Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Alexander menjadi bucin maksimal.


__ADS_3

Episode 115 : Alexander menjadi bucin maksimal.


***


Setelahnya dengan bangga mengatakan jika setiap Kiara membeli baju harus dirinya yang memilih, Alexander Grey segera membawa Kiara ke tempat makan malam pribadi antara dirinya dan rekan-rekannya.


“Nanti jika mereka mengganggumu kau bisa memerahi mereka, kau juga kan wanita ku jadi kau bisa melakukan hal itu,” Alexander Grey memberikan peringatan disaat mereka akan hampir sampai di tempat yang dituju.


“Ummm ...." Kiara sedikit bingung dengan peringatan Alexander, bagaimana mungkin dia berani memarahi para anggota Alex yang kelihatan hampir sama mengerikan dengan Alexander.


Akan tetapi Kiara berusaha keras untuk menurut saja, dia tidak ingin mendapatkan masalah dan perbincangan terlalu panjang lebar karena menjawab ucapan Alexander.


“Gadis baik, begitu baru wanitaku,” balas Alexander tersenyum merekah melihat wanitanya menurut saja dan tersenyum manis kearahnya.


Setelah beberapa saat berada diperjalanan ....


Entah mengapa Kiara menjadi semakin gugup, dia terlihat seperti hendak bertemu keluarga Alexander padahal hanya menemui teman-temannya saja.


“Sayang, ayo!" seru Alexander meraih tangan Kiara mengajaknya masuk kedalam restoran mewah itu.


Setelah kakinya menapak di lobby pintu masuk restoran, mata Kiara langsung melebar, dia langsung lupa dengan rasa gugupnya karena baru pertama kali melihat restoran yang sangat mewah dihadapannya.


“Ya ampun! orang kaya memang terlalu berlebihan, kenapa sangat mewah sih! Pemborosan!” Kiara secara spontan berucap seperti itu dengan mata melebar sembari geleng-geleng kepala.


Merasa kemewahan yang ada di depan matanya terlalu berlebihan dan merupakan suatu pemborosan.


Melihat Kiara terpaku dan seperti terpesona dengan kemegahan restoran,


Alexander segera menarik tangan Kiara dan merangkulnya dengan erat.


“Sayang, kau begitu suka kah dengan restoran ini? matamu berbinar-binar, aku tidak suka, kau hanya boleh melihat dengan tatapan berbinar seperti ini khusus untukku seorang, bahkan pada restoran pun tidak boleh! Paham!” ketus Alexander Grey merangkul erat sekali, dihadapan banyak orang membuat Kiara malu bukan main.

__ADS_1


Saat mendengar itu Kiara semakin bingung dengan tingkat cemburu lelaki yang merangkul nya dengan sangat erat ini.


Bahkan Alexander cemburu pada bangunan yang tidak bernyawa, Kiara penasaran sebenarnya apa isi kepala lelaki ini, apa yang ia pikirkan setiap hari.


Tetapi lagi-lagi Kiara yang tahu jika dia menjawab permasalahan akan bertambah panjang dia hanya mengikuti saja, Kiara sudah menyerah dengan tingkat kecemburuan Alexander yang berlebihan dan tidak tahu tempat.


“Ba … Baiklah, aku mengerti, aku akan menutup mataku kalau kau tidak suka, ja … jadi bisakah kita lanjutkan pergi dari sini, hehe,” dengan gugup dan mencoba senatural mungkin Kiara hendak pergi dari beberapa pasang mata yang sudah melihat kearahnya.


Para gadis melihatnya dengan mata yang sangat tajam dan seram, seolah kedekatan antara Kiara dan Alexander memancing emosi dan kemarahan mereka.


“Lihatlah gadis itu, pasti dia mainan baru Tuan Alexander ya kan?”


“Iya benar, dia kira dia istimewa apa? hanya karena sedikit cantik juga, sebentar lagi dia juga akan dicampakkan sama seperti gadis mainan biasanya,” bisik yang lain menghina Kiara.


“Hei, ssst, pelan-pelan nanti Tuan Alexander dengar, bisa habis kita,” bisik yang lainnya sembari tertawa cekikikan mengejek Kiara yang menurut mereka masih terlalu polos dan bodoh untuk dibohongi playboy seperti Alexander Grey.


Kiara bisa tahu hanya dengan pandangan mata orang-orang itu, jika dirinya memang tidak pantas bersanding dengan Alexander Grey.


Dia langsung menatap balik para gadis kalangan atas para penggosip itu dengan tatapan tajam, hal itu membuat para gadis itu otomatis menunduk.


'Ho ho ho, berada di samping lelaki ini membuatku seperti bisa melakukan apapun, lelaki ini seperti pohon yang melindungi aku, hahaha!' Kiara tertawa berkumandang ria dalam hatinya.


Bagaimana saat ia bersama Alexander Grey, tidak ada satu orangpun yang berani melukai atau berbicara kasar padanya.


“Sayang, perkenalkan ... mereka saudara-saudaraku,” karena lamunan dan perdebatan tidak berkesudahan yang ada di benak Kiara, Kiara tidak sadar jika dia sudah sampai di meja dimana para rekan Alexander berada.


“Yo, dia gadis kecil yang mabuk tempo lalu kan? Beraninya kau merebut Bos ku, sainganmu adalah aku! Mengerti?!” seru Sin langsung berdiri dan menunjukkan tatapan paling tajam yang ia punya.


Dia sudah sedih seharian karena Bos nya memotong bonusnya selama satu tahun hanya karena gadis ini.


“Hehe, I … iya aku mengerti,” balas Kiara langsung terkejut dan bersembunyi di belakang Alexander Grey.

__ADS_1


“Sin, hentikan!" Celetuk Yuza melihat betapa kekanak-kanakan nya Sin yang merasa jika Kiara adalah saingan utamanya sekarang.


Setelah itu ia segera memperkenalkan dirinya, "Namaku Yuza, yang wajahnya tidak setampan aku ini Fin dan yang lebih jelek itu namanya Sin, walau kita sudah pernah bertemu tetapi salam kenal ya,” sembari menyodorkan tangannya dan tersenyum menyeringai dia menunggu balasan dari Kiara.


Tetapi Kiara tahu ada yang tidak beres dengan lelaki bernama Yuza ini, senyumannya sangat ramah tetapi matanya yang sipit itu terlalu tajam membuat orang tidak bisa menebak apa yang ada di kepalanya.


Kiara juga heran mengapa lelaki bernama Yuza ini mengatakan rekannya yang lain jelek, namun saat mendapati matanya yang sipit, Kiara merasa jika hal itu disebabkan oleh mata sipitnya.


Karena bagi Kiara secara jujur seluruh rekan Alex benar-benar tampan keseluruhan.


“Sa … salam kenal,” sahut Kiara hendak membalas salaman Yuza tetapi tangan Alexander Grey langsung menghentikan tangannya.


Alexander segera menarik tangan Kiara dan menggenggamnya erat.


“Dengar ya, yang bisa kau sentuh hanya aku, bahkan saudara ku yang paling dekat pun tidak boleh, paham!” ketus Alexander langsung menyeret tempat duduk Kiara agar duduk lebih dekat dengannya.


“Kau juga, jangan coba-coba menyentuh tangan wanitaku, mengerti!" Alexander juga mengatakan hal itu pada Yuza yang membuat ketiga rekannya itu syok dan mata mereka melebar secara bersamaan.


Apalagi Fin yang tadi sedang memegang ponsel sedang berkoordinasi dengan anak buahnya, ponselnya sampai terjatuh karena terkejut.


Baru pertama kali selama hidup mereka melihat lelaki yang bucin pada seorang gadis dan yang paling mengerikan lagi adalah lelaki itu adalah Bos mereka.


“Tidak!"


"Bos ... kau sudah terkena pelet cinta, oh tidak, tidak, ini bahaya!” Sin langsung panik dan seperti sedang struk melihat kebucinan Bos nya.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya, 🤍


__ADS_2