
Episode 73 : Kucing liar ingin bersembunyi.
***
Saat ini semua media sedang menyoroti Bella dan Bian, mereka terlihat bercahaya, membuat semua orang merasa iri dan ingin memiliki hubungan seperti mereka berdua, orang-orang juga mengatakan jika mereka berdua terlihat sangat cocok satu sama lain.
Ulang tahun yang sangat meriah, juga pesta pertunangan yang mewah, rasanya Bella seperti seorang putri paling bahagia, disisi lain Kiara hanya melihat kejadian itu, seperti seorang putri hilang yang terasing, tidak diingat dan mudah disingkirkan.
Dia seperti bayangan didalam acara itu, hanya diam duduk dan tersenyum, tidak bisa mengatakan apapun kecuali menurut dan menunduk.
Setelah acara pemotongan kue ulangtahun, tibalah saatnya pertunangan Bian dan Bella dimulai, pembawa acara sudah menggiring kedua pasangan menuju podium untuk saling memasang cincin pertunangan.
Entah kenapa Kiara bisa melihat wajah Bian, wajah yang menyembunyikan sesuatu, senyuman kaku yang hanya dikenali oleh Kiara.
Tetapi segera Kiara menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin memiliki harapan apapun lagi, setelah ini maka hubungan mereka akan segera berakhir.
Saat hendak pemasangan cincin pertuangan, tiba-tiba ada suara ricuh dari para tamu dan media yang hadir meliput.
“Lihatlah, mengapa Tuan Alexander Grey datang ke acara ini?”
“Gila, ini adalah berita besar!”
“Apakah keluarga Agler dan Grey memiliki hubungan yang erat sampai Tuan Alexander Grey datang ke acara pertunangan ini?”
Semua orang berbisik-bisik, menjadi ricuh dan prosesi pertunangan menjadi sedikit terganggu.
Kiara yang sedari tadi berpura-pura tersenyum dan hanya menjadi bayangan melihat kearah sumber suara, matanya langsung melebar dan jantungnya berdegup kencang karena melihat jika Alexander Grey dengan sombong dan gagahnya berjalan ke tengah acara.
Kiara menelan salivanya kasar saat melihat itu, dan bersembunyi di balik tubuh ibu angkatnya.
“Kenapa dia kesini? Mampus lah kalau orang-orang tahu hubungan kami, aduh, padahal dia sudah berjanji membiarkan aku datang kesini, jangan bilang dia mau menyeretku pulang!” geram Kiara sudah was was jika Alexander akan menyeretnya pulang karena tidak suka Kiara datang ke acara keluarga angkatnya.
“Ho? Kucing liar itu mau bersembunyi ya, separah itukah dia tidak ingin aku datang ke acara keluarga angkatnya yang menyebalkan ini?!” gumam Alexander menyeringai, dia menatap tajam kearah Kiara sembari melangkah dengan gagah.
__ADS_1
“Deg … Deg … Deg!” jantung Kiara hampir copot saat langkah kaki lelaki arogan itu sudah mendekat kearahnya.
“Mampus dia sudah dekat, tidak mungkin kan dia sungguh akan menyeretku!” gumam Kiara sudah semakin jantungan dan gemetaran.
Tetapi langkah kaki Alexander terus melewati Kiara membuat Kiara bingung dan menyadari ternyata Alexander melangkah menuju tempat kepala keluarga Agler, yaitu ayah Bian yang sudah berdiri dengan bangga menyambut Alexander Grey.
“Heh, aku ini terlalu banyak berkhayal, untuk apa dia susah-susah menyeretku, dasar Kiara, aku jadi malu pada diriku sendiri!” ketus Kiara merasa dirinya terlalu menganggap tinggi dan penting dirinya bagi Alexander.
Padahal nyatanya kedatangan Alexander ke pesta pertuangan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kiara.
***
“Tuan Alexander, anda datang ke acara keluarga saya adalah suatu kehormatan bagi saya dan keluarga, silahkan duduk,” ayah Bian Agler tentu saja menyambut Alexander Grey dengan kehangatan dan rasa bangga.
Bagaimana tidak, keluarga Grey dikenal sangat ekslusif dan tertutup, apalagi Alexander Grey, mereka tidak pernah menghadiri acara yang tidak menguntungkan mereka, jadi kedatangan Alexander Grey ke acara keluarganya merupakan sebuah kebanggan yang nantinya bisa ia pamerkan ke rekan bisnisnya yang lain.
Alexander menyambut salaman ayah Bian dan duduk di kursi yang dekat dengan keluarga Agler, banyak yang mengabadikan momen tersebut, Alexander duduk di tempat yang langsung bisa melihat kearah Kiara yang sedang malu pada dirinya sendiri karena terlalu percaya diri.
***
Bella langsung tahu ada perubahan di diri Bian, dia langsung melihat kearah Kiara dengan tatapan kebencian, tetapi dia tetap tersenyum tidak ingin menghancurkan acara pertuangannya ini.
“Tring!”
Tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk ke ponsel Kiara, Kiara sedikit mengintip isi pesannya.
“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau bersembunyi? Apakah kau tidak ingin aku datang kesini?!” itulah pesan yang dikirimkan oleh Alexander pada Kiara.
'Ck, pura-pura tidak lihat saja, jangan menghiarukan dia Kiara,' gumam Kiara menyimpan lagi ponselnya tanpa membalas.
“Apa? Dia mengabaikan pesanku? Sialan!” geram Alexander mulai membanjiri pesan penuh ancaman pada Kiara.
“Woy, balas pesanku atau aku akan menyeretmu pulang sekarang juga!”
__ADS_1
“Jika kau belum membalas pesanku, aku akan mengumumkan hubungan kita disini, aku sih tidak peduli jika hubungan kita diketahui publik!”
Saat Kiara membaca semua pesan itu seolah ada lava yang meledak di kepalanya karena emosi yang meledak, dia bahkan tidak memiliki waktu untuk bersedih karena pertuangan Bian dan Bella, karena sikap menuntut Alexander Grey.
Kiara dengan kesal membalas pesan Alexander Grey,
“Ini acara penting keluarga angkatku, tolong jangan menghancurkannya, kau sudah berjanji tadi malam.” Seru Kiara penuh tekanan dalam pesannya, lalu ia kembali memperhatikan jalannya acara pertuangan yang tertunda.
Acara akhirnya dimulai kembali, saatnya bagi Bian dan Bella saling memasang cincin di jari manis mereka, saat Bian memasangkan cincin di jemari manis Bella, seolah waktu berjalan dengan lambat, ingatan-ingatan tentang Bian yang memenuhi hati dan kepalanya kembali bermunculan,
“Menikahlah denganku saat dewasa nanti,”
“Aku tidak akan melupakanmu,”
“Aku akan memasang cincin asli di jarimu saat dewasa nanti,”
“Aku berjanji akan selalu menyukaimu dan tidak akan berkhianat,”
Semua kata-kata itu seolah menusuk jantungnya, tubuhnya sampai bergetar, rasanya menjadi sesak dan semakin sakit, melihat tangan Bian meraih tangan Bella dan memasangkan cincin ada perasaan yang berteriak, seolah mengatakan jika yang sekarang ada di sisi Bian seharusnya adalah dirinya.
“Ah, hatiku sakit sekali, sekarang aku menyesal datang, aku menyesal datang dan merasa jika aku sudah cukup kuat melihat ini semua, tapi nyatanya tidak, sekarang aku ingin lari,” Kiara tidak menyadari jika dirinya telah terhanyut dalam kesedihan.
Semua kenangan yang berharga yang ia miliki dengan Bian Agler telah pecah seperti serpihan kaca, tetapi yang terluka hanya dirinya saja.
Kiara tidak berani melihat Bella yang bersanding di sisi Bian, jadi dia menunduk dan mencoba untuk menutupi perasaannya.
.
.
.
Jangan lupa berikan like dan komentar membangunnya ya. Terimakasih banyak.
__ADS_1