
S2. Episode 218 : Hari pembalasan telah tiba.
***
"Awasi terus si keluarga Grey itu, apalagi cucu si Galilea! jangan sampai dia bisa mendekati ku! jika prediksi ku benar, dia hanya akan melakukan rencananya beberapa saat lagi, dia pasti masih bersembunyi untuk mengindari ku!"
"Dia tidak tahu saja jika aku sudah mengetahui jika dia adalah dalang pembunuhan dari George Serge! anak yang bodoh!" seru Goran lagi tengah meminum sebuah pil hasil dari ilmuwan nya dan pergi menuju pertemuan para anggotanya.
Setelah itu Goran di temani oleh anak buahnya pergi ke pertemuan rahasia itu.
Untuk mengumumkan mengenai Fin dan Sin yang akan menggantikan George Serge, juga untuk mendiskusikan mengenai beberapa hal tentang perkumpulan gelap mereka.
Saat ini, kecuali Alexander ada beberapa pemerintah yang sepertinya menyusun rencana untuk menghancurkan mereka.
Dan hal itu harus diantisipasi sejak dini untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
***
Di dalam pertemuan,
"Lihatlah mereka itu akan menjadi George Serge, jika dilihat mereka masih sangat muda, apakah hal itu akan baik-baik saja?"
"Entah apa yang membuat atasan kita menerima mereka jadi bagian dari anggota kita, mereka seperti akan berkhianat kapanpun!"
"Tapi katanya yang menumbangkan George Serge juga anak muda, bukankah lebih baik kita juga menerima anak muda di antara kita, aku rasa menerima mereka tidaklah cukup buruk!"
Banyak orang segera membisik di sekitar Fin dan Sin yang tengah mengatur diri mereka untuk bersikap normal dan tidak terbawa emosi.
Diluar dugaan keduanya pertemuan besar yang dalam bayangan mereja akan dihadiri oleh banyak sekali orang nyatanya hanya dihadiri oleh sekitar 20 orang saja.
Sepertinya anggota inti dari perkumpulan Dawn ini tidaklah banyak namun memiliki pengaruh yang sangat besar dalam bidang mereka sendiri.
Bisa dibilang Goran memilih anggota yang memang bisa mengontrol berbagai hal yang mereka inginkan.
Tanpa terasa waktu telah berlalu, pertemuan itu diadakan di meja bundar yang berada di sebuah ruangan rahasia.
Tiba-tiba saja seluruh anggota segera berdiri tegap dan sopan.
Yang tadinya masih ricuh sekarang terdiam dan seperti menunggu aba-aba.
Fin dan Sin segera mengikuti tingkah mereka, berdiri tegap dan sopan.
Dan kemudian seseorang datang membuka pintu dan juga ikut menundukkan kepalanya.
Ketika Fin dan Sin serempak ikut menundukkan kepala, keduanya melirik ke arah Goran.
Seorang lelaki tua, dengan perawakan tubuh yang tidak terlalu tinggi, kelihatan sangat bugar walau di umur yang sudah tua.
__ADS_1
Goran tersenyum melihat semua anggota intinya nya berada di ruangan yang sama, lalu dia berdiri di depan mereka semua telah di kursi kebesarannya.
"Selamat datang Tuan Goran, kami sangat senang anda hadir di pertemuan ini!"
Salah seorang dari anggota nya itu menyerukan rasa terimakasihnya karena Goran mau secara suka rela datang ke pertemuan ini.
Dari pernyataan itu bisa disimpulkan bahwa sepertinya Goran sering tidak datang ke pertemuan seperti ini, namun kali ini dia datang, berarti kekacauan yang ditimbulkan oleh Alexander benar-benar mengusik Goran.
Di saat yang sama hal itu sangat baik, dengan kedatangan Goran kemari maka Goran akan dengan mudah di habisi.
"Hahaha, duduklah ... tidak perlu formal seperti itu kepadaku, lagian kita semua disini sudah saling bantu dalam banyak hal,"
"Jangan sungkan kepadaku!"
seru Goran dengan mata yang masih melekat ke arah Fin dan Sin yang direkomendasikan oleh bawahannya langsung untuk jadi pengganti George Serge.
Goran segera duduk, ketika Goran duduk semua anggota yang hadir juga duduk mengikuti nya.
"Hmmm ... sebelum kita membicarakan mengenai inti dari pertemuan hari ini, aku melihat dua wajah baru disini ..."
"Kemarilah perkenalkan diri kalian!"
Goran entah mengapa langsung tertarik kepada Fin dan Sin, matanya menangkap sesuatu yang aneh dari keduanya dan meminta Sin dan Fin untuk memperkenalkan dirinya secara pribadi.
Fin dan Sin belum pernah Segugup ini sebelumnya, mereka tidak takut akan tetapi mereka hanya tidak ingin melakukan sesuatu yang mencurigakan sedikitpun sebelum bos mereka mengirimkan sinyal aba-aba.
Sin dan Fin melangkah mendekat, lalu dengan hormat mereka membungkuk untuk memperkenalkan diri mereka.
Walau merasa jijik dan tidak sudi, tetapi Fin dan Sin harus bersabar untuk sementara waktu.
"Saya Fin,"
"Dan saya Sin,"
"Kami mendapatkan tawaran secara langsung dari anak buah anda Tuan, dan kami sangat tertarik untuk bergabung ketika melihat benefit yang ditawarkan!"
Fin dengan tegas segera memberikan alasan secara ringkas dan logis.
Tentu saja, pebisnis biasanya memang akan langsung tergiur menerima tawaran dari anggota Goran, mengenai pembagian hasil dan nantinya akan kebal hukum.
Ketika Sin dan Fin sudah mengangkat wajah mereka, mereka bisa melihat jelas wajah Goran.
Lelaki yang sangat biasa ketika dilihat secara langsung, seperti orang tua pada umumnya tetapi fakta membuktikan jika lelaki tua itu sangat mengerikan.
Bahkan membantai banyak orang demi kepentingan gila nya.
*Hening*
__ADS_1
Seketika ruangan itu menjadi hening, para anggota Goran terdiam terpaku melihat Goran menatap aneh kearah Fin dan Sin.
"Hmmm, kau Fin dan Sin yang dikabarkan merupakan pebisnis baru yang sukses itu ya? yang digadang bisa menggantikan George Serge ..."
Goran seperti berpikir sesuatu, namun tak tertebak.
Diantara jeda ketika Goran terdiam, entah mengapa jantung Fin dan Sin semakin berdegup sangat kencang.
'Apakah dia tahu penyamaran kami?'
'Kenapa dia terdiam begitu lama?'
'Sial! sial! sial! apa yang harus aku lakukan jika dia mengetahui penyamaran kami?'
Sin adalah orang yang paling panik, bisa terlihat dari kepalan tangannya yang semakin kencang.
Fin bisa menyadari hal itu namun mencoba memberikan kode kepada Sin untuk tidak bersikap berlebihan.
***
Disaat yang bersamaan,
Nelson dan Alexander melakukan tugas yang berbeda, mereka sedang berada di tempat yang berbeda pula sekarang.
Semua percakapan antara Goran, Fin, Sin dan para anggota itu sudah di dengar oleh Alexander melalui alat penyadap yang diberikannya oleh Yuza.
Alexander hanya tinggal menunggu aba-aba dari Nelson, sampai dia bisa menyergap Goran dan para anggota intinya.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Alex berdegup sangat kencang, dan amarah di dalam wajahnya tak lagi terbendung.
Ketika ia mendengar bagaimana Goran bisa berbicara begitu santai, ketika banyak nyawa yang sudah ia korbankan demi kepentingan gila nya.
.
.
.
.
Author : Jangan lupa dukung karya ini dengan cara berikan like nya, btw maafkan ya jika banyak hal yang mengerikan di novel ini.
Ini semua hanyalah hasil imajinasi saja, tidak ada sangkut pautnya dengan kenyataan, jadi jangan dibawa terlalu serius ya.
Jangan lupa jika ini hanyalah halu semata. 🤍
__ADS_1
Btw masih ada dua episode lagi nyusul ya sebentar lagi.