
Episode 52 : Aku ingin melihat dia!
***
Disaat yang sama, Alexander Grey baru saja bangun dari tidurnya.
Dia meraba samping kasur, mencoba mencari keberadaan seseorang yang ingin ia tindih pagi itu, tetapi setelah lama pencarian, tangannya tidak menemukan apapun, lalu saat ia membuka matanya dia tidak mendapati Kiara di kasurnya.
Alexander akan menjadi sangat kesal jika dia mencari sesuatu dan tidak mendapatkannya, tetapi dia masih mencoba berpositif thinking, matanya langsung tertuju pada pintu kamar mandi, “Apakah dia sedang mandi? Hehe, pemandangan segar di pagi hari boleh juga!” gumam Alexander Grey tersenyum nakal, dengan semangat dia hendak membuka kamar mandi dan mengejutkan Kiara yang ia pikir sedang membersihkan dirinya.
Bayangan nakal Alexander yang liar sudah berputar di kepalanya, dia menginginkan pemandangan segar pagi itu. Tetapi saat dia membuka pintu dengan cepat, tidak ada seorangpun ada di kamar mandi.
“Pak Roy!” Alexander langsung berteriak memanggil Pak Roy, kepala assiten rumahnya.
“Iya Tuan?” dengan cepat tanggap Pak Roy langsung datang menghadap.
“Dimana dia?” tanya Alexander dengan wajah yang sudah muram, tangannya melipat dan seperti sedang menghakimi pak Roy.
“Maaf Tuan, tetapi Nona Kiara sudah pergi kuliah sejak pagi tadi, beliau bilang dia memiliki kelas pagi dan dia tidak ingin mengganggu tidur Tuan jika meminta ijin secara langsung, jadi Nona Kiara meninggalkan pesannya pada saya!” seru Pak Roy jujur dan sopan.
__ADS_1
“Cih! Aku lupa jika dia masih anak kuliahan! Ahh, aku mau melihatnya pagi ini! Suruh dia datang sekarang juga! Aku tidak peduli! Aku tunggu 10 menit lagi!” tegas Alexander memberikan tanggung jawab pada pak Roy yang tidak memiliki salah apapun.
Alexander Grey langsung pergi kembali ke kasurnya, merebahkan dirinya sebentar lagi karena nanti malam dia akan bertemu dengan putri tunggal keluarga Serge jadi dia ingin menyimpan energinya dahulu.
Dan sekarang dia sangat ingin melihat Kiara dan wajah bodohnya, Alexander tidak mau tahu tetapi Kiara harus ada sekarang juga di hadapannya.
***
Disaat yang sebuah tempat,
Kiara yang berlari karena malu, marah dan kecewa sedang meringkuk dan menangis dibawah sebuah pohon, dia tidak berani melihat wajah orang lain lagi, membayangkan mata mereka menghujatnya saja sudah membuat Kiara takut.
Ponselnya sedari tadi berbunyi, banyak sekali yang menghubungi dirinya, entah itu teman satu kampus, atau lelaki yang hanya ingin sekedar mengatakan apakah dirinya bisa dibayar untuk bisa tidur bersama, ya, sepertinya kehidupan Kiara sudah benar-benar hancur.
Kiara tidak berani melihat kearah ponselnya yang terus berbunyi, dia bahkan melewatkan panggilan dari Pak Roy yang hendak menyampaikan pesan Alexander terhadapnya.
Kiara segera mematikan ponselnya, dia takut mendengar deringan panggilan ataupun pesan yang masuk ke ponselnya.
***
__ADS_1
Dikediaman Bella,
“Pfftt! Hahaha! Aku ingin tahu bagaimana caramu selamat kali ini sialan! Aku benci padamu yang selalu lebih unggul dariku!” geram Bella melihat berita yang ia atur sendiri untuk menghancurkan Kiara.
Entah kenapa dia sangat membenci Kiara, dia tidak suka saat ada Kiara di sisinya dia hanya menjadi bayangan.
Padahal Bella sudah menggoda pacar adiknya sendiri, tetapi entah mengapa rasanya belum puas karena nyatanya Kiara masih memiliki keberuntungan yaitu bersama dengan dengan Alexander Grey.
Bella tidak tahu jika sekarang Kiara bukanlah Kiara yang bisa diusik begitu saja, ada seseorang dibelakang Kiara yang akan membuatnya menyesal seumur hidup.
Dan orang itu sedang uring-uringan diatas kasur karena tidak melihat wajah bodoh Kiara pagi itu.
.
.
.
.
__ADS_1