Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Ungkapan cinta yang mengejutkan dan menekan.


__ADS_3

Episode 113 : Ungkapan cinta yang mengejutkan dan menekan.


***


Melihat Kiara selalu ingin pergi dan menjauh darinya seolah memantik amarah di diri Alexander Grey.


Alexander menarik kedua bahu Kiara, dia menekan tubuh Kiara lalu dia mendekap nya kuat sekali.


Wajahnya ia benamkan di dada Kiara lalu ia berbicara dengan nada yang datar tetapi menekan.


"Dengar gadis kecil, aku sudah menyukai mu, kau sudah tidak bisa pergi dariku lagi, jangan pernah mengatakan kau ingin pergi, atau sesuatu yang buruk akan terjadi!" bisik Alexander memeluk dengan erat sekali.


Hal itu membuat Kiara takut, mimpi buruknya akhirnya kejadian, dia hanya ingin bebas tetapi seperti nya harapannya akan sirna.


Setelah beberapa saat duduk di pangkuan Alexander Grey, dan Alexander bersandar di dadanya, ada ribuan pertanyaan terbersit di kepala Kiara.


'Tidak mungkin! tidak mungkin! tidak mungkin! dia menyukai aku?! Lelaki mengerikan yang memiliki banyak gadis?'


Dia terdiam, lalu matanya celingak celinguk, dia menggigit bibir bawahnya dan ekspresi wajahnya berubah-ubah, kadang terlihat sangat tegang lalu sesaat kemudian menjadi takut.


Alexander yang merasa ada yang aneh pada tubuh Kiara, karena tubuh Kiara menjadi tegang dan nafasnya terlalu diatur, dia mengangkat wajahnya dan mensejajarkan nya di depan wajah Kiara.


“Emm, sayang,” panggil Alexander Grey merasa kebingungan melihat ekspresi wajah Kiara setelah pernyataan cintanya barusan.


'Apakah dia menjadi gila setelah mengetahui lelaki hebat dan paling tampan di dunia menyukai dia? Hohoho, pasti begitu, kalau begitu aku kerjai saja,' gumam Alexander merasa sangat yakin jika Kiara merasa sangat senang sampai hampir gila setelah menerima pernyataan cintanya.


“Cup!”


Alexander mengecup bibir Kiara sembari melemparkan senyuman nakal.


'Hah! apaan itu barusan, seperti ada yang menabrak bibirku!' benak Kiara langsung tersadar dan menyadari jika lelaki super nakal itu sudah ada dekat sekali dengannya dan baru saja mengecup bibirnya.


“Jangan lakukan itu, kalau ada yang lihat bagaimana?” ketus Kiara menutup mulutnya dengan tangannya.


“Aku penasaran, kau memang sangat pintar menjaga rahasia atau memang kau tidak suka dilihat orang sedang bersamaku!” ketus Alexander memicing, dia selalu saja menerima penolakan dan orang itu hanya Kiara seorang.


“Bu … bukan itu, aku hanyalah seorang mahasiswi, jadi tidak baik jika ….” Jawab Kiara langsung menunduk dan menjadi penurut.


“Banyak alasan, sudah diam saja dan peluk aku!” geram Alexander Grey merentangkan tangannya.

__ADS_1


'Hmm, ba … baik yang mulia!’ ketus Kiara pelan, dia tidak berani melawan yang berkuasa seperti Alexander Grey ini.


Kiara kembali memeluk Alexander dengan campuran emosinya.


“Usap rambutku,” seru Alexander lagi.


'Astaga, masih banyak mau lagi, si arogan ini sudah sykur kau ku peluk!’ geram Kiara seperti mau melenyapkan Alexander Grey dalam imajinasinya, tetapi kenyataannya dia melakukan seperti yang diperintahkan Alexander untuknya.


“Kalau kau menjadi gadis baik dan penurut seperti ini aku kan tidak akan marah, hehe!” seru Alexander lagi memejamkan matanya, terpejam dalam pelukan wanita yang awalnya tidak ia suka, tetapi sekarang merasa sangat nyaman di pelukannya.


***


Di sisi yang lain.


“BOOOOSSSSSSS! Kau dimana!”


Sin berteriak karena urusannya yang terlalu banyak karena ditinggalkan oleh Alexander Grey.


“Sepertinya Bos sudah menelantarkan kita karena gadis kecil bernama Kiara itu! tidak bisa dibiarkan!” ketus Sin lagi-lagi harus mengkoordinasi anak buahnya untuk memata-matai seseorang yang penting saat ini.


“Dia berkencan sedangkan kita menjadi babu! Huhu!” masih meratapi nasib Sin melangkah hendak pergi.


“Tring … Tring … Tring!”


“Ini lagi si malas dan anak emas yang selalu tidur disaat rekan-rekannya banting tulang menghadapi maut! Kenapa menelepon ku!” teriak Sin merasa hidup yang ia jalani tidak adil.


“Ais, anak ini masih seperti anak kecil!’ ketus Yuza menjauhkan ponselnya sebentar dari telinganya.


“Sin, aku tidak bisa menghubungi Fin, coba kau kontak dia ya, hari ini ulang tahun Bos, kita harus merayakannya!” seru Yuza sedang memonitor target mereka di puluhan layar yang ada di markasnya sendiri itu.


“Hah, aku lupa jika hari ini ulang tahun Bos, huaaaa! Jadi dia menghabiskan hari penting bersama gadis kecil itu? dibandingkan bersama kita? Perselingkuhan yang tidak akan aku terima! Tidaaakkkk!” teriak Sin yang memang tidak pernah bisa serius ini.


“Aduh, kau masih saja merengek seperti anak kecil! Cepatlah lakukan seperti yang kukatakan, malam ini biarkan anak buahmu berjaga, kita akan minum bersama Bos, bye!” ketus Yuza langsung mematikan panggilan itu.


Dia buru-buru memainkan key board seperti bukan apa-apa yang ada di depannya, dia baru saja mendapatkan hal menarik dari target mereka kali ini.


“Aku bukan anak kecil! Aku hanya cemburu karena perhatian Bos menjadi terbagi,” ketus Sin baru saja mengingat perjanjian dirinya dengan Alexander Grey.


“Hoho, aku baru ingat jika Bos menyukai gadis itu duluan maka Bos akan memanggil aku kakak tertua, hmmm! Siapa ya yang suka duluan! Ah, aku jadi penasaran!’ serunya dengan ekspresi menyebalkan.

__ADS_1


Moodnya kemudian langsung berubah dan dia menjadi bersemangat untuk menghubungi Fin yang sepertinya sedang menjalankan misi.


***


Disaat yang sama di pemakaman keluarga Grey,


Seluruh keluarga Grey kecuali Alexander sedang ada di pemakaman kakek Galilea Grey, kakek Alexander Grey, semua anggota keluarga termasuk ayah Alexander mengenakan pakaian hitam, yang wanita mengenakan dress hitam menandakan tanda berkabung.


“Ayah aku datang, lihatlah cucu kesayanganmu tidak pernah datang, padahal dulu kau selalu membelanya,” seru ayah Alexander saat berbicara di makam itu.


Ucapan dan acara peringatan kematian Galilea Grey akhirnya selesai, walaupun tanpa Alexander Grey putra kedua dari keluarga Grey.


Dahlia, ibu Alexander Grey yang tidak bisa melakukan apapun hanya bisa mengusap air matanya sendiri seperti biasa, seorang ibu yang merasa telah gagal menjadi seorang ibu.


Dia merasa tidak pantas menangis karena tidak bisa mendamaikan suaminya dan anaknya sendiri.


***


Sedangkan Alexander Grey yang menyembunyikan rasa rindunya pada kakeknya ini menenggelamkan dirinya dalam pelukan Kiara, dia ingin melupakan sejenak ingatan buruk kehilangan kakeknya karena itulah dia membawa Kiara dan menghabiskan waktunya bersama Kiara.


“Tring … Tring … Tring!”


Ponselnya berbunyi, sekali dua kali tiga kali, namun juga tidak ia angkat.


Ke empat kalinya, karena sudah sangat mengganggu meditasi bagi Alexander membuat Alexander kesal dan mengambil ponselnya dari sakunya.


“Sial! jika ini tidak penting akan ku hancurkan kau!'’ geram Alexander membuat Kiara terkejut dan hanya bisa tersenyum kaku melihat perilaku aneh Alexander Grey.


.


.


.


Hello guys sepertinya di sini banyak yang baru baca novel di Noveltoon ya, banyak yang nanya di komentar kenapa novelnya berhenti, kenapa ga lanjut dan yang lain. 😔


Jadi di Noveltoon ada dua kategori novel ya, yang sudah tamat dan masih bersambung, jadi novel aku ini masih bersambung dimana setiap hari update 3 atau lebih episode.


Jadi jika mau membaca novel secara tuntas kalian bisa cari yang ada tanda end nya ya.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2