Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kenapa kau berbeda dari gadis yang lainnya?


__ADS_3

Episode 93 : Kenapa kau berbeda dari gadis yang lainnya?


***


Ada bunga yang mekar tetapi akan segera layu, karena sengatan mata hari terik atau karena malam yang menyapa, mereka indah tetapi tidak bertahan lama, mereka akan layu, gugur dan mati.


Tidak akan ada yang mengingat betapa indah ia mekar karena mata akan langsung dibutakan oleh bunga baru yang baru mekar menggantikan, begitulah siklusnya, kejam tetapi terus berlanjut seperti roda berputar, berlangsung terus menerus.


Kisah ini bukan kisah dongeng yang akan membuat hatimu berdebar atau fantasi romantis yang ada di pikiranmu yang membuatmu tertawa dan kegirangan.


Cerita ini hanyalah cerita pelarian dua orang individu, melarikan diri dari perasaan mereka sendiri, menipu hati dan pikiran mereka, memaksakan mengubur perasaan pada seseorang yang seharusnya ada di hati mereka.


Melukai diri sendiri dari dalam karena begitulah mereka bertahan hidup, menyangkal hati dan menguburnya sendiri.


Tetapi percikan gairah dan asmara yang seharusnya tidak ada membingungkan mereka, apakah ini cinta atau hasrat? apakah ini bagian dari melupakan cinta yang mereka tutupi untuk orang asing itu?


Apapun itu sebenarnya Alexander Grey dan Kiara sebenarnya sedang saling memanfaatkan keberadaan masing-masing dari mereka.


Kiara melarikan diri dari rasa sakit yang membunuhnya perlahan dan memilih bertahan dalam bayangan Alexander, dengan begitu keberadaan Alexander yang kuat akan membuatnya melupakan sedikit rasa sakit itu.


Sedangkan Alexander memanfaatkan Kiara untuk menipu Layla, dan seluruh keluarganya agar tidak melakukan pernikahan dengan Layla, teman semasa kecilnya.


***


Disisi lain, kisah cinta sebelah pihak seorang gadis yang setia seumur hidupnya, dia sedang melihat dari jendela kaca ruangannya, matanya sayu menjelajah pemandangan luas dari ruangan itu, wajahnya pucat dan tangannya bergetar hebat.


“Tidak ada yang datang, tidak ayahku dan ibuku, tidak juga Alexander,” ucapnya pelan dan lemah, dia mencengkeram gorden yang bisa ia raih.


Layla berjuang sendiri, menahan deritanya sendiri, mencoba tidak mengatakan apa yang menyakitinya pada Alexander, tetapi hanya karena satu kesalahan, yang bukan kesalahannya, saat Layla tiba-tiba dijodohkan dengan Arka Grey, dan dia menghilang selama satu tahun, Alexander benar-benar telah berubah menjadi orang paling kejam padanya.


Tidak pernah dibayangkan oleh Layla jika Alexander akan sanggup menyakitinya sejauh ini, tapi kali ini dia ingin egois sekali saja, seumur hidup dia telah hidup sesuai dengan harapan dan ukuran orang-orang disekitarnya, hanya kali ini, dia akan memperjuangkan cintanya, hanya demi kebahagiaan yang tidak akan bertahan lama.

__ADS_1


“Nona Layla,”


*Terdengar suara dari belakang Layla*


“Sudah waktunya ya, baiklah,” jawab Layla langsung mengerti mengapa para suster itu memanggilnya, dia segera mengalihkan pandangannya dari pemandangan luas yang ia lihat dari ruangannya, dan melangkahkan kakinya untuk melakukan perawatan.


***


Disaat yang sama di kediaman Alexander Grey,


Alexander Grey memang aneh, dia sedang sangat sibuk sekarang, sungguh tidak ada waktu untuk bermain-main, tetapi kegilaannya yang mengalihkan semua hati dan tubuhnya, dia terlalu lelah untuk melakukan ini dan itu, menghadapi bahaya hampir setiap hari.


Terkadang dia hanya ingin melarikan diri dan hidup di tempat terpencil, damai dan melakukan semua yang ia sukai.


Mata wanita yang ia tipu untuk keuntungan dirinya sendiri ini seolah memberikan intensitas di dalam diri Alexander.


Sesuatu yang terus terbakar dan setiap kali matanya bertemu dengan mata Kiara maka darahnya akan mendidih dan gairahnya akan memuncak dengan sekejap.


Kiara seperti seseorang lemah yang tersesat di dunia ini, dengan wajah polos dan mata yang dalam, lelaki manapun akan memiliki pikiran kotor untuk bisa segera menidurinya, wajah polos tetapi keberadaannya memberikan efek dan intensitas gairah yang besar bagi Alexander Grey.


Dari hangat dan wangi nafasnya, matanya yang sering tidak fokus jika sedang malu, wajah merahnya yang akan panas jika sentuh, dan bibirnya yang merah seperti meminta untuk dihabisi setiap kali terlihat oleh Alexander.


Sesuatu seperti ini belum pernah terjadi, keberadaan seorang wanita tidak pernah membuat Alexander mengalami intensitas gairah yang membuat darahnya panas dan tubuhnya menggelitik.


***


Alexander sudah membawa Kiara kembali ke kediamannya, membawanya pergi dari markas karena saat Alexander menggoda Kiara dan mata mereka bertemu, Alexander merasakan getaran menggebu-gebu yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.


Perasaannya yang sedang memuncak dan gairahnya yang tidak bisa ia tahan dengan cepat ia menarik tangan Kiara dan membawanya pulang ke kediamannya.


Selama di mobil, mereka tidak berbicara sama sekali, mulut mereka terdiam tetapi jantung mereka berdegup sangat cepat, wajah mereka memerah dan nafas mereka sedikit memburu.

__ADS_1


Alexander menyentuh kulit Kiara, mengusapnya dengan tangannya, mulut mereka masih terdiam, seolah tubuh merekalah yang berbicara sekarang.


Rasanya menggelitik saat nafas Kiara ia rasakan di kulitnya, nafasnya yang tertahan tetapi terasa panas,


“Kenapa kau bisa membuatku seperti ini? ini belum pernah terjadi sebelumnya ….”


Alexander berbicara dekat sekali dengan wajah Kiara, dahi mereka bersentuhan, tangan Alexander menggerayang dileher Kiara, nafasnya yang memburu dan tangannya yang bergetar bisa dirasakan oleh Kiara.


“Haah,”


Nafasnya berhembus berat kali ini, dia memejamkan matanya, hanya sentuhan sedikit saja benar-benar bisa membuatnya menggila dan merasakan sensasi yang memusingkan.


“Hentikan aku, kau dengar? jika kau tidak menghentikan aku, aku tidak akan berhenti seperti yang kulakukan sebelumnya!"


"Seperti yang aku katakan padamu, keberadaanmu dan aroma tubuhmu membuatku merasa aneh, kau bisa rasakan nafasku? suhu tubuhku? Aku sedang gila padamu sekarang!” bisikan berat dan penuh tekanan.


Kiara bisa merakan semuanya, tekanan dan sensasi yang juga membuatnya gila.


Kata-kata berat yang menekannya membuat jantungnya seperti mau meledak, tubuhnya bergetar hebat, setiap kali jemari Alexander meraih sesuatu ditubuhnya dia merasa tubuhnya semakin panas.


Nafas mereka seperti bersatu padahal mereka belum melakukan apapun, hanya saling bersentuhan tetapi tubuh mereka sudah bergetar, seolah tubuh mereka bereaksi satu sama lain, membuat mereka gila dan tidak bisa menolak keintiman yang memberikan sensasi yang membawa surga duniawi.


“Aku mau kamu, bisakah kau rasakan? aku sedang terburu-buru, terburu-buru untuk melakukannya denganmu, sepertinya aku akan meledak hanya karena merasakan panas tubuhmu."


"Aku tidak akan berhenti, sudah terlambat jika kau menolak, aku sudah ada diambang batasku,” bisik Alexander Grey mengangkat tubuh Kiara keatas tubuhnya.


Dan terjadilah sesuatu, lanjut di episode selanjutnya. hehe


***


Jangan lupa komentar nya, biar aku rajin update juga hehe. makasih

__ADS_1


__ADS_2