Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Apakah kau suka menjadi simpanan ku?


__ADS_3

Episode 66 : Apakah kau suka menjadi simpanan ku?


***


Di ruangan pribadi Alexander Grey,


Sarah yang menyadari Kiara masuk kedalam ruangan pribadi Alexander Grey melihat penampilan Kiara yang tidak mengenakan seragam pelayan, melainkan baju dress panjang yang terlihat mahal dan mewah.


“Sayang, siapa dia?” tanya Sarah sengaja menguatkan suaranya dan memanggil Alexander dengan sebutan Sayang.


Sarah bahkan sengaja mengeratkan pelukannya dihadapan Kiara, agar Kiara melihat dan menyadari jika Alexander adalah miliknya bukan milik Kiara.


Kiara tetap menegarkan hatinya, dia tahu dirinya bukan siapa-siapa, tidak ada hak untuk marah dan drama, dia memang sedari awal tidak memiliki posisi apapun di dalam hidup Alexander Grey jadi dia hanya diam dan tetap meletakkan teh itu di atas meja Alexander Grey.


“Ini Teh nya Tuan,” seru Kiara hendak pergi dengan cepat dari ruangan yang membuat dadanya sesak.


Kiara bisa melihat betapa cantik dan indah tubuh wanita yang berada dipelukan Alexander ini sekarang, dibandingkan dirinya yang hanya gadis biasa seolah lebih menyakiti hati Kiara.


Permaianan menyenangkan bagi Alexander sungguh melukai harga diri Kiara.


“Iya aku harus sadar diri, mimpi yang aku sebutkan ini bisa saja mimpi buruk bukan mimpi indah, akulah yang sudah terjebak dan aku harus bisa menanggung semua akibatnya, jangan menangis dan menunjukkan kelemahan mu Kiara,”


Kiara menguatkan dirinya sendiri, dia hendak keluar sampai jawaban Alexander membuat hatinya lebih sakit lagi.


“Dia adalah simpananku, apakah kau keberatan dengan itu?” jawab Alexander pada pertanyaan Sarah tadi.


Mendengar itu Sarah tertawa, “Pfft, hahaha, simpanan? Aku tidak masalah dengan itu, aku yakin kau memiliki alasanmu sendiri, wanita yang menjadi simpanan tidak akan pernah memiliki tempat yang baik, jadi aku tidak keberatan,” Sarah sebenarnya sudah tidak suka, tetapi dia tetap harus menujukkan superior dirinya dihadapan wanita yang hendak pergi keluar ruangan itu.


Dia harus menunjukkan jika Alexander adalah miliknya, simpanan seperti Kiara hanya akan dibuang suatu saat nanti.


***


Kiara yang mendengar hal itu mencengkeram tangannya kuat, rasanya terlalu sakit, jika diingat lagi penghinaan tidak adil seperti ini sudah sering ia dengar, tetapi kenapa rasanya hari ini sangat sakit, itulah apa yang ada di pikiran Kiara.


“Sa … saya permisi dulu Tuan, Nona,” masih dengan sopan dan menunduk Kiara berlalu dengan senyuman dipaksakan yang tergambar di wajahnya.


Alexander yang melihat sikap Kiara yang biasa saja bahkan tidak menunjukkan perasaan penasaran dan cemburu membuat Alexander tiba-tiba saja marah dan tidak suka.

__ADS_1


Dia menantikan ekspresi yang lebih, dia ingin melihat sikap Kiara jika mendengar ucapan gadis bernama Sarah itu, dia ingin Kiara berdiri tegap dan mengatakan jika Alexander adalah miliknya dihadapan Sarah.


Tetapi semua keinginan itu tidak ada yang tercapai, dia tetap melihat wajah dengan senyuman palsu diwajah Kiara, dia menjadi marah, risau dan moodnya menjadi tidak bagus.


***


Kiara yang sudah berlalu menutup pintu ruangan pribadi Alexander Grey, dia meremas tangannya dan air matanya tidak terasa jatuh.


“Sial, kenapa aku menjadi cengeng akhir-akhir ini? Kenapa hatiku sakit, harusnya tidak seperti ini, ucapannya tidak salah, aku sudah setuju menjadi simpanannya, jangan berharap seperti orang bodoh Kiara,"


"Tidak akan ada keajaiban yang bisa menyelamatkanmu sekarang jadi bangun dan hentikan harapan dan angan-angan bodohmu!’ ketus Kiara mengusap air matanya, dia kembali ke kamar pribadi Alexander dan menangis dengan puas.


Rasanya hampir sama saat dia melihat kak Bian bersama Bella, rasa sesak dan pusing, rasa ingin melarikan diri dan melupakan ingatan saat melihat hal itu.


***


Setelah kejadian itu, Sarah mengikuti perintah Alexander untuk segera pergi ke tempat yang diberikan oleh Alexander tanpa sedikitpun kecurigaan.


Alexander yang geram dan marah mencari Kiara setelah Sarah pergi.


“Brak!”


“Tu … Tuan,” seru Kiara langsung berdiri dan menunduk, dia sudah mengusap air matanya dan bersikap biasa saja.


Untuk kesekian kalinya, entah sudah berapa kali, Kiara menyakinkan dan menyadarkan dirinya untuk tidak memiliki harapan bodoh dan perasaan aneh yang akan menyakitinya nanti.


Alexander melangkah mendekat dan menatap Kiara lagi-lagi dengan tatapan tajam yang dingin itu.


Dia melihat wajah Kiara, matanya semakin tajam, seolah menantikan sesuatu keluar dari ucapan Kiara.


“Tidak adakah yang ingin kau tanyakan?” tanya Alexander dengan nafas yang berat, dia juga bingung mengapa bisa semarah ini padahal Kiara tidak salah apapun.


“Glek!”


Kiara menelan salivanya karena tiba-tiba gugup, karena tidak tahu harus menjawab apa.


“Umm, ti … tidak ada Tuan,” sahut Kiara karena memang tidak ada yang hendak ia tanyakan pada Alexander Grey.

__ADS_1


Alexander langsung mencengkeram bahu Kiara dengan kuat.


“Aku penasaran, sebenarnya apakah kau memang suka menjadi simpananku? Atau ada orang lain di hatimu makanya kau tidak tertarik sama sekali padaku!” bisik Alexander dengan wajahnya yang terlihat semakin marah, lalu ia melanjutkan ucapannya lagi membuat Kiara bergetar ketakutan.


“Tetapi, apapun itu, kau sudah menjadi milikku, dengan kata lain aku sudah membelimu termasuk hatimu, siapapun lelaki yang ada di hatimu akan aku buang, kau sudah menjadi milikku dan itu sudah cukup!" geram Alexander mengumandangkan kepemilikannya lagi atas Kiara, seolah Kiara adalah barang baginya.


Dari tahap ini, Kiara sudah dijelaskan dengan sangat jelas, bahwa sebenarnya Alexander hanya penasaran mengapa Kiara tidak menaruh perhatian pada Alexander seperti gadis yang lain.


Tetapi tetap saja lelaki ini jika sedang marah terlihat sangat menekan dan menyeramkan, rasanya bernafas saja menjadi sesak.


Hal itu membuat Kiara terdiam dan membisu.


“Ikuti aku!” perintah Alexander lagi kemudian menarik tangan Kiara.


Kiara yang kebingungan tiba-tiba ditarik oleh Alexander merasakan kali ini ada tekanan dari tarikan Alexander.


Kiara bisa merasakan jika Alexander semakin marah, tetapi Kiara tidak tahu dia marah karena apa, seingat Kiara dia bahkan tidak melakukan salah sejak tadi pagi.


Juga tadi saat Alexander bersama salah satu wanitanya, Kiara tetap mengendalikan dirinya dan bersikap sopan, jadi Kiara masih bertanya-tanya mengapa Alexander terlihat sangat murka kepadanya.


Entah kejutan apa lagi yang kali ini akan ditunjukkan oleh Alexander.


Kejutan menyakitkan apa lagi yang hendak diberitahukan oleh Alexander.


Setelah Alexander memaksa menarik Kiara, Kiara dikejutkan dengan banyaknya orang yang sudah ada di lantai bawah rumah Alexander, tubuhnya bergetar hebat dan lemas saat melihat mereka semua, tangan mereka semua sedang diperban, seolah baru dilukai dengan sengaja oleh seseorang.


Rasanya Kiara seperti berada didalam lobang yang sempit, tidak bisa berteriak dan kabur, dia mencoba menahan tangan Alexander yang menariknya, dia menggelengkan kepalanya dan menangis.


“Tuan, aku minta maaf jika aku punya salah, tapi tolong jangan membawa aku kehadapan mereka, aku takut,” tubuh Kiara bergetar hebat, dia bahkan tidak berani melihat orang-orang itu.


Kiara tidak mengerti apa yang sedang terjadi tetapi dia terlalu takut dan trauma di hatinya menusuknya sampai ia lemas berdiri.


Entah siapa lagi yang dibawa Alexander kali ini sampai membuat Kiara lemah seperti ini.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2