
Episode 127 : Makan malam dengan ku.
***
Mulai dari malam itu Kiara menetapkan hatinya, dia sudah tidak pernah mengikuti pemberitaan, dia fokus menjalani hidupnya, belajar untuk masa depan, melakukan pekerjaan paruh waktu yang bermacam-macam, dia menikamti kehidupannya yang sibuk.
Akhir-akhir ini juga ada seorang lelaki yang terus menganggunya, Alan, lelaki itu terus mengikuti Kiara, mengajaknya bermain, bahkan kadang Alan akan menyewa satu restoran atau menutup mini market hanya untuk bisa membeli waktu Kiara.
Melihat sikap tidak mau ditolak dan menuntutnya selalu saja mengingatkan Kiara akan Alexander Grey, tetapi dia selalu berakhir menyadarkan dirinya, hal yang lalu biarlah berlalu dan kehidupan tetaplah seperti ini, itulah yang ia inginkan.
Tidak terasa waktu akhirnya sudah lewat satu bulan, rasa sakit itu mulai memudar, kehidupan sibuknya mulai mengambil alih hati dan pikirannya, dia lelah namun juga tenang, dia sedang bekerja malam ini di sebuah restoran tempat salah satu kerja peruh waktunya.
“Kiara, makan malam lah denganku,”
Suara Alan yang sedari tadi mengganggu Kiara, kali ini juga Alan menyewa satu restoran agar dia bisa berbicara bebas dengan Kiara.
__ADS_1
“Aku sibuk, besok aku harus bekerja dari pagi sampai malam, kau carilah yang lain untuk makan malam dengamnu,” celetuk Kiara sedang memberseihkan meja restoran dengan lap yang ada di tangannya.
“Besok kan libur, aku akan membeli waktumu, aku akan menyewa tempat kerja paruh waktumu, yang jelas kau harus menemani aku makan malam, jika tidak mau aku tidak akan membiarkan kau pulang dan aku akan tetap mengikutimu!”
Wajah Alan serius, dia duduk sembari berpangku tangan dan tidak mau menerima penolakan dari Kiara, malam ini dia harus membawa Kiara makan malam dengannya, Alan merasa mereka sudah mulai dekat dan dia akan menunjukkan betapa ia tertarik pada Kiara.
Kiara meletak lap yang ada di tangannya dan melihat Alan dengan putus asa, “Kenapa sih kalian selalu saja suka memaksa, kalian selalu ingin membeli sesuatu yang tidak seharusnya dibeli!” ketus Kiara sembari berdecak pinggang dan dengan wajahnya yang serius namun menurut Alan menjadi imut dan cantik.
“Tentu saja, kekayaan kan memang harus digunakan untuk membeli yang tidak mungkin dibeli, sudahlah, ayo ikut aku, kau mau aku menempel padamu terus,” seru Alan lagi terkekeh.
“Anak orang kaya memang berbeda dan aneh, kalau aku makan malam denganmu bisakah kau jangan tiba-tiba ada di dekat ku dikemudian hari, kau selalu mengejutkan aku, kau tahu,” balas Kiara sembari mengambil lap dan menyimpannya, dia membuka celemek yang menjadi seragam khas restoan itu dan bersiap untuk ikut dengan Alan untuk makan malam.
Hanya beberap saat mereka berdua berkendara menuju restoran mewah pilihan Alan, siapa sangka restoran itu adalah restoran saat dimana Alexander Grey membawanya, Kiara membuka helm yang ada di kepalanya lalu ia tertegun sesaat, ia melihat jalan yang saat lalu ia dan Alexander lewati.
Dia menjadi diam sebentar lalu menunduk, tetapi Alan segera mengejutkan, “Apa yang kau lakukan? Ayo ikut aku,” seru Alan kembali menggenggam tangan Kiara.
__ADS_1
Alan begitu bangga akan dirinya setelah sekian lama, dia menggenggam tangan mungil Kiara yang hangat, jantungnya saja berdegup begitu hebat, dia akan membuat malam ini indah dan tidak akan dilupakan oleh Kiara.
Restoran mewah itu tetap sama, suara orang-orang kaya yang sedang membicarakan bisnis terdengar sayup sayup di telinga Kiara, Alan yang menggenggam tangannya membawa Kiara ke sebuah meja dekat kaca yang menunjukkan pemandangan kota beserta lampu-lampunya.
Langkah Kiara menjadi sedikit melambat, matanya melihat seseorang yang seharusnya tidak ia lihat, senyuman lembut di wajahnya, cara ia berbicara dan cara ia melihat seseorang yang ada di hadapannya.
“DEG!”
Ada rasa sakit yang hebat dirasakan oleh Kiara, dia tidak akan pernah tahu rasanya sesakit dan seperih ini saat melihat lelaki yang tadinya memberikan segalanya padanya sekarang melihat wanita lain dengan matanya yang lembut.
Cemburu? Marah? Kecewa? Sakit hati? Semua perasaan yang terpendam itu kembali mencuat, tangannya gemetaran sesaat, dia merasa mata lembut itu tadinya hanya miliknya tetapi sekarang pemilik aslinya yaitu tunangannya telah mengambil alih kembali posisinya.
Ya, Kiara melihat Alexander Grey dan layla duduk di dekat meja yang dipesankan Alan untuk mereka, sepertinya kondisi Layla sudah membaik, dia kelihatan sangat cantik saat makan malam dengan Alexander Grey sekarang.
.
__ADS_1
.
.