Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
S2. Episode 179 : Cium dulu.


__ADS_3

S2. Episode 179 : Cium dulu.


***


Melihat Kiara yang terlalu bersemangat dan bahagia bahkan tersenyum sangat lebar ketika ibunya datang mengunjungi sungguh membuat Alexander cemburu.


Alex melipat kedua tangannya di dada dan wajah angkuhnya terlihat jelas sekarang.


"Ibu datang mengunjungi, ayo kita ke bawah,_


Kiara bersemangat sekali, dia senang ada yang mengunjungi dirinya secara khusus.


Akan tetapi dia masih terlalu malu dan segan jika bertemu dengan Ibu mertuanya sendirian.


Alex bangkit lalu melangkah mendekat kearah istrinya, dia mencubit kedua pipi Kiara lalu melihat nya lekat sekali.


"Apakah kau sesenang itu Ibuku datang khusus untuk mengunjungi mu?"


Mata Alex terlihat tajam, wajahnya dekat sekali membuat Kiara harus mundur beberapa langkah hingga tubuhnya menempel di pintu kamar.


Wajah memerah namun bersemangat itu, ia tersenyum dan mengangguk dengan bahagia.


"Ini adalah pertama kalinya ada yang menerima aku dan mengunjungi aku setelah kau, bagaimana mungkin aku tidak senang ... ini sangat berharga bagiku ..." Kiara tersenyum begitu polos.


Matanya yang dalam dan senyuman yang tulus, entah mengapa banyak orang sebelumya menyakiti wanita lembut ini.

__ADS_1


Alexander sejenak lupa jika istrinya ini sebelum ia nikahi adalah seseorang yang sangat mendambakan keluarga, merupakan anak yatim piatu yang baru saja ditelantarkan oleh keluarga angkatnya.


"Iya ... aku adalah yang pertama yang menerima dan menunggu mu, aku akan memaafkan mu karena terlalu bersemangat bukan karena aku, dan aku akan menemani mu menemui ibuku, tapi ..."


Alexander berbicara banyak sekali, padahal Kiara sudah sangat ingin pergi menjumpai ibu mertuanya.


'Tapi apanya lagi, lelaki ini kenapa bisa cemburu kepada ibunya sendiri, kenapa rasa cemburu lelaki ini berada di level yang sangat mengkhawatirkan!'


Gerutu Kiara sudah sangat bersabar menunggu, dia berbicara dalam hatinya dan tidak menduga bagian suaminya akan cemburu kepada ibu kandungnya sendiri.


"Tapi apa sayang?"


Kiara yang sudah pasrah dan sabar menerima sikap cemburu suaminya menayangkan apa lagi syarat yang harus ia penuhi agar mereka bisa segera ke lantai bawah.


"Cium dulu ... aku suka saat kau mencium ku duluan," balas Alex masih membayangkan bagaimana saat lalu Kiara dengan sendirinya mencium bibirnya.


Hal itu sangat membekas dan tak akan bisa dilupakan oleh Alex, dia ingin merasakannya lagi.


Sensasi saat istrinya menciumnya dengan sendirinya.


"Kenapa kau sangat pandai mengambil kesempatan dalam kesempitan sih, Ibu sudah menunggu terlalu lama di lantai bawah, ayo kita bergegas ..."


Suara Kiara sedikit gemetaran, dia jadi ingat tingkah beraninya saat lalu, ketika dia memeluk dan mencium dengan sendirinya suaminya ini.


"Tak!"

__ADS_1


Seperti di drama, Alex meletakkan tangannya di pintu, untuk mengunci pergerakan Kiara yang ada di hadapannya.


"Jika tidak mau yasudah, aku tidak akan membiarkan mu keluar dari pintu ini, sayang ..."


Bisik Alex menggoda habis-habisan istrinya, bahkan sejak pagi tadi.


'Aku sudah tahu ini akan terjadi! astaga si mesum ini, apa saja yang ada di pikirannya! ah!'


Geram Kiara dalam benaknya namun ia tidak ingin menunda waktu lagi, dia tidak mau ibu mertuanya menunggu terlalu lama.


Kiara menjijitkan kakinya lalu memejamkan matanya, dia melingkarkan tangannya di kedua leher suaminya, dan segera mengecup bibir Alex.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Sensasi yang tidak bisa digambarkan oleh Alex, dia senang sekali jika Kiara berinsiatif lebih dulu, sensasi yang luar biasa yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


"Aku sudah mencium mu, jadi ayo kita menemui Ibu mertua ..." Kiara menunduk malu, segala hal yang ia lakukan ini sebenarnya sangat memalukan baginya.


Akan tetapi dia tidak bisa menolak Alex sedikitpun.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2