersemangat, Arka menyatakan sesuatu yang benar-benar membuat Layla tersentuh.


"Ay, aku pasti akan membuat mu bahagia, apapun yang kau mau, pesta besar, cincin besar dan mahal, segala yang kau mau aku akan wujudkan,"


"Aku tidak akan pernah membuatmu kesepian sehari pun, aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku, dan nanti pernikahan kita akan menjadi pilihan terbaik dalam hidupmu,"


Arka mungkin tidak sadar, dia sangat romantis dan jujur di saat yang bersamaan.


Rasa sepi yang menakutkan yang selaku membuat Layla sendirian di tempatnya yang kosong.


'Tes!'


Air mata Layla menetes tanpa ia duga, begitu deras dan ia tak bisa membendungnya.


Arka menjadi panik, dia dengan sigap langsung mendekat kearah kursi Layla dan duduk bersimpuh agar ia bisa sejajar dengan tubuh Layla yang duduk.


Arka mengusap pipi Layla dengan ekspresi wajahnya yang amat khawatir.


"Maaf Ay, aku sepertinya terburu-buru lagi, apakah kau tertekan? maafkan aku ..."


Dengan lembut dan sangat hati-hati, Arka mengusap air mata Layla, khawatir jika dia telah memberikan tekanan yang besar kepada wanita kesepian ini.


Layla menggeleng kepalanya lalu ia membuka matanya dan mengangkat wajahnya yang tadi menunduk.

__ADS_1


Dia menatap kearah Arka dengan mata sayu dan semua rasa sepi yang ia alami selama ini.


"Kak, berjanjilah kau akan menepati semua yang kau ucapkan tadi, jangan buat aku kesepian lagi ... jadikan aku menjadi wanita paling bahagia di dunia,"


Suaranya bergetar, air matanya masih mengalir menandakan betapa lembut hati Layla.


"Deg!"


Ucapan lembut dan putus asa Layla membuat Arka merasakan sakit di dada.


Seharusnya ia melakukan ini sejak lama, agar Layla tidak terlalu menderita seperti ini.


Arka dengan refleks segera menarik tubuh Layla dan mendekap nya erat sekali.


"Aku berjanji akan menjadikan mu wanita paling bahagia di dunia, maafkan aku ... maafkan aku, seharusnya aku meraih tanganmu sejak dulu ..." Arka mendekap Layla dengan sangat intens dan memberikan Layla rasa aman dan nyaman.


***


Di saat yang bersamaan,


"Hmmm ..." seorang lelaki tua yang sudah cukup tua, melihat sebuah foto di tangannya.


Sebelum pertemuan besar, dia telah meminta suruhannya untuk menyelidiki lebih dalam mengenai kehidupan pribadi Alexander Grey.


Cucu yang meneruskan perkumpulan mafia Grey, dari kakeknya yaitu Gordon Grey.


"Ini akan menjadi mudah sekali, kematian anggota kita akan kita balaskan seribu kali lipat!" geram lelaki tua itu yang terus menggenggam tongkat di tangannya.


Di belakangnya banyak sekali lelaki berbadan tegap dan berjas hitam tengah menunduk seolah melayani lelaki tua itu bak seorang raja.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar nya. Terimakasih


__ADS_2