Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 180 : Istri paling sexy!


__ADS_3

S2. Episode 180 : Istri paling sexy!


***


Alex memeluk istrinya setelah itu, dia mendekap tubuh mungil istrinya yang sebentar lagi akan memberikannya anak.


"Nanti kita bisa lanjutkan lagi, sekarang aku sudah tidak kesal lagi karena ciuman dari istriku yang sexy!"


Seru Alex membuka pintu dan menuntun Kiara menuju lantai bawah, dimana Ibunya sedang menunggu mereka.


Langkah kaki Kiara mengikuti langkah kaki suaminya, dengan mata memicing dan bingung, baru saja suaminya memanggil dirinya istri sexy.


"Isti sexy? kenapa aku menjadi istri sexy? aku kan tidak sexy!"


Lagi dan lagi Kiara tidak mengerti arah jalan pikiran suaminya ini, mengatakan dia seksi entah dari segi mana.


"Heh!"


"Kau itu sangat sexy, menurut mu mengapa aku bisa tergila-gila kepadamu? nanti aku akan tunjukkan kepadamu, apa maksud dari kata-kata ku!" balas Alex menggenggam tangan istrinya erat-erat.


Menuntunnya berjalan dengan cepat, Kiara melihat genggaman tangan erat mereka, senyuman di wajahnya mulai merekah.


Dia suka saat suaminya menuntunnya seperti ini, saat tangan kokohnya menggenggamnya.


Rasa ini sama seperti saat Alex melindungi nya dari segala bahaya, Seperti pohon rindang yang menaungi.


***


Setelah beberapa saat, mereka sampai di tempat Ibu Alex, ialah Dahlia yang sudah membawa banyak hal khusus untuk menantunya.


"Menantu ku ...." Dahlia berjalan dengan cepat lalu memeluk Kiara.


Mengusap pundaknya dan memberikan rasa sayang seorang Ibu kepada Kiara.

__ADS_1


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Kiara berdegup sangat kencang, pelukan hangat seorang ibu yang benar-benar tulus, yang tidak pernah ia dapatkan dari ibu angkatnya.


Kiara mengangkat tangannya, melepaskan tangan suaminya dan membalas pelukan Ibu mertuanya.


Kiara tidak tahu rasa hangat dan haru yang bergejolak di dadanya, ini sangat membahagiakan juga merupakan pengalaman baru bagi Kiara.


Sedangkan Alex, yang melihat tangan istrinya baru saja melepaskan tangannya kembali kesal, wajahnya yang kesal itu menarik perhatian Pak Roy yang sejak tadi ada disana.


Pak Roy hanya tersenyum saja, merasa Tuan nya semakin lembut dan berperikemanusiaan saat bersama Kiara.


"Bagaimana kabar mu Nak? apakah kau masih merasa sakit?"


Dahlia bertanya banyak hal kepada Kiara, bahkan tidak memperdulikan Alex yang sudah kesal berada diantara keduanya.


"Aku baik-baik saja, I ... Ibu mertua ..."


"Ummm ... bagaimana degan Ibu, apakah baik-baik saja?"


Dahlia bisa melihat betapa tulus juga polos wanita yang menjadi istri putranya ini.


Dahlia semakin paham bagaimana putranya bisa memilih Kiara menjadi istrinya.


"Tentu saja Ibu sehat sekali, apalagi sebentar lagi Ibu akan memiliki cucu ... bagaimana mungkin Ibu tidak sehat," Dahlia juga bahagia, dia sangat bersemangat juga merasa senang dan tenang berada di sisi Kiara.


Gadis polos dan sederhana, mata tulus dan sikap gugup yang membuatnya menggemaskan.


"Lihatlah ... putra Ibu saja tidak menanyakan kabar Ibunya, ckckck!"


Dahlia melirik kearah putranya yang kelihatan malah mengganggap ibunya sendiri sebagai saingan.


"Ibu membawakan banyak makanan untuk mu, di masa kehamilan muda sangat penting menjaga makanan, Ibu khusu memasaknya sendiri untukmu ..."

__ADS_1


"Aku sudah meminta pelayan untuk menyusun nya di lemari es, juga ... jika ada sesuatu yang bisa Ibu bantu, katakan saja ya, Ibu bersedia membantu apapun ..."


Dahlia terlihat cerewet sekali, mungkin karena ini akan menjadi kelahiran cucu pertamanya, membuat Dahlia juga gugup seperti Kiara.


"Ibu ... kami ada kencan hari ini ..." Alex menarik tangan istrinya dan menggenggamnya.


Dia menatap ibunya seolah tidak ingin ibunya menganggu pagi hangatnya dengan istrinya.


Kiara mencubit pelan pinggang suaminya, "Ibu sudah jauh-jauh kesini, kenapa mengatakan itu sih?"


Kiara sungguh melakukan itu di hadapan semua orang, para pelayan, Pak Roy dan bagian Dahlia.


Kiara sungguh bisa menaklukkan pribadi yang tidak mau kalah seperti Alex.


"Tapi kan aku tidak bohong, kita ada kencan hari ini ..." balas Alex seperti kucing yang ngambek.


"Pfffttt ...." Dahlia terkekeh sampai ada sedikit air mata keluar dari matanya.


Wanita mungil dan polos ini sungguh berbeda dari wanita yang lain, sungguh bisa menaklukkan putranya, bahkan dia sendiri tak bisa.


"Sudah ... sudah, Ibu tidak akan menganggu waktu kalian lebih banyak, Ibu hanya ingin memastikan menantu Ibu baik-baik saja ..."


"Juga aku ingin makan pagi bersama kalian, lalu pulang ..."


Seru Dahlia melangkah sembari menggenggam tangan menantunya menuntun Kiara menuju meja makan.


Dimana para pelayan sudah sejak tadi menyiapkan makanan atas perintah Dahlia.


.


.


.

__ADS_1


.


Halo, novel ini akan reguler update seperti biasanya ya, maaf banyak masalah awalnya di novel ini, karena selalu ada regulasi baru jadi Season dua nya harus dilanjutkan disini. 🥺


__ADS_2