
Episode 70 : Aku ingin memakanmu!
***
Di kamar pribadi Alexander Grey,
Melihat Kiara menjauh dan menutupi tubuhnya, sekarang Alexander membaringkan tubuhnya sembari berpangku tangan dengan tatapan langsung tertuju pada Kiara.
Dia menunjuk Kiara dengan jari telunjuknya dan menyuruh Kiara untuk mendekat dengan kodean tanpa ucapan.
Saat melihat itu ....
Kiara menelan salivanya karena lagi-lagi secara refleks menghindari Alexander.
'Sial, aku secara tidak sengaja langsung pergi dari sisinya, apa yang akan dia lakukan kali ini? habislah aku!' benak Kiara langsung waspada.
Kiara tanpa penolakan, datang mendekat dengan wajah menunduk dan sudah tegang sekarang.
Saat dia sudah ada di dekat Alexander, Alexander segera menarik Kiara sampai Kiara terjerembab ke ranjang.
Alexander mencengkeram tangan Kiara dan naik keatas tubuh Kiara.
“Deg … Deg … Deg!”
Jantung Kiara hampir copot karena tindakan mengejutkan dari Alexander ini.
“Sayang, apa yang sedang kau sembunyikan? Kenapa kau memikirkan banyak hal ketika ada di sampingku? Apakah kau sedang mengasah kesabaranku lagi?” bisik Alexander sadar jika sedari tadi Kiara sama sekali tidak fokus pada apa yang ia ucapkan.
“Atau ….” Alexander semakin mendekat, dia membuat jarak antara dirinya dan Kiara semakin dekat, sampai nafas mereka seperti bersatu.
“Atau kau memikirkan lelaki lain?” tanya Alexander dengan wajah yang sudah berubah, ekspresinya menadi suram dan marah.
“Ti … tidak Tuan, ma ... maksudku sayang, aku mana berani memikirkan lelaki lain saat bersamamu, aku hanya, aku hanya sedang memikirkan cara meminta ijin padamu,” jawab Kiara dengan cepat agar Alexander tidak murka padanya.
Apalagi sekarang Alexander sedang ada diatas tubuhnya, sangat dekat sampai nafasnya terasa di wajahnya,
'Terlalu dekat, aku harus mengatur pernafasanku agar tidak mengganggunya,' gumam Kiara mencoba bernafas pelan sekali agar tidak menganggu Alexander Grey.
“Hm? Meminta ijin? Meminta ijin untuk apa?” tanya Alexander mengernyitkan dahinya dan semakin curiga apa yang sedang dipikirkan oleh Kiara sedari tadi.
__ADS_1
“Ah, itu, besok Kak Bella ulangtahun, dia juga akan tunangan besok, jadi mereka meminta aku untuk datang, bisakah ….” Belum sempat Kiara melanjutkan ucapannya, Alexander langsung memejamkan matanya karena kesal dengan kebaikan hati perempuan ini.
“Tak!”
Alexander menjitak dahi Kiara.
“Tidak boleh, kenapa kau harus kembali kesana lagi? Mereka hanya sekumpulan sampah, tidak cocok sebagai tempatmu!” ketus Alexander dengan wajahnya yang terlihat serius melarang Kiara pergi ke kediaman orangtua angkatnya.
'Sudah kuduga dia akan melarangku, tapi aku tidak boleh menyerah, aku akan melakukan rencana B,' seru Kiara memejamkan matanya terlebih dahulu seperti mengumpulkan semua keberanian yang ia miliki.
Lalu ia segera membuka matanya dan melihat Alexander dengan tatapan menyedihkan yang ia punya, “Sayang, ini akan menjadi terakhir aku kesana, lagian mereka tetaplah keluargaku, boleh ya?” seru Kiara dengan suara paling lembut yang ia miliki, dia mengedipkan matanya dan bersikap manis sekali di hadapan Alexander.
Kiara tidak tahu jika tindakannya sedang membangunkan singa lapar.
“Deg … Deg … Deg!”
Benar saja melihat itu jantung Alexander berdegup kencang sekali dan wajahnya mulai memerah, 'Sial, kenapa dia menggemaskan sekali? Apa-apaan dengan kedipan mata dan senyuman itu!' geram Alexander terpesona.
Bahkan dia harus terdiam sebentar.
'Tidak! Tidak! Sadarkan dirimu Alexander, kau harus menunjukkan kuasamu padanya, dia tidak boleh tahu betapa menariknya dia di matamu!' tegas Alexander lagi mengumpulkan kesadarannya dan mulai membalas tatapan Kiara dengan tatapan yang menghanyutkan.
Alexander mulai tersenyum lagi, membuat Kiara panik apa yang sedang ada di kepala Alexander sekarang.
“Sayang, apakah aku sudah pernah bilang padamu? Jika ingin meminta sesuatu padaku kau harus menggunakan tindakan,” bisik Alexander dengan tatapan nakalnya.
“Tindakan? Aku harus melakukan apa memangnya? Aku akan melakukannya jika kau mengijinkan aku pergi besok,” jawab Kiara dengan polosnya dan tidak memikirkan hal lain.
Tentu berbeda dengan Alexander, dikepala Alexander sudah penuh dengan adegan dewasa yang akan dia lalui dengan Kiara.
Seperti gaya apa yang akan ia lancarkan dan hal-hal nakal yang lain.
Mendengar jawaban Kiara, Alexander mulai melihat Kiara dari atas sampai kebawah, hal itu memberikan tanda tanya yang besar bagi Kiara.
'Kenapa dia melihati tubuhku?' gumamnya kebingungan.
'Tunggu dulu, tungu dulu! Jangan bilang!' seru Kiara langsung terkejut dan bangkit membuat Alexander terkejut.
“Apakah kau ingin aku mengurutmu semalaman?” tanya Kiara benar-benar tidak kepikiran ke hal itu.
__ADS_1
“Ck!” ketus Alexander menghela nafasnya panjang dan kembali menarik tangan Kiara sampai berbaring dikasur lagi.
“Sayang, kenapa kau sangat bodoh sih?” tanya Alexander benar-benar heran mengapa Kiara belum juga mengerti dengan apa yang ia inginkan.
“Umm, kalau itu sih diluar kuasaku, kemampuan berpikirku memang sedikit lambat tapi aku pekerja keras dan memiliki kelebihan yang lain,” jawab Kiara dengan mata dan wajah polosnya.
Dia bahkan menjawab pertanyaan Alexander dengan jujur dan polos.
“Karena inilah kau selalu di tindas!” ketus Alexander geleng-geleng.
Lalu ia melanjutkan ucapannya.
“Maksudku tadi adalah melalui tindakan itu bukan mengurut, tetapi aku ingin memakanmu malam ini,” akhirnya Alexander mengutarakan maksud dan tujuannya yang sebenarnya, dengan senyuman menyeringai dan nakal, dia yakin Kiara sudah mengerti.
Tetapi ….
“Memakan ku? Hidup-hidup? Tuan eh sayang, maafkan aku jika aku punya salah, tapi aku tidak ingin dimakan hidup-hidup, di dapur masih banyak makanan, lagian dagingku juga tidak banyak, pasti tidak enak,” jawab Kiara benar-benar panik.
Dia bahkan hampir menangis setelah melihat aura menyeramkan Alexander saat tersenyum melihatnya ketika Alexander mengatakan hendak memakannya.
“Ahh, kepalaku,” seru Alexander mengernyitkan dahinya dan mengusap kepalanya.
“Aku heran mengapa aku bisa sangat menginginkan wanita bodoh ini!” geram Alexander sudah menyerah memberikan kode dan akan melakukannya saja.
“Bodoh, aku ingin menidurimu, bukan memakanmu dengan artian memakan sesungguhnya, kau menghancurkan suasana romantis tadi! Sial!” ketus Alexander harus benar-benar mengatakan secara rinci apa yang ia maksudnya.
Mendengar itu Kiara sedikit lega, dia mengusap dadanya, “Ooh, bukan kanibal ya, jadi hanya ingin meniduri … emm, meniduriku? APA?” Kiara yang baru sadar langsung syok.
Tetapi sebelum akhirnya Kiara bisa memberikan reaksinya, Alexander yang sudah bosan memberikan kode yang sama sekali tidak dimengerti oleh Kiara segera mendekap Kiara di dekapannya dan mulai mencium Kiara.
“Deg … Deg … Deg!”
Jantung Kiara sekarang berdetak sangat cepat, dia menerima ciuman itu, anehnya tidak ada tekanan dan nafasnya tidak sesak, rasanya kali ini sangat lembut sampai membuat darahnya menindih.
'Apa ini? Kenapa lembut sekali? Aku kehilangan diriku lagi, lelaki ini apakah sungguh akan melakukan itu padaku?' gumam Kiara tidak sadar jika dia mengikuti permainan Alexander Grey, dia memejamkan matanya dan membiarkan Alexander membuka bajunya.
.
.
__ADS_1
.
.