Belenggu Hasrat Sang Mafia

Belenggu Hasrat Sang Mafia
Kiara tiba-tiba sakit.


__ADS_3

Episode 163 : Kiara tiba-tiba sakit.


***


Disaat Alexander tengah pergi menemui ibunya, Kiara segera berguling-guling di ranjang yang luas, sejak tadi dia tidak bisa bergerak bebas karena di dekap oleh Alex.


Dia mengangkat tangannya dan melihat jari manisnya, pipinya memerah dan dia tersenyum sangat lebar.


"Cincin yang sangat cantik," Kiara tersenyum lalu menatap langit-langit lagi.


Hidupnya yang bagaikan rollercoaster benar-benar membuatnya lelah.


Di samping itu, dia merasa setiap kali dia mencoba pergi atau melupakan sesuatu, dia selalu kembali kepada Alexander, mungkin sudah saatnya dia pasrah dengan takdir dan menerima segala hal yang disiapkan takdir untuknya.


Mungkin akan ada solusi untuk seluruh masalah itu, dan Kiara mengingat bagaimana Alex selalu mengatakan harus menyadari perasaan diri sendiri terlebih dahulu.


Kiara mengusap dadanya, karena setiap ia mengingat Alexander maka jantungnya akan berdegup sangat kencang.


"Jika dia tahu aku sudah menyukai dia pasti dia akan semakin menyombongkan dirinya,"


Kiara menggerutu.


Setelah beberapa saat, ketika Alex masih berbicara dengan ibunya ....


"Hmmm ... kenapa perutku rasanya sangat aneh ya?" Kiara memegangi perutnya.


Dia merasa akhir-akhir ini perutnya terasa sedikit aneh, dia merasa kurang nyaman.


Kepalanya sering pusing dan sekarang bahkan dia merasa mual tetapi juga lapar.


"Hoek!"


Kiara merasa rasa mual yang tiba-tiba menyerang, dia berlari menuju kamar mandi dan mencoba meredakan rasa mualnya.

__ADS_1


"Ada apa denganku? kenapa ini tiba-tiba terjadi? apakah aku sakit? tetapi aku merasa baik-baik saja!" Kiara beristirahat sebentar.


Dia tidak tahu akan tetapi setelah rasa mual sekarang ia merasakan rasa lapar.


"Ahhh ... perut ku, aku lapar tapi mual!"


Kiara merasa semakin tidak nyaman, dia berlari lagi ke kamar mandi dengan wajah pucat dan keringat dingin.


"Cklek!"


Saat Kiara berlari, Alex sudah usai berbicara dengan ibunya, dan dia melihat Kiara terburu-buru berlari ke kamar mandi.


"Sayang ...." Alex mencoba memanggil kekasihnya itu akan tetapi tidak dihiraukan.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Langkah kakinya segera mengikuti Kiara dan dia langsung panik setelah mendengar Kiara muntah-muntah dan kelihatan tidak baik-baik saja.


"Sayang ... ada apa denganmu? apakah kau sakit? aku hanya meninggalkan mu sebentar tetapi keadaan mu sudah menyedihkan begini!" Alex duduk di sisi Kiara dan mengusap pundaknya.


"Aku tidak tahu tapi aku merasa sangat mual, perutku rasanya aneh tetapi aku juga lapar, ada apa denganku sebenarnya?"


Kiara menelan salivanya dengan kasar, dia seperti kehabisan tenaga.


Biasanya dia hanya merasakan rasa aneh diperut beberapa saat yang lalu, tetap sekarang dia merasa tenaganya terkuras keseluruhan


"Mual?"


"Lapar?"


Alex tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Kekasihnya akan tetapi saat Kiara bersandar di bahunya, barulah ia bisa melihat dengan dekat wajah Kiara sudah pucat.


Alex panik melihat hal itu dan tanpa basa-basi dia menggendong Kekasihnya.

__ADS_1


"Kenapa kau bisa tiba-tiba sakit? tadi kau kelihatan baik-baik saja!" Alex benar-benar khawatir, dia berlari menggendong Kiara dalam tangannya dan membawanya ke dalam mobil.


Saat Alex tengah membawa Kiara, Dahlia yang masih di dalam kediaman Alex melihat Alex berlari terburu-buru dan kelihatan khawatir sembari menggendong seorang wanita.


Dahlia yang melihat gelagat mengejutkan putranya tidak membutuhkan waktu lama segera mengikuti Alexander yang sekarang sedang menyetir dengan sangat cepat menuju rumah sakit.


"Haahhh!"


Nafas Kiara semakin panas dan berat, dia sudah ada di dalam mobil dan duduk di sisi Alex yang tengah menyetir, bahan Alex masih mengenakan piyama tidurnya dan memakai sendal rumah.


"Kita mau kemana? aku baik-baik saja, sepertinya aku hanya salah makan," Kiara yang merasa sudah semakin pusing terkejut melihat Alex yang di sisinya hanya mengenakan piyama tidur mengendarai mobil begitu kencang.


"Diam!"


"Baik-baik saja apanya? kau tiba-tiba saja pucat dan kelihatannya lemah sekali! kau diam saja, kita ke rumah sakit! jika ada sesuatu terjadi kepadamu, AWAS SAJA YA!"


Alex benar-benar takut sekali, terlihat dari gelagat yang terburu-buru dan nafasnya yang berat.


Kiara bisa melihat tangan Alex gemetaran dan bibirnya berangsur membiru.


Mungkin Kiara tidak tahu jika Alex trauma melihat orang yang sakit, apalagi Kiara adalah seseorang yang penting bagi hatinya, Alex takut jika Kiara akan pergi seperti kakeknya.


Itu adalah juga salah satu alasan mengapa Alex tidak ingin Kiara meninggalkan dia.


Ya, bukan hanya Kiara yang takut di tinggalkan akan tetapi Alexander juga sangat takut ditinggalkan oleh Kiara.


.


.


.


Guys hari ini update satu dulu yaa, author lagi sakit, besok akan update reguler lagi, maafkan author yaa, jangan lupa di like yaa 😭

__ADS_1


Like dan komentar kalian adalah semangat untuk ku 🥺


__ADS_2