
S2. Episode 204 : Apakah ini yang dinamakan kekuatan cinta itu nyata?
***
Pelayan memberikan laporan dan membuat Alexander bisa bernafas lega.
"Istri nakal itu, sudah ku peringatkan jangan pergi sebelum aku bangun, apa dia tidak tahu betapa takutnya aku?" gerutu Alex masih mengenakannya piyama dan pergi melangkah dengan cepat menuju istrinya.
"Selamat pagi Tuan Alexander,"
Para pelayan yang melihat Alex tentu saja syok sekali, bagaimana Alex bangun pagi-pagi hanya mengenakan piyama tidur dan berkeliaran di dalam mansion.
Pemandangan ini benar-benar langka dan semua pelayan sampai harus berkedip beberapa kali untuk memastikan apa yang mereka lihat.
"Sayang!"
"Sudah aku bilang kan jangan pergi dari sisiku sebelum aku bangun? kenapa kau sangat suka menentang ucapan ku!"
Alexander sudah melihat istrinya, terlihat merapihkan meja makan yang sudah penuh dengan makanan yang ia buat sendiri.
"Haaah!"
Kiara menghela nafasnya dalam-dalam.
'Aku yang hamil mengapa suamiku yang kelihatan haus perhatian dan mengidam? aku harus meredakan kekesalannya sebelum semua anggota keluarga berkumpul,'
'Rumah ini harus harmonis!'
Kiara tidak akan melupakan misinya dan calon baby nya.
Bagaimana dia harus membawakan perubahan ke rumah ini, keluarga Alexander bukanlah keluarga yang jahat jadi Kiara optimis bisa mendamaikan semua orang yang ada di rumah ini.
Pertama-tama yang harus ia lakukan adalah menenangkan singa mengamuk yang haus akan kasih sayangnya, yaitu suaminya sendiri.
Kiara melepaskan celemek yang ia kenakan, lalu tersenyum manis ke arah suaminya.
Kiara berjinjit kaki agar tangannya bisa menyentuh rambut suaminya.
Kiara mengusap rambut suaminya yang sudah kesal karena istrinya tak ada di sisinya ketika ia bangun.
"Sayang ... maafkan aku ya, tapi aku kan sudah menjadi istrimu, aku harus mengambil hati ayah dan ibu mertua, jadi aku pergi memasak lebih pagi ..."
"Jangan marah lagi ya ..."
Kiara berbicara begitu manis dan lembut.
Kiara benar-benar tahu cara menundukkan suaminya, dia tahu jika Alex sangat lemah ketika dia bersikap lembut dan menggemaskan, itu adalah senjata utama Kiara dalam hubungan suami istri mereka ini.
*Blush*
"Deg ... Deg ... Deg!"
__ADS_1
Pipi Alex merona sekali, jantungnya berdebar sangat kencang.
Alex merasa moodnya menjadi berubah-ubah ketika istrinya hamil, seolah yang mengidam adalah dia.
Alex akan sangat mudah tersinggung dan tidak suka ketika istrinya berjauhan dengannya.
"Hmm!"
Alex mencoba mempertahankan mode marahnya, dia memperhatikan istrinya lekat sekali dan tanpa sadar dia luluh karena Kiara mengusap rambutnya dan menyambut nya dengan senyuman manis di pagi hari.
Alex dengan ekspresinya yang malu-malu tetapi ia tetap terlihat sok angkuh mengejutkan semua pelayan yang ada kediaman ini.
"Apakah dia sungguh Tuan Alexander yang selalu menentang Tuan Jhon Grey?"
"Apakah dia sungguh Tuan Alexander yang mengerikan dan beringas itu?"
"Astaga, dia terlihat seperti kucing imut yang malu-malu di hadapan istrinya, apakah ini yang dinamakan kekuatan cinta itu nyata?"
Para pelayan dan kepala pelayan di kediaman itu membisik dengan adegan mengejutkan yang ia lihat di hadapan mereka ini.
"Ehem ... aku masih tidak terima kau pergi dari sisiku saat aku belum bangun, aku sungguh ketakutan dan aku tidak berbohong!"
"Kali ini aku akan memaafkan mu karena kau menggodaku sejak tadi,"
"Tetapi pertama-tama berikan aku pelukan dan ciuman pagi ku!"
Alexander menuntut kebiasaan mereka ketika di mansion milik pribadinya.
Kiara terperanjat ketika mendengar itu, dia melirik kearah para pelayan yang masih terkejut melihat perubahan Alexandre Grey, tuan mereka yang sebenarnya lebih mengerikan dari Jhon Grey.
"Tidak mau! lakukan sekarang atau aku akan menghukum mu, aku serius!"
Alex memang sama sekali tidak berubah dalam hal manja dan menuntut kepada istrinya.
Jika dia menginginkannya maka dia harus mendapatkan nya saat itu juga.
'Astaga! walau kami sudah menikah tetap saja malu melakukan itu di depan banyak orang! kenapa lelaki ini sungguh pemaksa! aaaaa!'
Jiwa-jiwa pemberontak dalam diri Kiara juga sama sekali tidak berubah.
Dia heran mengapa suaminya sangat penuntut dan mesum disaat bersamaan.
"Haaah!"
Lagi-lagi Kiara menghela nafasnya panjang.
"Baiklah ... baiklah!" balasnya dengan super cepat mengecup pipi suaminya dan memeluk suaminya.
"Sudah selesai ..." serunya langsung melepaskan suaminya yang masih terlihat dengan wajah merahnya itu.
Setiap kali Kiara melakukan sesuatu atas keinginannya sendiri, maka jantung Alex akan seperti mau meledak.
__ADS_1
Padahal yang meminta Kiara mencium dan memeluknya adalah dia sendiri, tetapi dalam gambaran Alex, yang berinisiatif menciumnya tetaplah istrinya ini.
"Dasar istri nakal, banyak orang disini, kenapa kau nakal sekali menggodaku ... ha ha ha!"
Alex sungguh bangga sekali mengatakan hal itu, di depan semua orang.
Kiara yang mendengarnya sudah tak sanggup berkata-kata lagi, dia sudah tahu dan terbiasa dengan sikap Alexander akan tetapi tetap saja hal itu sedikit menyebalkan.
'Kenapa jadi aku yang nakal! kenapa jadi aku yang menggoda? AAAAAAA! sabar ... sabar! ini di rumah mertua tidak boleh bersikap aneh aneh, nangis saja membalas suami pemutar balik fakta ini!'
Kiara mengusap dadanya menenangkan diri sendiri dari ledakan emosi pagi itu.
Sekarang, dia sedang berada dalam teritorial mertua, dimana dia harus bisa menjaga sikap.
"Selamat pagi menantuku ..." Dahlia adalah orang pertama yang datang ketika Alex masih sibuk senyam senyum dengan tingkah nakal istrinya barusan.
Mata Dahlia berbinar ketika melihat makanan banyak di atas meja, dan penampilannya bukanlah makanan buatan koki di kediaman ini.
"Selamat pagi Ibu, aku khusus memasak pagi ini untuk kita, walau mungkin tidak seenak buatan koki akan tetapi masakan ini berisikan ketulusan hatiku!"
Kiara sangat senang jika bersama dengan Ibu mertuanya, dia merasa seperti memiliki sosok ibu.
Ibu yang selama ini hanya ada dalam imajinasinya saja.
Dahlia terharu mendengar ucapan menantu pertamanya ini, Dahlia memeluk Kiara dan menepuk pundaknya.
"Pantas saja putra ku jatuh cinta kepadamu, kau sangat menggemaskan, tulus dan apa adanya, akhirnya akan ada yang membawa perubahan ke keluarga ini,"
Dahlia senang sekali, dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya, yang jelas Dahlia merasa dengan adanya Kiara maka tugasnya yang ingin membuat keluarga Grey harmonis bisa sedikit dia bagi kepada menantunya.
Baik Dahlia maupun Kiara sudah memiliki visi dan misi yang sama sekarang.
"Duduklah Ibu, sembari menunggu yang lain, kita akan makan bersama ..." Kiara bersemangat sekali.
Dia menarik kursi untuk ibu mertuanya.
"Heemm ... menantuku lebih perhatian kepada ku dibandingkan putranya ..." gerutu Dahlia sembari melirik kearah Alexander.
Seolah membanggakan Kiara sebagai menantunya.
"Ehem ..."
Alexander berdehem sadar jika sekarang yang ada di ruang makan bukan hanya dia dan istrinya saja akan tetapi sudah ada ibunya juga.
"Sayang ... aku akan mandi sebentar, tidak akan lama, tunggu aku ya, kita harus makan bersama." seru Alexander melangkah dengan cepat lagi.
Dia harus mandi dengan cepat agar bisa makan bersama dengan keluarganya.
.
.
__ADS_1
.
.