
Episode 64 : Pagi bersejarah bagi Kiara
***
Setelah kegiatan panas antara dirinya dan Alexander tertunda membuat Kiara merasa lega, entah mengapa dia merasa Alexander Grey sangat menghargai keputusannya.
Walau setiap kata yang diucapkan sangat kasar dan penuh ancaman tetapi Alexander masih menghargai Kiara sebagai wanita.
Seolah Alexander tidak ingin menghancurkan Kiara walau sebenarnya dia sudah sangat ingin.
“Deg ... Deg ... Deg!”
Lagi-lagi jantungnya berdebar-debar, ada rasa hangat yang ia rasakan.
Tetapi tetap saja Kiara merasa dirinya telah lengah.
“Kiara, untuk kedepannya kau harus bisa menyadarkan dirimu! Jangan lupa diri seperti tadi!” ketus Kiara menyadarkan dirinya dan berjanji pada dirinya sendiri untuk kedepannya agar tidak lupa diri dan hampir melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan.
Walau sebenarnya posisinya sangat tidak memungkinkan untuk tidak melakukan hal itu, apalagi dari ucapan Alexander tadi, yang mengatakan jika tidak akan selamanya dia bisa menahan dirinya dan menunggu terlalu lama.
Malam itu mereka akhirnya tidur, dengan pikiran mereka masing-masing, mereka terlelap. Alexander tidak melanjutkan aksi nakalnya tetapi dia tetap memeluk Kiara dengan sangat erat.
Untuk kesekian kalinya, dia menahan hasratnya lagi, sebenarnya dia bisa saja meniduri wanita yang lain seperti yang biasa ia lakukan untuk bersenang-senang, tetapi dia sama sekali tidak memiliki gairah untuk itu.
Dia juga jadi tidak suka bau mereka yang memakai parfum menyengat, rasanya sangat berbeda dari aroma tubuh Kiara.
***
Sungguh tempat paling sempurna untuk melupakan kenyataan sejenak, melarikan diri dari hal yang membuat kepala pusing dan hati sakit.
Melarikan diri kegiatan melelahkan setiap hari, melarikan diri dari kehidupan biasa.
Selama enam bulan kedepan, mimpi ini akan berlangsung selama enam bulan, setelah semua selesai maka dunia yang nyata akan kembali menghampiri.
__ADS_1
“Baiklah, hanya enam bulan, biarkan mimpi ini membuatku lupa segalanya,” benak Kiara akhirnya terlelap juga.
Rasanya dia tidak risih lagi, dan tidak merasa canggung saat lelaki yang baru saja ia kenal ini mendekap erat tubuhnya, bahkan lelaki ini tidak mengenakan baju atasan, tetapi Kiara tetap merasa nyaman dan tidak ada rasa risih dan tidak suka darinya.
***
Setelah malam penuh debaran itu usai, pagi akhirnya menyingsing, Kiara sedang bermimpi, dia sedang tertawa terbahak-bahak karena dalam mimpinya yang berkuasa adalah dirinya bukan Alexander Grey.
“Huahaha, memohon lah padaku, memohon lah!” seru Kiara tertawa sangat puas dalam mimpinya, dia merasa sangat puas melihat Alexander memohon dihadapannya, seperti tujuan hidupnya telah tercapai.
Walau hanya mimpi nyatanya Kiara senyam-senyum dalam tidurnya, Alexander memperhatikan Kiara sedari tadi, Alexander telah bangun lebih dahulu, menemukan Kiara masih ada di sampingnya rasanya menjadi lengkap, dia tidak harus merasa kesal dan susah payah mencari gadis ini lagi.
Alexander mencubit pipi Kiara saat melihat Kiara senyam-senyum sendiri dalam tidurnya, “Apa yang di mimpikan gadis ini? Malah senyam senyum seperti orang bodoh,” seru Alexander sudah berpangku tangan dan memperhatikan ekspresi wajah Kiara dari dekat.
“Hehe,” Kiara tetap tersenyum lebar, terlihat sangat puas membuat Alexander semakin penasaran apa yang sedang di mimpikan oleh Kiara.
“Apakah dia sedang bermimpi sedang bersama lelaki lain selain aku? Tidak akan kubiarkan, bahkan di mimpi pun tidak boleh!” ketus Alexander menggoyang-goyangkan tubuh Kiara, mencubit pipinya mencoba dengan sekuat tenaga membangunkan Kiara.
Hal itu tentu saja membuat Kiara terbangun, dia merasa goncangan di tubuhnya dan perlahan membuka matanya.
***
Lagi-lagi pemandangan pagi yang begitu indah terpampang nyata di depan matanya, bagaimana tidak, tubuh bidang Alexander tanpa busana langsung terpampang di depan wajahnya.
“Hehe, ini sangat indah, apakah aku masih bermimpi, kenapa dia sangat tampan,” gumam Kiara kembali terlena dan lupa diri.
“Apa? Kiara! Kau gila! Kau pasti sudah gila, hanya karena tadi malam kau bahkan menikmati pemandangan seperti ini! apakah aku sudah berubah menjadi wanita nakal! Tidaaakkk!” Kiara menggeleng-gelengkan kepalanya dan tidak rela kesucian pikirannya telah sirna karena lelaki nakal yang selalu saja menggoda imannya.
Pemandangan yang ia lihat ini, berada di ranjang yang sama dengan lelaki dewasa, lelaki tampan dan memiliki pesona segudang, tetap saja tidak membuat Kiara terbiasa, dia masih merasa jika hidupnya yang tiba-tiba berubah 180 derajat masihlah tidak nyata.
“Tak!”
Tiba-tiba tangan Alexander menyentil jidat Kiara membuat Kiara tersadar dari perdebatan batinnya.
__ADS_1
“Ahh, sakit, apa yang Tuan lakukan?” tanya Kiara mengusap-usap jidatnya yang sepertinya sudah memerah.
“Kau, apa yang sedang kau mimpikan sampai senyam senyum sendiri hah? Jangan berani ya kau memimpikan lelaki yang lain! Aku tidak akan membiarkanmu tidur jika kau berani memimpikan lelaki lain di rumahku apalagi di ranjang ku, paham?!” teriak Alexander meramaikan pagi itu, ya, seperti biasanya akan selalu ada yang membuat Alexander berteriak dan kesal.
“Ck, siapa yang memimpikan lelaki lain sih, yang ada aku memimpikan mu dan kau menjadi budak ku, hihi,” seru Kiara bersemangat dalam batinnya, dia ingat dengan mimpinya yang berkuasa atas Alexander.
“Malah senyum lagi, cepat bangun dan hentikan ekspresi bodoh mu itu! Kau masih harus menyiapkan mandiku, mengeringkan rambutku, mengurut kakiku dan menyenangkan hatiku! Tapi pertama kau harus mandi dulu biar wangi!” geram Alexander mencubit pipi Kiara.
Saat Kiara mendengar itu, dia menjadi bingung, “Bukannya aku sudah naik jabatan dari budak menjadi simpanan ya? Kenapa aku masih melakukan pekerjaan menjadi pelayan pribadinya,” ketus Kiara merasa jika simpanan tidak akan melakukan hal-hal seperti ini.
Dalam bayangan Kiara dan berdasarkan novel yang ia baca, seorang simpanan adalah gadis jahat yang menjadi benalu seorang pria kaya, karena hanya tenang-tenang dan meminta uang, tidak seperti dirinya, jauh dari kata tenang, dia malah harus bekerja seperti kerja rodi karena Alexander.
Tetapi Kiara tidak mau berkomentar lebih banyak, dia menyiapkan mandi Alexander Grey dan melakukan aktifitas lainnya, daripada mendapatkan omelan yang membuat sakit kepala lebih baik Kiara menurut saja.
***
Pagi itu juga merupakan hari bersejarah bagi Kiara, saat ia membersihkan dirinya, dia syok dan tidak bisa merasakan dirinya saat melihat ada bekas biru di lehernya.
“Astaga, ini adalah tanda pertamaku! Apakah dia binatang buas? Ini pasti bekas tadi malam, aduh! Setelah kontrak ini selesai, aku akan mengutuknya!” geram Kiara kesal melihat tanda biru di lehernya itu.
Untung saja baju yang disiapkan oleh Alexander untuk nya semuanya serba besar dan panjang, semua baju lamanya sudah dibuang.
Dan sekarang dengan hati sabar dia harus mengenakan pakaian tebal dan tertutup dari Alexander Grey.
Wajah Kiara menjadi sangat merah saat melihat tanda biru itu, hal itu mengingatkan betapa gilanya dia tadi malam, dia menyentuh bibirnya dan membayangkan kejadian tadi malam.
“Ah, aku pasti sudah gila! Bisa-bisanya ingat kejadian memalukan itu!” geram Kiara segera mengganti pakaiannya.
.
.
.
__ADS_1
.