Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 212 : Background keluarga Dutch.


__ADS_3

S2. Episode 212 : Background keluarga Dutch.


***


Nelson sangat terpukul setiap kali dia datang kemari, dia akan mengingat kejadian kelam itu, ketika mereka kehilangan anak mereka.


Karena alasan inilah mengapa Nelson tidak merawat sendiri istrinya di kediamannya, karena istrinya benci berada di sekitarnya dan akan terus berteriak jika berada di kediamannya.


"Kembalikan anakku! kembalikan ..."


Adelia terus menangis, jika ada suaminya disekitarnya maka dia akan mengingat tragedi kejam yang merenggut nyawa anak mereka.


Yang baru saja ia lahirkan dulu.


Entah tragedi apa yang telah terjadi namun hal itu benar-benar melukai batin Adelia sampai tak bisa lagi melanjutkan hidupnya dengan benar.


Setiap kali Adelia menangis dan berteriak dan memukul-mukul dirinya menggunakan tangan kosong, Nelson akan terdiam dan membisu.


Matanya yang dalam sedih dan bagaimana ia juga menyalahkan dirinya atas kejadian itu.


Jika saja dia tidak mengikuti jejak kakeknya dalam organisasi itu, maka anaknya tak akan mati dan istrinya tak akan kehilangan kewarasannya seperti sekarang.


Nelson seolah kehilangan segalanya, bahkan istrinya yang ia cintai tak melihatnya dengan tatapan yang sama seperti dulu.


Nelson sungguh merindukan istrinya, cinta dan belahan jiwanya, bahkan ketika Adelia kehilangan dirinya, Nelson masih setia dan tetap menyalahkan dirinya atas kejadian itu.


Setelah beberapa saat, Adelia akan kelelahan karena sudah puas memukul dan berteriak kearah Nelson, setelah itu Adelia akan tertidur pulas dan Nelson akan kembali pulang.


Entah sudah berada memar di tubuh Nelson karena setiap jadi mendapatkan pukulan, namun bagi Nelson hal itu tidak masalah.


Dengan dia masih bisa merasakan sentuhan istrinya saja rasanya dia sudah bersyukur.


***


Nelson akhirnya keluar dari dalam ruangan istrinya, dia akan kembali pulang dan menjalani hidupnya yang penuh dengan rasa sepi.


Sudah lama dia meninggalkan semua teman-teman dan kehidupan indahnya dulu, sekarang yang ia lakukan hanyalah mengurus perusahaan yang memang diturunkan dari ayahnya sendiri.


Dimana perusahaan itu benar-benar menjadi perusahaan yang sangat hebat di bidang persenjataan, alat militer, bahkan pesawat tempur dan komersil, semuanya di produksi oleh perusahaannya.


Keluarga Dutch memang merupakan keluarga yang memisahkan diri dari keluarga kerajaan, marga mereka adalah Dutches tetapi karena sudah memisahkan diri dari keluarga utama nama mereka disingkat menjadi Dutch.

__ADS_1


Saking hebatnya keluarga Dutch, mereka bahkan memiliki pasukan elit sendiri, memiliki banyak pulau pribadi dan kekuatannya di belakang pemerintahan tidak bisa dibayangkan.


Karena Nelson memang berperan besar dalam ketersediaan senjata senjata legal yang beredar di dunia, bahkan pemerintahan pun segan kepadanya.


Namun semua itu tak ada artinya, ketika kebahagiaan kecilnya dirusak karena kesalahan kecil, membuat Nelson tak mempedulikan apapun lagi dan kehilangan semangat hidupnya.


Kebahagiaan yang telah hancur setelah tragedi di masa lalu.


***


"Tuan Nelson, ada yang ingin bertemu dengan anda, saya sudah mencoba menghadang nya dan bahkan memberikan ancaman namun dia tidak mau pergi!"


"Katanya, dia memiliki sesuatu yang sangat penting untuk diberitahukan kepadamu," bawahan langsung yang merupakan kaki tangan Nelson Dutch yang bernama Rex mencoba memberitahukan jika sejak tadi ada seseorang yang sengaja datang ke rumah sakit ini untuk bertemu dengan Tuannya.


Mengetahui jika orang itu tahu keberadaan Nelson Dutch dan tahu mengenai rumah sakit ini membuat Nelson langsung siaga.


Nelson menjadi sangat sensitif jika ada orang luar yang hendak bertemu dengan dirinya, rasanya sulit mempercayai orang lain untuk sekarang ini.


"Siapa dia? pasti dia bukan orang sembarangan, cepat suruh dia pergi, jika dia tidak mau, lakukan dengan cara kekerasan, hadang dia dengan persenjataan lengkap kita!" geram Nelson langsung siaga.


Tak mau memberikan celah sedikitpun bagi musuh-musuhnya.


"Dia mengatakan namanya adalah Alexander Grey ... baiklah Tuan, aku akan mengusirnya, saya permisi dulu." seru Rex menundukkan kepalanya.


Mata Nelson segera melebar, lalu nafasnya menjadi berat.


"Keluarga Grey, Galilea Grey!"


"Dia pasti penerusnya!" geram Nelson entah mengapa wajahnya menjadi merah.


Kemarahannya dan rasa sedihnya kembali seolah mengingatkannya dengan kenangan masa lalu yang berakhir tragis.


Ketika Rex hendak pergi, Nelson langsung menghentikan Rex.


"Bawa dia kepadaku! aku juga ingin menyelesaikan semua yang belum terselesaikan dengan keluarga Grey!" seru Nelson melangkah menuju jalur khusus untuknya.


Rex segera tahu apa maksud dari tuannya, dimana Alexander Grey harus menemui Nelson Dutch di dalam ruangan rahasia di dalam rumah sakit jiwa ini.


"Baik Tuan!" seru Rex lagi segera mengubah aba-aba kepada seluruh anggotanya yang mengintai dari tempat persembunyian mereka seperti biasa ketika mengawal Nelson Dutch.


***

__ADS_1


Tanpa menunggu lama lagi, Alexander yang memang sengaja datang sendirian karena menghargai Nelson Dutch mengikuti Rex.


Melewati lorong rumah sakit yang penuh dengan cctv dan alat keamanan, sampai ketika langkah kaki mereka sampai di sebuah pintu.


"Tuanku ada di dalam ruangan, saya akan berjaga di luar, jika anda melakukan hal yang macam-macam kepada Tuan ku, saya tidak akan segan-segan menghabisi anda dalam sekejap!" Seru Rex tak kenal takut sama sekali.


Padahal dia tahu sendiri jika Alexander Grey adalah ketua mafia paling ditakuti, dan yang paling mengerikan di dalam diri Alexander adalah bagaimana Alex mampu menaklukkan tiga orang monster di belakangnya dimana mereka adalah anggota utama Alexander.


Yang sudah dianggap sebagai saudara oleh Alexander sendiri.


Jadi jika Rex berani macam-macam kepada Alex maka Rex mungkin akan menerima pembalasan dendam paling mengerikan yang pernah ada dari ketika anggota inti Alexander.


Alexander segera menyeringai tajam.


"Belum pernah ada yang mengancam ku sebelumnya, tetapi untuk kali ini aku salut padamu, kau melindungi Tuan mu walau musuh mu lebih besar darimu!" seru Alex memberikan penghargaan kepada Rex yang masih diam saja mematung dan benar-benar tegap memberikan keamanan kepada Tuannya, Nelson Dutch.


"Cklek!"


Pintu ruangan akhirnya terbuka dan disana Alexander Grey akhirnya bertemu dengan seseorang paling sulit ditemui dalam dekade ini.


Seseorang yang dulunya terkenal sangat mencintai istrinya, ialah Nelson Dutch.


Namun berbeda dari Alexander yang sungguh senang bertemu dengan Nelson, Nelson yang seusia dengan ayah Alex itu kelihatan kurang senang melihat Alexander.


"Cepat katakan apa mau mu, aku mau bertemu denganmu karena menghargai Kakekmu!"


"Aku akan mendengarkan permintaan mu kecuali jika kau meminta untuk bekerjasama mengusik orang itu!"


Nelson segera to the point, tak membuang waktu.


Dia tak ingin menghabiskan waktu untuk hal seperti ini lagi, dia tak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.


Entah siapa orang yang dibahas oleh Nelson itu ...


.


.


.


.

__ADS_1


Author : Jangan lupa dukung karya ini dengan cara berikan like nya ya 🤍


Btw masih ada dua episode lagi nyusul ya sebentar lagi.


__ADS_2